jump to navigation

Mei (bukan) bulan kematian July 26, 2013

Posted by semesta in Buah dari-Nya, Mukjizat Malam [romantisnya rembulan].
trackback

Oleh: sahabat semesta

Dulu aku menganggap Mei adalah bulan kematian

Anggapan yang sedikit tak berdasar

Perjalanan hidup orang- orang yang aku sayang, harus berhenti di bulan ini

Perjalanan mereka terhenti, tanpa berpamitan kepadaku

Dan akupun harus melanjutkan perjalanan ini sendiri, tanpa engkau temani

Namun setidaknya aku tahu, sejatinya perjalananku juga akan berakhir sepertimu

 

Tapi ketika perjalananku semakin jauh, aku tersadar

Semua bulan adalah bulan kematian….

Apalah yang lebih puitis

Selain berbicara tentang kematian

Berbicara tentang keranda

Atau lubang kubur yang sempit

Tanpa bantal, guling atau selimut yang hangat

Melewatkan malam- malam yang indah

Tanpa bisa melihat tajamnya bulan sabit

Atau menghitung bintang yang redup

Lalu…bagaimana jika kedinginan ?

Tetapkah ibuku akan menyelimutiku seperti saat aku kecil dulu ?

 

Yang akan bisa kita lakukan hanyalah menunggu

Menunggu lama hingga tiba pada sebuah pengadilan

pengadilan milik Yang Maha Adil

 

tribute for my grandpa alm Hadi (mei, 2005) dan my close friends alm M. Auliyaurrahman (mei 2011)

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: