jump to navigation

Aku Masih Ingat dengan Jelas September 12, 2013

Posted by semesta in Hijaunya Hujan.
trackback

Oleh: sahabat semesta

Aku masih ingat dengan jelas…

Pohon kelapa berumur renta yang selalu akan rubuh setiap hujan, di depan rumah

Tanaman dengan bunganya yang berwarna putih tepat menempel di pagar depan rumah sebelah barat

Bunga kertas dengan warna merah yang selalu merekah dan terlihat mengagumkan dari depan rumah kita milik tetangga

Daun ajaib yang selalu kita petik karena mampu mengeringkan luka akibat tajamnya pisau yang menganga

Kolam kecil disamping sungai yang tenggelam dan tak terlihat ketika air hujan menggenangi jalan

Pohon gayam tepi sungai yang kami sepakati dia misterius

Pohon mangga besar depan rumah yang setia menjadi saksi ambisius

Jalanan tanah yang membentuk pola alami nan indah setiap habis hujan karena pasir terbawa arus ke timur

Kini semua diatas telah hilang dan tak akan pernah kita temui lagi karena pesatnya pembangunan desa…

 

Aku masih ingat dengan jelas…

Setiap pagi ibu merebuskan air hangat untuk kita mandi berangkat ke sekolah

Setiap sore kita mengerjakan pekerjaan rumah sesuai pembagian dan tanggung jawab yang rapi

Kemudian membantu menyiram sawi, bayam, dan apapun yang ada di kebun dengan selang berwarna hijau

Malamnya memasukkan manisan buahan untuk kita jual di sekolah sebagai penghasilan tambahan rumah

Ayah yang selalu mengantar kita ke sekolah tiap pagi tapi kita selalu malu untuk diturunkan depan sekolah

Ayah yang selalu memberi uang saku lebih Rp 500 untuk ditabung tiap hari kamis

Ayah yang selalu memeriksa kuku tangan ku apakah sudah waktunya dipotong setiap Senin pagi

Ibu yang selalu menyuruh segera berangkat TPA di waktu sore tiap hari Kamis dan Minggu

 

Aku masih ingat dengan jelas…

Rumah yang tiap malam selalu dipenuhi tetangga  untuk menonton TV

Rumah yang dipenuhi jagung warna kuning setiap panen

 

Aku masih ingat dengan jelas…

Ruangan sholat kecil kita di ruang tengah dekat pintu di pojokan

Kursi karet berwarna warni di depan rumah dimana warna merah selalu kita perebutkan

Kolam lele besar di bawah tempat menjemur pakaian

Kamar mandi berwarna hijau dipenuhi lumut yang bikin risau

 

Aku masih ingat dengan jelas…

Sepeda pertama kali yang saya miliki, sepeda yang membuat saya bisa main kemanapun

Sepeda kedua, BMX dengan warna hitam elegan

Wadah makan merah muda dengan tutup bergambar kepala gajah yang selalu dibawa ke sekolah tiap ada acara

Tas sekolah dengan penutup peniti karena resletingnya rusak

 

Aku masih ingat dengan jelas…

Bertiga bermain pasir membuat istana di selokan depan rumah selepas hujan

Ayah yang kadang membolehkan dan kadang melarang ketika kita ingin hujan hujanan

 

Hari ini…

Ibu disibukkan dengan dengan penyakit diabetesnya yang tak kunjung sembuh

Ayah disibukkan merawat ibu

Mbak Endah disibukkan merawat si mungil Zahra

Adik disibukkan dengan tugas kuliah sebagai mahasiswa tingkat akhir

Aku disibukkan dengan pekerjaan baru

 

Sungguh…

Aku rindu kalian semua.. keluarga ku tercinta

Dan dengan semua yang telah kita lalui…

Hanya do’a yang mampu mendekatkan kita satu sama lain

Image

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: