jump to navigation

apakah itu dia… November 16, 2012

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Universe (ity).
trackback

Oleh: sahabat semesta

Jum’at 16 dec 2011

Jum’at bukanlah hari yang pendek bagiku seperti yang kebanyakan orang pikirkan..

Dari jam 7 harus melahap mata kuliah Heat Treatment dari dosen lulusan Australia
yang jarang sekali menjelaskan dengan bahasa Indonesia, lebih akrab kami mendengar penjelasan dosen ini dengan bahasa English Australian style. Jam 9.30 langsung disambung kuliah Fracture Mechanic and Failure Analysis dari seorang professor sekaligus guru besar JTMM yang juga Dekan FTI lulusan S2 S3 Perancis. Kali ini beliau menjelaskan mengenai menganalisa kegagalan material dengan memasang sebuah probe yang ditempel di dekat bearing. Analisa yang dipilih adalah melihat getaran mesin tersebut yang menghasilkan spectrum domain waktu. Dan supaya bisa dibaca harus dijadkan domain frekuensi. Tugas nya FFT analyzer adalah mengconvert kedua domain tersebut. Setelahnya baru kita bisa menentukan sumber getaran apakan yang mendominasi penyebab crack sebuah elemen mesin. Apakah imbalance, disalignment, resonance, looseness atau yang lain. Ini sampai hampir menjelang adzan jum’at dimulai.

Selepas sholat jum’at aku tidak bisa berlama- lama bersandaran di masjid, atau mengobrol ringan dengan teman- teman mahasiswa lain yang dari luar jurusan karena jam 13 kuliah Casting Technology sudah mulai. Kali ini aku bersiap mendengarkan segudang pengalaman dari dosen jebolan Amerika. Beliau asal Medan, s1 di ITB. Walaupun sudah renta namun mimik dan ekspresinya sungguh membuat geli. Unyu pokoknya mantan ketua jurusan JTMM ini. Singkat cerita aku tidak begitu memahami apa yang beliau sampaikan. Jam 15.30 langsung jamaah ashar dan seperti biasanya kita ada rapat rutin dengan seluruh penerima beasiswa KSE (Karya Salemba Empat) ITS. Adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk bernaung dibawah paguyuban KSE ITS, aktif disana dan membuat kegiatan baik dibidang social devotion maupun research. Sebab KSE memberikan beasiswa tidak hanya kepada ITS, tapi juga UGM, UI, ITB, IPB, UNPADJ, USU. Selain kita saling mengunjungi satu sama lain, dari satu kampus ke kampus lain secara gratis baik dalam hal transport maupun akomodasi, tapi kita juga bersaing dihadapan KSE pusat Jakarta untuk membuktikan Paguyuban KSE mana yang paling produktif dan excellence. Ini semua wajib kita lakukan demi balas budi terhadap besarnya beasiswa yang kita terima perbulan, pelatihan yang kita terima, kunjungan kampus dan perusahaan serta seminar gratis yang kita dapatkan, link teman2 kampus lain yang bisa kita manfaatkan, Sore itu di depan perpus ITS kita rapat dan kebetulan aku menyampaikan progress salah satu kegiatan Pengabdian Masyarakat kami, yakni Sahabat Berbagi, mengajar anak- anak pinggiran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Keputih, serta perkembangan Rumah Pintar yang kita buat disana.

Ketika sudah hampir adzan maghrib dan petang, rapat Alhamdulillah selesai, 80% teman- teman pulang, tapi aku yang juga selaku penanggung jawab kegiatan terdekat, TATAP MUKA KSE ITS- UGM ditahan untuk sharing memikirkan terbaiknya. Kembali kita dimintai kritikan oleh Si Ketua Paguyuban KSE ITS.

Saat itulah,ditengah kepenatan  tiba- tiba dari arah barat kulihat 2 orang perempuan. Salah 1 nya seperti tidak asing. Hal pertama dalam benakku, dia bukanlah mahasiswa ITS, karena dia tidak bawa tas dan tidak memakai sepatu. Ingin kulihat wajahnya secara pasti, tapi “tidak ah”. Namun ternyata dia menghampiri gerombolan kecil kami. Karena dia mendekat, saat ku lihat wajahnya, dia seperti menyembunyikannya, dan dia memaksaku untuk berfikir keras, siapakah dia. Wajahnya benar- benar tidak asing, warna bajunya juga akrab. Dia mendekat serambi menyerahkan beberapa lembar publikasi sebuah kegiatan. Dia langsung pergi dan bergegas ke arah lain untuk kembali melanjutkan pekerjaanya. Aku masih terus berfikir, dan hipotesa mulai muncul. Itukah kamu ? Tanpa pikir panjang, kurebut kertas publikasi yang dipegang teman sebelah, karena tidak punya banyak waktu, kulakukan baca scanning terhadap kertas itu. Cepat dan kulihat di pojok kanan bawah tertulis dengan jelas. Yang membuatku benar- benar yakin :  SMAIT Al Uswah Surabaya.

Ya Allah… apakah orang tadi itu dia ?

Aku langsung menolehkan pandangan dan menncari dimana dia sekarang. Sudah kulihat, dia yang masih bersama 1 temannya melintasi tengah lapangan sambil menundukkan pandangannya. Dia berjalan cepat karena memang adzan maghrib kian dekat. Sikapnya membuatku bergumam,” Memang benar seorang akhwat yang baik,wataknya  sama seperti ayahnya”

Ingin ku mengejarnya, tapi tidak mungkin. Aku bukanlah siapa yang dia kenal.

Tapi, kelelahanku hilang sekejap.

Masya Allah, apakah kamu itu adalah dia, yang selama ini selalu aku dengarkan tentang dia dari seorang ayah.

Advertisements

Comments»

1. welda - November 16, 2012

cieeeeeeeeeeeeee :)
andi galau

faid - November 16, 2012

hiks hiks……
iya nih….

2. welda - November 16, 2012

kalo jodoh g kan kmn ndi,,inget perempuan baik untuk lelaki baik juga,,jadi klo memang k menginginkannya ya km pun harus jd ikhwan yg menjaga pandangan juga hehee mengerti adekku hihi :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: