jump to navigation

Nasihat Cinta “ Adhi Rohadhi “ November 25, 2013

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Universe (ity).
trackback

Oleh: sahabat semesta

Farmasi ITB 2004. Tinggal sedikit lagi sah menjadi mahasiswa sana, namun tidak direstui oleh ayahnya. Beliaupun kabur ke rumah neneknya, orang terdekat dalam hidupnya, hanya untuk melakukan pembuktian kepada orang tuanya bahwa dia bisa. Setahun kemudian (2005) diterima menjadi mahasiswa di kampus ITS, di jurusan ku. Dari sinilah takdir kami dimulai.

Informasi awal mengenai mas Adhi hanya satu, menikah saat semester 6. Wuihh, gile. Batin ku, ini bukan mahasiswa sembarangan. Perkenalan awal yang singkat karena beliau saat itu sibuk skripsi danaku sebagai mahasiswa baru masih sibuk ospek jurusan. Aku sebenarnya lebih suka manggil kang Adhi. Yap, karena beliau asli kota kembang Bandung. Namun telat tahu.  Kata beliau “udah panggil mas aja ga papa, mas masih ada darah jawa”. Sedikit sekali memori tentang beliau, tapi dalam waktu yang singkat hubungan kami selama di Surabaya, cukup tahu satu hal, beliau baik luar biasa. Pernah beliau meminta untuk dibelikan 3 buah DVD size 6 GB. Buat ? Ternyata, beliau mengcopykan seluruh materi kuliah dari awal hingga akhir. Pesan beliau “ini buat belajar, jangan pernah dikasih ke teman yang lain. Pegang amanah ini” . Ternyata, disitu banyak soal- soal quiz atau soal UTS yang sering keluar. Hasilnya, amazing. Lulus tepat waktu dan cumlaude . Janggal sekali bagi mahasiswa  sepertiku, yang suka tidur jika duduk di barisan depan saat dosen ngajar. Kalau tidak hadir kuliah, artinya sedang tidur di kos. Maklum ngantuk, malamnya cari tambahan penghasilan, jaga lilin buat ngepet. :p . atau lebih suka nggosip sambil cengengesan saat duduk di barisan belakang. Jujur saja, hidupku di Surabaya sangat bahagia kecuali di jam jam saat harus ngedengerin ceramahnya dosen. Semua mendadak berubah seperti saat dementor datang. Kelam. Kata bijak dari @skripsit : “ jika anda punya teman yang suka curhat dan bikin ngantuk, dia berbakat jadi dosen”  Heuheu.

Yang aku ingat , bagaimana mas Adhi mengayuh sepeda tua yang jelek datang ke kos mengantar DVD itu, sibuknya beliau bolak balik ke Jogja ngambil data penelitian buat skripsinya dan terakhir bertemu di Surabaya saat beliau diwisuda. Setelah nya beliau usaha dagang (jualan), ketemu beliau lagi di Bantul, kami sama sama menghadiri kajian agama. *Hmhm.. emang sholeh. Bagi kalian cewek yang lagi baca tulisan ini, hush sana ! tutup page nya. Bukan muhrim tau..” Singkat cerita, takdir mempertemukan kami kembali setelah aku juga diterima di salah satu perusahaan asing, di sebuah kota di Jawa Tengah, tempat beliau bekerja selama 3 tahun belakangan ini.

Yang paling menonjol adalah karakternya yang kuat. Sangat berbeda. Beliau selalu memberi warna tersendiri dilingkungan tempat beliau berada. Hafalannya luar biasa. Suka memberi nasihat, dengan logat Sunda. Beliau adalah idaman para wanita semasa sekolah. Beliau banyak membina para perempuan sholehah untuk dijadikan bini #tsaah. Beliau alumnus SMAN 3 Bandung, SMA number one disana. Istrinya adalah alumni Teknik Fisika ITB. Teman satu angkatan satu SMA. Yang kini memilih menjadi istri sholehah, ibu rumah tangga, menjadi ibu bagi si Luqman kecil, anak laki laki pertama mereka. Si istripun semasa kuliah menjadi favorit lady’s bagi teman temannya. Di awal pernikahan, mas Adhi sering mendapat terror dari lawan lawannya, “ Hei adhi, gak ada hujan gak ada badai, tiba tiba main serobot aja “. … Dan sekarang, hampir sebulan aku dan beliau hidup bersama satu rumah. Kita hidup bahagia selama lama lama lama lama lamanya. —TAMAT —

Heheu, setiap malam beliau memberi nasihat kepadakuyang kini berada di penghujung masa lajang. Beliau begitu berbeda, berkarakter, tegas. Begitu semangatnya beliau memberi nasihat nilai nilai kehidupan yang ceritanya selalu berkiblat pada sahabat sahabat Rasul. Diselingi firman dan sabda, dengan logat Sunda yang menawan. Dari sekian banyak nasihat, ada satu nasihat terkeren :

Setelah engkau menikah, tidak boleh ada lagi perempuan perempuan masa lampau yang engkau cintai yang masih singggah di hatimu. Hormati istrimu yang telah menjadi pilihanmu. Pada akhirnya, engkau hanya bisa mendo’akan yang terbaik untuk perempuan yang masih engkau cintai. Hanya do’a yang bisa kita berikan  

Terdiam… hmhm.. intinya kita harus bisa move on. Toh, aku bukanlah Professor Snape yang gagal move on setelah ditinggal oleh Lily Potter dan akhirnya memutuskan hidup sendiri sampai mati. Tolol banget dia. Jangan tiru Snape! tirulah James Potter yang suka nyerobot pacar orang lain. Haha #GagalBijak ..

Masih banyak nasihat lain tentang kehidupan berumah tangga dari mas Adhi. Dan hari hari kedepan, aku akan kehilangan beliau. Beliau pindah kerja, keterima di GE (General Electric) perusahaan Amerika yang ada di Bandung. Memenuhi permintaan istrinya agar segera kembali ke kota asal mereka. Agar mas Adhi tiap pagi tidak perlu menelepon istri dan anaknya. Agar tiap pekan mas Adhi tidak mondar- mandir Jepara Bandung. Sediih… aku kembali kehilangan sahabat, kakak, guru dan lebih dari itu semua. Mengapa setiap kami dipertemukan, selalu singkat saja.. Tapi bersyukur bahwa Allah masih mempertemukanku dengan orang- orang baik. Allah memang baik.. muachh… Janjiku pada beliau, “ mas aku ntar pengen main ke rumah mas Adhi, ketemu Luqman juga”. “ Silakan, kata mas Adhi. Yap, aku berjanji untuk ke Bandung lagi, keempat kalinya. Pertama dulu setelah lulus SMA sebulan disana, Kedua,  seminggu saat masa kuliah ada pelatihan Indofood, Ketiga, saat weekend masa Kerja Praktek di ConocoPhillips, perusahaan minyak Amerika di Jakarta.
Misi utama tiap ke Bandung selalu sama, menjenguk sebuah makam. Makam itu terletak di dalam komplek sebuah kampus ternama disana. Di makam itulah, kukubur mimpiku. Empat setengah tahun yang lalu.

Thats All, tulisan ini memang tanpa arah. Maklum,  Insinyur, bukan sastrawan.

Begitulah aku, lebih mengagumi orang orang menurut versiku sendiri, orang orang yang tidak dikenal oleh media. Mereka adalah pahlawan-pahlawan tak dikenal dalam hidupku. Karena mengagumi tokoh-tokoh yang tiap hari muncul di media sudah terlalu mainstream. Mual dan bikin muntah. Ingin sekali rasanya men-snipper mereka biar mati, biar bernasib sama seperti Lincoln dan John F Kennedy.

Kata Mario Teguh “ Jika engkau mencintainya, engkau akan menerima masa lalunya sebagaimana engkau tak akan berbahagia jika engkau tak berdamai dengan masa lalumu”

Paham ga ? Santai, aku juga nggak paham. Kadang Mario emang freak. Mendingan nonton StandUp Comedy daripada nonton Golden Ways  #sikap

Advertisements

Comments»

1. anre - October 11, 2014

siip

semesta - October 12, 2014

thanks :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: