jump to navigation

ayah November 16, 2012

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Disekitar Kita, Sharing w/ Us, Universe (ity).
trackback

Oleh: sahabat semesta

Ayah… begitulah kami memanggilnya

Orang paling hebat yang pernah ada

Keluarga kami memang sederhana, rumah kecil, motor bekas, dan tak banyak yang lain

Hanya berjumlah hitungan jari, mahasiswa ITS yang mengenal ayah, ayah begitu biasa diluar sana

Tapi tidak di mata Allah, tidak di mata keluarga

Setiap selepas shubuh setiap hari  kami selalu berkumpul bersama keluarga, membahas al- qur’an , ayat per ayat beserta tafsir nya

Selalu lengkap, ayah, ibu, mbak, adek dan alfat

Di situ pula ayah selalu curhat, mengenai rencana keluarga kedepan, pendidikan kami anak- anaknya, perselisihan yang kadang muncul ditengah keluarga dan masih banyak hal yang lain

Kebiasaan lain adalah selalu mengajak alfat 10 tahun, satu- satu nya anak laki- laki nya dan yang paling bungsu untuk selalu sholat berjamaah ke masjid. Selalu kompak warna baju yang mereka kenakan

Ah, pantas saja si alfat sudah bisa melakukan gerakan sholat dengan benar dan sesuai sunnah, anak sekecil itu juga kini sudah hafal 2 juz

Ayah pun berkeinginan, dan keinginan itu beliau sampaikan kepada kami sekeluarga, “ ayah punya target SMP SMA alfat mondok di sragen atau gontor, dan  alfat harus sudah hafal 30 juz, terus ntar nyari beasiswa kuliah keluar negeri. Amiin..

Jika engkau datang terlambat ketika jamaah, tidak sulit unyuk menemukan ayah, lihatlah kedepan, ke shaf pertama atau kedua, carilah dia  yang rambutnya hitam agak memutih, dan disampingnya seperti ada sela antara ayah dan makmum di sebelahnya, nah.. di sela itulah ternyata alfat berdiri, maklum, alfat masih kecil dan tentu tidak setinggi ayah.

Ayah yang tidak mebiarkan anaknya yang pertama pergi sendirian ke pulau Madura untuk menyelesaikan tugas kuliahnya, saat itu teman- teman sekelompok anaknya tidak bisa, ayah pun rela menemani anaknya walau kondisi letih dan pulang harus kehujanan

Ayah yang cerdas ketika memilih anaknya yang pertama yang selalu di ajaknya ta’lim di masjid al- amin, karena sadar anaknya yang pertama memang tidak pernah duduk di bangku sekolah background islam, tidak seperti adek dan alfat yang pernah merasakan pondok dan duduk di sekolah Islam terbaik

Kebiasaan lain adalah selalu mengajak kami sekeluarga untuk ke pengajian bersama setiap minggunya

Tanya lah pada ayah, apakah tidak lelah dalam seminggu selalau ta’lim kemana- mana ? Maka ayah akan menjawab “ Mumpung masih hidup “

Coba, hitung keluarga di Indonesia ini yang seharmonis mereka.. yang setiap pagi berkumpul bersama membahas agama ini, membahas kitabullah .. maka engkau tidak akan banyak dapati

Adek pun juga merasa spesial di mata ayah, saat adek operasi, ayah pertama kali menangis di depan istri dan anak- anaknya hanya karena adek tidak keluar keluar dari ruangan operasi, saat adek sekolah di Solo dan sedang akan menempuh ujian keesokan harinya, ayah rela ke Solo untuk memberi dukungan moral walau hanya beberapa jam dan tidak mau disuruh menginap,

Di jaman seperti ini, siapa yang tidak punya HP ? Ayah adalah orang sibuk yang  memilih untuk tidak punya HP karena tidak mau diperbudak dengan HP, memang benar, dalam sejam , berapa menit HP memperbudak kita, untuk membuka nya, selalu, sebelum , bangun, saat, akan dan setelah atau ditengah apapun HP memperbudak kita agar kita melayaninya

Tapi ayah juga bukan lah orang yang gaptek

Walaupun sederhana, tapi ayah dan ibu sudah pergi haji lho,, sudah ke Thailand, Lombok dan yang lain

Ayah janji, kalau mbak lulus ntar kami sekeluarga wisata ke Jakarta naik pesawat, kalau ada uang berlebih ayah juga janji kami sekeluarga bisa Umroh.. amiin

Kadang juga, ayah dan alfat pergi ke masjid sama- sama bersepeda..

Sungguh bahagianya kita

Ayah mengajarkanku, untuk menjadi orang besar, tidak perlu berpenghasilan besar, tidak harus berumah besar,

Atau Bekerja di perusahaan minyak seperti yang saya pikirkan, atau menjadi orang yang dikenal banyak orang

Bukan itu..

Tapi kita sudah menjadi besar ketika kita mampu mendidik keluarga kita, istri kita , anak- anak kita di jalan yang diridhai Allah, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah

Memiliki anak – anak yang sholih, sholihah, dan sang penghafal

Dan seperti Ramadlan saat ini,  saat sore ayah selalu menyuruh anak –anaknya bergantian mengirim ta’jil ke masjid. Ayah melatih kami untuk berbagi dengan sesama. Namun ayah juga tidak mau mengantarkan karena takut diketahui orang saat dia bersedekah, ayah juga tidak mau daftar dalam list penyumbang tajil/ makanan yang biasanya di data oleh takmir masjid. Ayah malu sama Allah. Ayah spontan, jika ada rezeki hari itu maka ayah akan langsung bersedekah

Kami yang terasing dan tidak dikenal, tapi kami punya penguat, Ayah..

Dan pagi ini,..  lagi,  ayah membuat kami sekeluarga menangis bersama, di Jum’at pagi ini, 21 Ramadhan 1433 H

Kata- kata yang ayah sampaikan sebelum menutup ngaji pada pagi tadi :

Harapannya ibu, mbak , adek, alfat ikhlas ikut ngaji nya ayah ini. Ayah gak akan pernah berhenti untuk membagikan ilmu ayah yang masih sedikit ini. Beri kesempatan pada sisa umur ayah untuk selalu mengadakan momen ini. Meskipun anak- anak ayah nanti sudah menikah dan tidak serumah lagi, sempatkan lah menjenguk ayah dan tetap mengaji dengan ayah. Ini adalah kewajiban ayah selaku kepala keluarga untuk mengajak kebaikan pada kalian semua. …….… Ayah pengen momen kumpul keluarga seperti ini jangan sampai putus sampai ayah meninggal…. [ayah]

Ibu, mbak, adek langsung menangis …

Hanya alfat kecil yang malah bobok sambil duduk …

Nothing father else in this world, my best father just Ayah

[quote from his 2nd daughter]

 

* Ayah,, alumnus UI – pustakawan ITS – Perumdos blok U 129. Ayah dari 3 anak bersaudara, nama anak bungsunya Alfat

Alfat sang penghafal yang cuek dan memiliki senyum khas yang membunuh

Mas selalu kangen senyum mu fat..

Advertisements

Comments»

1. welda - November 16, 2012

terharu bacanyaaaaaaaaa…wah subhanallahh sekali ya…salut ma ayahmu…wah alfat mu keren ndi…calon pemimpin masa depan n imam yg bagus bwt keluarga…mau g ya dia ama adek ku?hahahaa….hmmmm btw km dah hapal brp jus ndi?hahaha

faid - November 16, 2012

wah pertanyaan nya ngerii hafal berapa juz… alhamdulillah 2 juz.. tapi kyae bentar lagi d salip alfat…
eh itu bukan ayah gue,,,, tapi kita sering ngobrol gitu…

2. welda - November 16, 2012

oh bukan ayahmu toh,,tp dr bahasamu seperti ayahmu ndi…hmm emg mau kalah ma alfat?akhwat berkerudung mana mau ndi ama co yg hapalannya g seberapa ;p

faid - November 16, 2012

ha.. masa sih ?

3. welda - November 17, 2012

hahhaa of course ya lah :D

4. Andik Rasida - November 20, 2012

Suport dan doa, semoga barokah, doakan ayah, ibu, adik, teman, guru kita, orang yang menyakiti kita, dan orang yang pernah kiota sakiti. Dibalik ayah yang baik tentu disitu karena jasa seorang ibu yang hebat!

faid - November 20, 2012

hmhm suwun pak andik sudah mau mampir ke blog murid nya… ya,,, ini kisah nyata,,, bapak pustakawan kampus its…
:’)

5. Arif Adi Pratomo - November 20, 2012

nice Andhi
good writer
good passion

:)

faid - November 21, 2012

its true story right…

6. Lutfi 'upi' - November 22, 2012

SubhanAllah.. inspiring story…
jadi kangen ayahku..
Bismillah.. semoga ayah bahagia disisi Allah…

7. ika - April 22, 2013

subhanallah cerita2 mu sungguh menginspirasi. makasih sobat. :)

faid - April 23, 2013

thanks sobat

8. cipta pradipta - May 10, 2013

can you teach me how to write, mas?

faid - December 26, 2013

hmhm,, maybe, but now im busy w/ my new job right

semesta - October 1, 2014

hmhm, how can i teach you. we never meet , :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: