jump to navigation

mengapa asing lebih dicintai June 26, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
trackback

Oleh: sahabat semesta

Selama Pertamina belum berani menggaji para employee nya lebih tinggi

Dan meningkatkan safety nya

Maka mahasiswa mahaasiswa cerdas prefer ke foreign oil company

Dan aku senang dengan hal tersebut

Masalahnya dua, salary and safety

Aku pernah kerja praktek di salah satu BUMN dan di salah satu perusahaan minyak Amerika, ConocoPhillips

Bukannya tidak nasionalis, tapi saya mendapatkan international standart environment, mutual respect among employee, professionalism, full service, high safety di ConocoPhillips

Lagi lagi dengan embel embel BUMN, perusahaan ini kerjanya agak ngawur dan asal jalan

Kita memang membutuhkan sosok Soekarno. Apa perlu kita menggali kuburnya agar kembali bangun dan menjadi pemimpin negeri ini lagi ?

Agar Indonesia bisa seperti Venezuela.

Kita sama-sama negara kaya minyak. Tapi bedanya negara yang disebut kedua bisa mandiri

Pertamina (NOC)  memang miskin SDM handal jika dibanding foreign oil company.

Ditambah pula konsumsi penduduk Indonesia yang melebihi kemampuan produksi minyak Pertamina, mengakibatkan kita harus impor minyak

Jadi tidak perlu menyalahkan siapa siapa…

Awal mula.. dulu sekali.. Pemerintah mengundang perusahaan minyak asing untuk memilih lahan atau blok di seluruh Indonesia setelah dianalisa geologist engineer. Dan lahirlah perjanjian kontrak untuk beberapa tahun. Pemerintah mempersilakan perusahaan minyak tersebut melakukan eksplorasi di tanah Indonesia selama beberapa tahun sesuai kesepakatan kontrak dan erjanjian yang lain, yang kemudian diatur oleh BP Migas.

Untuk sekedar tahu.. biaya untuk melakukan drilling pertama untuk mengetahui suati titk x,y ada minyak atau tidak. Perlu biaya US 200juta Amerika. Atau setara Rp 2T. Sebuah gambling yang tidak kecil. Sehingga semua perusahaan minyak bermodal kecil ketar – ketir. Termasuk Pertamina. Walau sudah dianalisa misal terdapat liquid oleh para engineer, tapi liquid tersebut bisa berupa air, lumpur atau benar benar minyak. Siapa tahu ?

Kata katanya, Pertamina mulai menggeliat. Kita do’akan saja.

2010 lalu Exxon Mobil habis kontrak untuk blok Cepu yang sangat besar, tapi miskinnya kepercayaan pemerintah kepada Pertamina untuk mengolah blok Cepu yang sangat kaya minyak, menghasilkan keputusan untuk memperpanjang kontrak ke pihak Exxon.

2012 lalu, Dahlan Iskan bertanya kepada Karen, CEO Pertamina. Lebih tinggi mana produksi minyak Pertamina dibanding Petronas (NOC  nya Malaysia). Jawab Karen, tentu lebih tinggi Petronas. Padahal kita tahu sendiri, tahun 70-an Petronas masih belajar ke Pertamina. Dan Karen menimpali bahwa Pertamina untuk kedepannya bisa menyalip Petronas dengan mengakhiri blok Mahakam- Kaltim yang selama ini diakusisi Total EP, Perusahaan minyak asal Perancis. Tapi apa daya, keraguan pemerintah disertai keraguan para menteri lain seperti Jero Wacik terhadap kemampuan Pertamina untuk mengakusisi Mahakam yang sudah habis kontrak 2012 kemarin kembali gagal. Miris bukan. Tapi dengar dengar ada kepentingan politik untuk 2014 dari beberapa menteri asal Demokrat mengapa Total EP tetap dipersilakan untuk me ngebor minyak di Mahakam. Entahlah… Politik tahi kucing, begitu kata Soe Hok Gie.

Saat ini lahan minyak milik  BP, perusahaan minyak asal British, beberapa sudah diakusisi Pertamina Hulu Energi. Walaupun blok terbesar BP, yakni di Tangguh Papua masih sah milik BP. Tapi setidaknya ada kemajuan.

Dan rencana- rencana , beberapa site milik Conocophillips di Jambi atau Natuna, ada beberapa yang mau diakusisi Pertamina. Kita tunggu saja.

Mengapa banyak pihak masih meragukan Pertamina? Katanya waktu kasus WMO (West Madura Offshore) milik HESS waktu itu diambil alih Pertamina, awal- awalnya Pertamina memang tidak siap baik SDM maupun Teknologinya. Hingga sempat berhenti produksi di bulan bulan awal. Hmhm…

Dan jangan salah wahai kalian yang katanya. Jero Wacik mengungkapkan bahwa industri minyak dari perusahaan asing menyumbang APBN per tahun sekitar 360 T. Atau sehari 1 T. Makanya ketika MK membubarkan BP Migas, Presiden SBY segera menugaskan kementerian ESDM agar tidak terjadi gejolak dari perusahaan minyak asing sehingga dana APBN selamat. JW pun rapat dan mengambil keputusan tepat bersama staff ahlinya sd pagi hari. Dan itu menjadi malam terpanjang Jero Wacik selama menjadi Menteri ESDM. Begitu yang saya dengar langsung dari beliau saat acara IBS di Jakarta kemarin.

Lagi lagi masalah SDM dan Teknologi (Pertamina)

Lagi lagi masalah salary dan safety

Contoh sahabat dekatku, Bapak Didik Wibisono dan BapakPangestu

Bapak Didik adalah manager  OEE di ConocoPhillips dengan gaji 110 juta per bulan

Dan bapak Pangestu adalah manager Supply Chain di Pertamina HE dengan gaji hanya 40 juta per bulan

Belum masalah safety. Karena  bagi kaum engineer seperti kami, safety adalah hal terpenting. Apalagi jika di offshore yang memiliki risk sangat tinggi

Ku tahu peliknya dunia minyak saat kuliah

Padahal dulu ketika SMA tergila- gila dengan tambang. Berjuang mati- matian untuk bisa masuk FTTM- ITB. Dan akan memilih jurusan Teknik Pertambangan, bukan jurusan Teknik Geofisika, Teknik Metalurgi atau teknik Perminyakan.

Namun, rencana Allah lebih indah daripada rencanaku, bukan begitu ?

Jangan pernah menjudge bahwa mereka anak negeri yang bekerja di perusahaan minyak asing adalah para pengkhianat bangsa. Cari tahu mengapa! Dan lihatlah siapa kita ?

Kita punya cara tersendiri untuk mencintai negeri elok ini [Ainun]

I LOVE INDONESIA

Salam !!!

Advertisements

Comments»

1. penyok - June 26, 2013

angel golek sego pecel ndi nek nang tengah laut.hahahaha

faid - July 4, 2013

sego pecel cuma ada di madiun nyok.
yg d kota lain tu udah KW 5

2. penyok - June 26, 2013

eh itu manager OEE conoco kok setara ama gajinya sperry drilling/DD malah lebih gede (baker hughes,SLB)

semesta - October 1, 2014

wah embuh nyook. heheu. pokok’e akehlah. sing sabar sik lah, suatu saat pasti kta bisa jadi seperti salah satu dari mereka. amiin. piye kabare?

3. cipta - October 2, 2014

Kapan bikin buku, kak?
Me..my self prefer read your writings than the author of Dahlan Iskan biography

semesta - October 2, 2014

waah, susah dik kalo udah kerja kek gini.ntar kalo udah resign dan punya usaha sendiri insya allah bisa. do’akan ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: