jump to navigation

Keras Kepala December 21, 2014

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Disekitar Kita.
add a comment

Oleh: sahabat semesta

Aku mencintaimu dan aku ingin memperjuangkanmu dalam tindakan“, kataku saat itu

Aku tidak mau memberi harapan, katamu menolak tawaran.

Lalu, dilain waktu kamu justru resah menanti seseorang yang kamu harap datang. Meski kalian dekat, namun cintanya pun tidak kamu mengerti. Kamu memilih ketidakpastian daripada kepastian. Bukankah selama ini kamu sendiri yang menuntut kepastian?

Ketika kamu mencari kepastian, aku datang
menawarkannya. Lalu, kamu justru ragu memberikan kepercayaan. Aku tidak mengerti seperti apa dirimu. Seperti aku tidak tahu fisik dan rupa mu, karena… kita memang belum pernah bertemu bukan ?…

Dan di lain hari kamu resah mencari. Mencari sesuatu yang jauh, sesuatu yang bahkan tidak kamu kenali. Sesuatu yang katanya telah disiapkan Tuhan bahkan sejak kamu belum lahir. Apa kamu tidak pernah bertanya pada diri sendiri bahwa mungkin ia menciptakan kita sebagai takdir itu?

Aku mungkin harus menghilang dari kehidupanmu, entah sebentar atau selamanya.. agar kamu sadar dan menyadari bahwa ada yang hilang dalam hidupmu. Kesadaran yang membuatmu mengerti bahwa ada orang yang memiliki perasaan
yang bahkan tidak kamu rasakan. Bahwa ada orang yang mencintaimu kala kamu takut dan bertanya- tanya apakah ada orang yang bisa jatuh cinta padamu. Karena aku akui, kamu itu sungguh sungguh keras kepala.

Kita memang belum bertemu. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dikemudian hari. Harapanku dan harapanmu mungkin saja berbeda. Namun, siapa sangka bila ternyata muara kita sama. Aku berdoa seperti itu, entah denganmu

Yang Aneh September 11, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita.
add a comment

Oleh: sahabat semesta

Baru saja ayahku menelpon

agar berhati hati di dunia kerja

Ayah bilang:

di negeri saja banyak terjadi kecurangan, perselisihan antar pegawai, apalagi mas di swasta..Hati- hati ya mas, banyak macem type nya orang bekerja itu….

Aku hanya sesenggukan menanggapi pernyataan ayah.. sesenggukan karena rindu yang teramat..

Ayah juga berpesan untuk menjaga shalat jamaah, menjaga sholat sunnah nya

Hmhm , shalat sunnah ? aku seperti ditampar … bahkan akupun sudah lupa kapan terakhir tahajud…

Disisi lain…

Sesaat sebelum ponsel ku bergetar oleh panggilan ayah, ada seorang anak kecil yang tiba tiba muncul lantas  berpamitan kepadaku

berpamitan… seolah olah aku takkan pernah kembali menemuinya…

seolah olah aku akan pergi jauh sekali

ke negeri yang siang dan malamnya tidak seperti siang dan malamnya bumi

Sahabat, kamu pernah mengalami hal aneh seperti yang aku rasakan itu ?

Jika iya, berarti aku tidak sendirian.

Terima kasih telah menjadi teman bagiku…

Quote July 26, 2013

Posted by semesta in Buah dari-Nya, Disekitar Kita.
add a comment

Oleh: sahabat semesta

 

Jika aku menjadi dosen

Maka aku harus selalu berpura- pura menjadi orang baik

 

Jika aku telah diberi hidup

Mengapa enggan berbicara tentang kematian

 

Jika aku jujur

Tidak akan lulus dari SMA atau naik jabatan di perusahaan

 

Jika manusia pandai

Tentu tidak akan pernah menerima tawaran menjadi khalifah di muka bumi

 

Jika langit, gunung  dan bumi bodoh

Pasti menerima tawaran menjadi khalifah di bumi

 

Jika menjadi manager oil company di anggap hebat

Maka seorang tahfidz (penghafal) Qur’an adalah superior hebat

 

Jika semua agama benar

Mengapa ada peperangan..

 

Manusia pandai memberi nilai

Namun enggan meng-koreksi

 

Berpuasalah, maka engkau akan mengerti mengapa harus makan

Merantaulah, itu yang membuatmu tahu kenapa kamu harus pulang

Mati lah, maka engkau akan tahu untuk apa engkau dihidupkan

mengapa asing lebih dicintai June 26, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
6 comments

Oleh: sahabat semesta

Selama Pertamina belum berani menggaji para employee nya lebih tinggi

Dan meningkatkan safety nya

Maka mahasiswa mahaasiswa cerdas prefer ke foreign oil company

Dan aku senang dengan hal tersebut

Masalahnya dua, salary and safety

Aku pernah kerja praktek di salah satu BUMN dan di salah satu perusahaan minyak Amerika, ConocoPhillips

Bukannya tidak nasionalis, tapi saya mendapatkan international standart environment, mutual respect among employee, professionalism, full service, high safety di ConocoPhillips

Lagi lagi dengan embel embel BUMN, perusahaan ini kerjanya agak ngawur dan asal jalan

Kita memang membutuhkan sosok Soekarno. Apa perlu kita menggali kuburnya agar kembali bangun dan menjadi pemimpin negeri ini lagi ?

Agar Indonesia bisa seperti Venezuela.

Kita sama-sama negara kaya minyak. Tapi bedanya negara yang disebut kedua bisa mandiri

Pertamina (NOC)  memang miskin SDM handal jika dibanding foreign oil company.

Ditambah pula konsumsi penduduk Indonesia yang melebihi kemampuan produksi minyak Pertamina, mengakibatkan kita harus impor minyak

Jadi tidak perlu menyalahkan siapa siapa…

Awal mula.. dulu sekali.. Pemerintah mengundang perusahaan minyak asing untuk memilih lahan atau blok di seluruh Indonesia setelah dianalisa geologist engineer. Dan lahirlah perjanjian kontrak untuk beberapa tahun. Pemerintah mempersilakan perusahaan minyak tersebut melakukan eksplorasi di tanah Indonesia selama beberapa tahun sesuai kesepakatan kontrak dan erjanjian yang lain, yang kemudian diatur oleh BP Migas.

Untuk sekedar tahu.. biaya untuk melakukan drilling pertama untuk mengetahui suati titk x,y ada minyak atau tidak. Perlu biaya US 200juta Amerika. Atau setara Rp 2T. Sebuah gambling yang tidak kecil. Sehingga semua perusahaan minyak bermodal kecil ketar – ketir. Termasuk Pertamina. Walau sudah dianalisa misal terdapat liquid oleh para engineer, tapi liquid tersebut bisa berupa air, lumpur atau benar benar minyak. Siapa tahu ?

Kata katanya, Pertamina mulai menggeliat. Kita do’akan saja.

2010 lalu Exxon Mobil habis kontrak untuk blok Cepu yang sangat besar, tapi miskinnya kepercayaan pemerintah kepada Pertamina untuk mengolah blok Cepu yang sangat kaya minyak, menghasilkan keputusan untuk memperpanjang kontrak ke pihak Exxon.

2012 lalu, Dahlan Iskan bertanya kepada Karen, CEO Pertamina. Lebih tinggi mana produksi minyak Pertamina dibanding Petronas (NOC  nya Malaysia). Jawab Karen, tentu lebih tinggi Petronas. Padahal kita tahu sendiri, tahun 70-an Petronas masih belajar ke Pertamina. Dan Karen menimpali bahwa Pertamina untuk kedepannya bisa menyalip Petronas dengan mengakhiri blok Mahakam- Kaltim yang selama ini diakusisi Total EP, Perusahaan minyak asal Perancis. Tapi apa daya, keraguan pemerintah disertai keraguan para menteri lain seperti Jero Wacik terhadap kemampuan Pertamina untuk mengakusisi Mahakam yang sudah habis kontrak 2012 kemarin kembali gagal. Miris bukan. Tapi dengar dengar ada kepentingan politik untuk 2014 dari beberapa menteri asal Demokrat mengapa Total EP tetap dipersilakan untuk me ngebor minyak di Mahakam. Entahlah… Politik tahi kucing, begitu kata Soe Hok Gie.

Saat ini lahan minyak milik  BP, perusahaan minyak asal British, beberapa sudah diakusisi Pertamina Hulu Energi. Walaupun blok terbesar BP, yakni di Tangguh Papua masih sah milik BP. Tapi setidaknya ada kemajuan.

Dan rencana- rencana , beberapa site milik Conocophillips di Jambi atau Natuna, ada beberapa yang mau diakusisi Pertamina. Kita tunggu saja.

Mengapa banyak pihak masih meragukan Pertamina? Katanya waktu kasus WMO (West Madura Offshore) milik HESS waktu itu diambil alih Pertamina, awal- awalnya Pertamina memang tidak siap baik SDM maupun Teknologinya. Hingga sempat berhenti produksi di bulan bulan awal. Hmhm…

Dan jangan salah wahai kalian yang katanya. Jero Wacik mengungkapkan bahwa industri minyak dari perusahaan asing menyumbang APBN per tahun sekitar 360 T. Atau sehari 1 T. Makanya ketika MK membubarkan BP Migas, Presiden SBY segera menugaskan kementerian ESDM agar tidak terjadi gejolak dari perusahaan minyak asing sehingga dana APBN selamat. JW pun rapat dan mengambil keputusan tepat bersama staff ahlinya sd pagi hari. Dan itu menjadi malam terpanjang Jero Wacik selama menjadi Menteri ESDM. Begitu yang saya dengar langsung dari beliau saat acara IBS di Jakarta kemarin.

Lagi lagi masalah SDM dan Teknologi (Pertamina)

Lagi lagi masalah salary dan safety

Contoh sahabat dekatku, Bapak Didik Wibisono dan BapakPangestu

Bapak Didik adalah manager  OEE di ConocoPhillips dengan gaji 110 juta per bulan

Dan bapak Pangestu adalah manager Supply Chain di Pertamina HE dengan gaji hanya 40 juta per bulan

Belum masalah safety. Karena  bagi kaum engineer seperti kami, safety adalah hal terpenting. Apalagi jika di offshore yang memiliki risk sangat tinggi

Ku tahu peliknya dunia minyak saat kuliah

Padahal dulu ketika SMA tergila- gila dengan tambang. Berjuang mati- matian untuk bisa masuk FTTM- ITB. Dan akan memilih jurusan Teknik Pertambangan, bukan jurusan Teknik Geofisika, Teknik Metalurgi atau teknik Perminyakan.

Namun, rencana Allah lebih indah daripada rencanaku, bukan begitu ?

Jangan pernah menjudge bahwa mereka anak negeri yang bekerja di perusahaan minyak asing adalah para pengkhianat bangsa. Cari tahu mengapa! Dan lihatlah siapa kita ?

Kita punya cara tersendiri untuk mencintai negeri elok ini [Ainun]

I LOVE INDONESIA

Salam !!!

Lampu Neon Ibukota February 2, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Journey, Sharing w/ Us, Universe (ity).
5 comments

Oleh: sahabat semesta

Jakarta, 29 Januari 2013

Pagi ini, Menulis sambil sesekali tertidur…

Setelah semalam lelah mengerjai dua adik kelas kampus…

Berkeliling Jakarta dengan dua mobil , menikmati Jakarta tanpa macet dan tanpa banjir

Mengelilingi bundaran HI sampai tiga kali seperti orang bego, Mengecek tempat pijat plus plus (teman teman gw bejat), check in di RS persalinan, keliling blok M melihat kupu kupu malam mencari pelanggan di tengah malam tepi jalan.. #semuanya dalam rangka meng-isengi salah satu dari kami

22 Jan 13

Jakarta…gw sudah tidak hafal, sudah berapa kali gw ke Jakarta,. Bosan? Maybe..  setelah suffer 18 jam di dalam kereta dari Surabaya, kami berdelapan dari kampus ITS menuju ibukota untuk training “oil&gas pipe stress analyse” selama 5 hari di salah satu perusahaan bidang training migas di Jatipadang, Ragunan Jaksel. Datang disaat banjir menenggelamkan ruas ruas jalan ibukota. Satu-satunya alasan kenapa kami berangkat adalah informasi bahwa KRL dari Manggarai menuju Bogor masih beroperasi. It means, Jaksel tidak banjir. Apalagi Depok. Masih aman. Dan exactly, kekhawatiran kami terjadi,, planning awal kita turun di St Jakarta kota, GAGAL ! Kereta hanya bisa sampai St Senen karena jalur ke barat rel masih tergenang banjir. Dengan terpaksa kita turun di St Senen, St jalur susah karena dari kita ingin menuju Jakarta Selatan …Metromini 17 kita naiki sambil menelusuri jalan Kramat Sentiong dan Salemba. Yap,, st Cikini di depan mata. Segera kita memesan tiket KRL jurusan Depok. Setelah berdesak-desakan khas KRL ekonomi, kita berdelapan terpisah menjadi empat. Ada yang ke Pasar Minggu, ada yang ke Ragunan, dan gw sama Fahmi baru turun di Stasiun Universitas Indonesia menuju sekretariat beasiswa KSE cabang UI. Mandi,, makan,, dan tidur sampai sore. Malamnya Fahmi sibuk megunjungi pacarnya karena kebetulan pacar dia memang mahasiswa UI. Ah,, sudah banyak sekali mahasiswa ITS yang punya pacar di UI. Of course, semuanya LDR-an.. apalagi di KSE,, wuuuuh,, LDR adalah jalan terbaik. Pasangan pasangan UI-ITS, ITS-ITB, ITS-IPB, ITS- Udayana bahkan ada yang pasangan ITS-USU (Medan).. gila dunia ini…..Gw sendiri dulu pernah punya hubungan khusus dengan anak UI, walau akhirnya semuanya berakhir kandas. Tapi, kata temen gw, don’t be sad ! Emang cewe cantik cuma dia doank…haha

Hari hari berikutnya di Jakarta selalu gw isi dengan rutinitas pagi naik KRL St Depok turun di St Pasar Minggu. Hanya berbekal seribu perak udah nyampek. Lanjut menyusuri pasar minggu Jakarta yang kumuh gila. Jalanan sempit tak ayal membuat macet. Belum ditambah tanpa tatanan pedagang pedagang liar yang memenuhi sisi jalan.  Berjalan menuju arah Robinson- Ramayana, selanjutnya naik angkot S15A dan turun di Koperasi Jati Padang. Begitu juga dengan sore harinya selama seminggu penuh. Ehm walau kadang gw curang hanya dengan tiket seribu tapi ndak naik KRL, naiknya Commuter Line. Haha.. ya maklumlah, kan mahasiswa, Lagian toh gw juga berdiri di Commuter. Deket lagi, Cuma melewati 4 stasiun. Pasar Minggu- Tanjung Barat- Lenteng Agung- Univ Pancasila. He.. he… Ketika gw tiap hari harus PP Ragunan- Depok, maka teman teman gw yang lain lebih memilih nge-kos di depan tempat training. Kadang sebelum pulang ke Depok gw juga mampir. Apalagi dua hari terakhir. Gw tidur sana gan.. Bayangin, sekamar berisi 9 orang. Mahasiswa gila.. Untung ada Air Conditioner nya.. jadi adem deh. Sontak beberapa dari kami berubah menjadi maho- mahasiswa homo. Hmhm…Kata Edo “ kalo sebulan disini, gw yakin kita semua bakal berubah jadi maho”.. Untung setelah di cek di RS, semuanya tidak ada yang hamil .. Hehe…

Soal makan, jelas lebih murahan Depok daripada Jaksel,, gw pernah sekali menerima ajakan temen temen untuk makan malam bareng. Makan di Hok- Ben sama makan di warung pinggir jalan harganya samee. Ya kita pilih Hok- Ben lah… Dan malam- malam selanjutnya gw jalan bareng sama teman teman semua menikmati malamnya ibukota yang penuh kemunafikan. Hal yang harus lu sadari tiap ke Jakarta adalah : Lu tidak perlu khawatir jika lu miskin se miskin apapun. Gembel atau ndak punya rumah. Its not important ! Yang paling penting adalah bagaimana lu bisa berpenampilan layaknya orang gedongan. Dari sisi pakaian yang selalu up to date dan ndak nora. Terus jangan lupa pegang gadget atau i- pad. Ditambah make-up sedikit aja. Lu udah kaya orang yang berduit. Semua manusia yang lu lihat di Jakarta hampir semuanya demikian. So.. please take own conclusion ? You must use mask in there !!

# Malam sebelum malam terakhir

Setelah diskusi ringan, kita sepakat untuk menuju Blok M? Ngapain? Cari gule,, Itu alasan yang kedua sob !! Alasan pertama adalah “ cuci mata”. Di Blok M ( sekitar depan SMAN 6 Jakarta—SMA ini terkenal banget dengan tawuran nya- Kalo lu lihat di TV, tuh kemarin sampe makan korban jiwa musuh SMAN 10).. Nah disitu tiap malam udah lo nongkrong aja. Di Sevel juga boleh.. Sevel? Bagi yang belum tahu, nih gw jelasin . Sevel atau Seven Eleven, Adalah sejenis minimarket tapi untuk kalangan hig- class. Sama kaya Circle K, Indomaret atau Alfamart. Tapi di Sevel ada tempat duduk di dalam, ada Wi- Fi dan di depan Sevel selalu berjajar kursi- meja untuk nongkrong. Semua yang di jual di Sevel adalah impor product. So, jangan ngharap di sana lu bakal nemuin Sari Roti, Vegeta, Indomie, QTela dan lain- lain. Sevel (7-11) identik dengan cewe cantik Jakarta yang nongkrong tiap malam. Kita seolah- olah adalah orang berduit jika udah nongkrong di Sevel. Dari Jatipadang kita lebih milih naik Trans Jakarta (Busway Vehicle) arah Kuningan Barat, transfer ke Kuningan Timur menuju arah Semanggi. Dari Semanggi kita transfer lagi ke arah Blok M. Total 1.5 jam kira- kira waktu yang kita butuhin dari Jaksel menuju Jakpus ini. GBK dan Balai Sarbini adalah saksi bisu perjalanan bodoh kami malam itu.  Pulangnya kita naek Metro Mini75

# Bapak Djoko Purwanto Pangestu –  Pak Pang !!

26 Jan 13

Hari ini hari Sabtu, khusus hari ini training dimulai pukul 13, tidak pukul 8 pagi. Hari ini adalah hari dimana tepat gw brumur 22 tahun. :). Ga nyangka, udah tuwa banget gw. 22 ! Usia dimana gw akan dapat gelar Insinyur dari kampus teknik ternama negeri ini, ITB !! Eh salah.. ITS.. hehe. Insya Allah.. Di hari ini gw silaturahim ke rumah Pak Pang. Beliau asli orang Candirejo, Magetan. Kita satu almamater, SMAN1 Magetan. Beliau S1 di ITB Teknik Perminyakan. Wuiih keren. Beliau sekarang menjabat sebagai salah satu manager di Pertamina Hulu Energi. Istrinya kerja di Pemkot Depok. Juga asli SMAN1 Magetan. Beliau punya 2 anak cewek, kebetulan saat gw kesana karena hari Sabtu, mereka pada libur. Yang sulung kuliah di Jerman, yang kedua sekolah di SMA yang masuk 25 SMA terbaik se- Indonesia, SMAN 1 Depok. Dari St. UI gw naik KRL jurusan Bogor. Melewati St Pondok Cina- St Depok Baru dan St Depok,, sampai deh di St Citayam. Selanjutnya gw naik angkot 5A ke Permata Depok. Sesampai disana sambutan hangat gw terima. Cerita cerita, ketawa, makan rawon dsb. Kaya udah lama kenal. Padahal ya ini baru pertama kali kami bertemu setelah sebelumnya hanya saling SMS-a. Hem.. Pak Pang sekeluarga orangnya supel banget dan Hebring. Kedua anak dan istrinya juga cepet banget akrab sama gw. Selanjutnya sekitar jam 11 kita meninggalkan Citayam, dan gw diantar sama mereka sekeluarga menuju tempat training gw pake mobilnya sekalian berkeliling Jaksel. Uhhh… Baik bangeeet sih kalian…. Makasih bapak…” See u next time “, kata beliau sebelum gw turun dari mobilnya.

# Ap-Greid Oil&Gas Design Course

Thanks banyak sudah ngasih kita banyak ilmu selama seminggu di Jakarta. All about Caesar ! All about Piping !! All about Design of Piping !! All about Oil&Gas Piping!! All about Pipe Stress Analyse !! Kita akan terus belajar. Thanks atas Karir Migas nya, share pertanyaan saat wawancara kerja, CV versi Migas, FGD, expected position, expected salary, jenis jenis company migas dari mulai KKKS, GeoSurvey, Drilling, Inspection, Safety sampe akar- akarnya. Singkat kata, Oil& Migas adalah harga mati.. Masih ada final task yang harus gw kerjakan dan bawa pulang,, sebelum itu kelar dan benar.. kita belum dapat sertifikat…KeepSpirit.
— Engineering in my blood –

# Sekre Paguyuban KSE UI –  Masjid Al- Ikhlas Jati Padang

Thanks buat kawan kawan KSE- UI, ketemu lagi kapan ya..? TM IPB ga jadi, huhu.. TM UGM lah, Insya Allah.. Buat kang isa, kang fian, neng icu, neng april, kang yaqqin , kang zuko, neng ria, neng reni, dan defiq ( Switzerland man) dan semua orang yang gw temui di sekre termasuk adik adik bisma dari usu medan- unand –padang  udayana- unsrat manado dan unmul samarinda batch v

Thanks buat masjid Al Ikhlas.. huh,, adem gw setiap shalat disitu.. hafalan imamnya pada bagus,,suratnya yang dibaca saat jamaah selalu panjang. Alhamdulillah…

# Malam terakhir

Bejat… Dari awal kita udah ngerjain dua adik kelas kami untuk menjemput kami ber-9 pake mobilnya. Sebenarnya temen temen kami seangkatan asal Jakarta yang kuliah di jurusan kami juga banyak. Tapi mereka ga pada pulang. Ya kita kan udah mahasiswa paling tua. Persiapan skripsi…
Tak lama kemudian dua mobil menjemput kami,, pertama kita makan sate di daerah Panglima Polam. Selanjutnya…
Kita menuju tempat pijat plus- plus.. parkir di depan lokasi, Cuma kita diam aja di dalam mobil.. Sang germo sudah mengode kita untuk segera masuk.. Tapi dasar arek arek teman gw berkelakuan bejat, kita cuma senyum senyum dr dalam mobil, Kira kira lima menit baru kita cabut. Kegilaan selanjutnya kita check-in di RS persalinan. Buat? Cuma numpang kencing doing… C****k.. Ga waras. Selanjutnya kita begitu leluasa mengelilingu jalanan ibukota. Malam sudah larut, Jakarta udah ga macet. Juga udah ga banjir. Wuih.. kita seperti orang gila mengelilingi bundaran HI sampe tiga kali, ke Tugu Monas, ke gedung UOB ( masih terlihat PMK di sana) , melewati beberapa gedung gedung Kementrian RI tempat para menteri dan seluruh pegawainya bekerja, Senayan, GBK dan masih banyak yang lain. Kita juga ke blok M untuk melihat kupu kupu malam berdiri di tepi jalan menunggu pelanggan. Lagi lagi teman teman menunjukkan kebangsatan nya. Kita ngasih PHP ke kupu kupu malam. Sesaat di depan mereka, mobil kita pelankan dan di rem seakan mau berhenti. Tepat didepannya kita tancap gas..

Kita berkeliling Jakarta sampai hari berganti… kita adalah pemilik sah jalanan ibu kota. Kerlap kerlip lampu neon ibu kota memanjakan mata gw. Lampu Neon ibu kota…..
Pagi harinya sebelum gw benar benar pulang, masih gw sempatkan melihat Monas sekali lagi, Masjid Istiqlal, Kemeterian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM dan lainnya

 

Maybe I know, somewhere deep in my soul

That love never lasts

And we’ve got to find other ways to make it alone

Or keep a straight face

And I’ve always lived like this

Keeping a comfortable distance

And up until now I had sworn to myself that I’m content with loneliness

Because none of it was ever worth the risk

 

#you are the only exception

and I’m on my way to believing

 

versi jakarta, boleh kan nulis pake “gw” ?

mihihi…

Bapak Bapak di BNI tadi Pagi January 15, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?.
7 comments

Oleh: sahabat semesta

Malam yang dingin adalah waktu yang tepat untuk kita isi dengan menulis disaat luang..

Malam ini baru saja aku pulang dari pengajian di masjid Al- Amin,
Prinsip yang selalu kupegang, akan selalu berusaha hadir mendengar siraman rohani dari ustadz, akan selalu berusaha sholat fardlu di awal waktu..Insya Allah

Malam ini yang penuh guyuran hujan di luar sana, membanjiri jalan jalan di kota Surabaya, 3.5 tahun merantau di Surabaya, hafal lah mana jalan yang biasa banjir, mana jalan yang berlubang, mana jalan yang rawan macet, mana jalanan favorit para pembalap liar, mana jalan tikus, mana jalan yang sesak dengan etnis tionghoa, mana jalanan yang dipenuhi suku Madura, dan….  (walaupun sebenarnya aku dulu lebih tertarik menghafal jalanan di kota Bandung atau kota Depok,,bukan jalan jalan di kota Pahlawan)

Tulisanku ini tentang kejadian di (bank) BNI cabang ITS tadi pagi.. karena bank ini di dalam kampus, seperti biasa selalu dipenuhi dengan mahasiswa, karyawan maupun dosen ITS..

Datang sekitar pukul 08.00 pagi, padahal pukul 10.00 aku harus menghadapi ujian mata kuliah “Statistics and Experimental Planning”. Biasanya,, tiga jam sebelum ujian aku baru belajar, tapi tidak untuk kali ini.. aku sudah sangat faham dengan materi :-) ya.. akuadalah typical siswa yang cepat faham namun juga cepat lupa.. ya maklum kalo belajar selalu H- beberapa jam sebelum ujian.. sifat yang umum dimiliki oleh mahasiswa teknik (engineer), artinya aku adalah engineer yang baik. Ciri engineer baik yang lain adalah kuliah jarang mandi, penampilan berantakan, hidup di Lab dan santun,, heheu

Kudapat antre nomor A013, sedangkan LCD screen masih menunjukkan A003, artinya giliran ku masih 9 orang lagi, aku pun duduk di kursi empuk bank BNI sambil menunggu,, Stasiun TV One yang diset sama operator sedang menyajikan berita hasil undi nomor urut 10 partai peserta Pemilu 2014. Disaat yang bersamaan pun nasabah lain terus berdatangan dan mendapat nomor antri di belakangku. Tiba tiba datang seorang bapak yang baru saja datang dan mendekat padaku serta berkata “ mas.. bisa geser.. oh ya silakan bapak, timpalku. Kami berdua tidak banyak bicara, beliau sibuk dengan handphone nya,, tapi dari bagaimana beliau berpenampilan,, serta mimik mukanya,, sudah bisa dipastikan beliau adalah seorang dosen, dosen yang baik (aku rasa terkadang kita bisa menilai dari paras wajah dan aura seseorang, apakah dia orang baik atau bukan)..

Cukup lama kami berdua menunggu, sudah lebih 20 menit, sementara disaat yang bersamaan nasabah lain terus berdatangan dan tentunya mendapat nomor antri jauh dibelakangku.

Tiba tiba datang seorang satpam bank dan mendekat ke kami, “bapak sudah dilayani?” Tanya satpam “Belum, “jawab si dosen. “Mau transaksi apa bapak” , “ Mau transfer mas”, “ Ok, mana bapak form nya, aku bantu”

Akhirnya satpam maju menuju salah satu teller, berbincang sebentar dan kembali lagi mendekat ke kami. “Silakan bapak langsung ke teller 02” “Oh, makasih mas…. Si dosen langsung bergegas ke teller yang dimaksud si satpam. #

Gumam ku, “what the fucking hell moment” tapi aku cepat tersadar bahwa sekarang aku berada di Indonesia. Seandainya aku jadi bapak, aku akan mengatakan : Oh.. tidak mas, aku menunggu saja seperti yang lain” Tapi sepertinya dosen ingin menghargai effort sang satpam untuk memberikan service? yang memuaskan terhadap (beberapa) customer nya.

Akhirnya giliranku tiba, cukup lama dan beragam transaksi yang aku lakukan dan ada satu form yang belum lupa aku ambil, aku menuju tempat pengambilan form sementara si mbak teller masih processing melayaniku, di tempat pengambilan form, kuisi sebentar kolom kolom yang harus diisi, datang lagi seorang bapak (kelihatannya juga dosen), bapak yang berbeda dengan tadi, yang baru saja masuk ke bank ini dan mendekat ke arahku dan menanyakan mana form penarikan itu.. setelah kujawab langsung kembali ke teller untuk melanjutkan transaksi yang belum selesai. Beberapa saat sebelum selesai, aku menoleh ke teller samping dan kudapati bapak yang baru saja datang dan menanyakan mana form penarikan tadi kini sudah mendapat pelayanan.. lha… ? Kejadian yang sama terulang kembali..

Terkadang praktek kecurangan bisa datang ke kita walau hati dan perangai kita lurus, karena system dan culture yang begitu buruk di sekitar.. hal yang patut kita wapadai.

Teringat kata professorku lulusan UTC Perancis saat menyampaikan intermezzo sebelum kuliah Composite Mechanics di kelas beberapa minggu kemarin

“Tanda negara mau maju adalah maraknya KKN di negara tersebut, seperti China, Singapura dan beberapa negara lain, dulu sebelum mereka maju juga seperti Indonesia saat ini”
— Believe it or not, depend on your insight —

Et qu’aurions-nous à ne pas placer notre confiance Allah, alors qu’Il nous guidés sur les sentiers [que nous devions suivre]? Nous endurerons sûrement la persécution que vous nous infligez. Et ceux qui ont confiance Allah s’en remittent entirément à Lui.  (Q.S Ibrahim : 12)

Indonesia, Aku Ingin Mengajar ! January 7, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us.
9 comments

Oleh: sahabat semesta

Cerita dari Rene Suhardono ( sahabat Anis Baswedan, keduanya sama sama penggagas Indonesia Mengajar )

Angkatan 1 di tahun 2009 (November) mereka khawatir kalo sepi pendaftar,

Cukup wajar, kita mendaftar untuk dikirim mengajar anak anak SD di pelosok nusantara, kita dikirim ketempat dimana kita sendiri tidak tahu, mendengar nama daerahnya mungkin juga saat sebelum diberangkatkan, di daerah nusantara yang tidak ada listrik dan signal

Kita tinggalkan kemewahan dan kemapanan hidup di tengah kota, untuk Indonesia ! Karena hidup adalah pilihan, dan pengorbanan, jangan berharap dikenang jika tidak ada pengorbanan ikhlas yang mulia..

Dan diluar ekspektasi, Indonesia Mengajar wave 1 (2009) mendapat pendaftar sebanyak 1383, dan hanya di ambil 50. Amazing…

Ternyata masih banyak orang di negara ini yang masih peduli akan nasib Indonesia,,,

Kontribusi yang konkret,, tidak sekedar aktif sana sini, sok kritis, suka demo dan sebagainya,,, Cara- cara Klasik dan Tolol..

Kita tidak butuh orang yang tiap hari menghiasi Koran, TV atau media yang lain,,, dengan kasus- kasus yang ada [Pak Dodit ]

 

Berikan aku kesempatan, bukan belas kasihan ! Biarkan aku berkarya untuk Negara dan Bangsa Indonesia

! INDONESIA BISA MENJADI NEGARA ADIDAYA !, asal kita mau berkorban,

Tidak sekedar berfikir untuk perut, bagaimana saya kaya, bagaimana saya sukses, bagaimana keluarga saya bahagia banyak harta, bagaimana saya berpangkat tinggi berpenghasilan besar…

see this video !

Klik disini 

Mendidik bukanlah hanya tugas seorang guru Tapi mendidik adalah tugas setiap orang yang terdidik [Anies Baswedan]

Magetan, What do you want ? December 16, 2012

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?.
14 comments

Oleh: sahabat semesta

Kesibukan sebagai mahasiswa teknik di Lab membuat lama tidak menulis, Ehm.. tapi kali ini aku menulis dengan sedikit kesal,, karena banyaknya materi sebagai bahan ujian besok sangat tidak masuk akal. Memang dosen yang kurang sadar diri. Jarang sekali ngajar, sekali ujian semua materi dibebankan. Untung diskusi kecil dengan teman teman membuat kami memahami semua materi ini. Ya.. semua tahu, sama dengan kebanyakan dan mayoritas dosen se ITS.. Lebih suka mroyek daripada ngajar di kelas.. Apalagi sebagai institusi teknik, semua perusahaan (industri) selalu berbondong mengajak dosen dosen kami untuk mroyek. Sering sekali tiap hari kulihat dijurusanku berkeliaran orang orang asing dengan baju kerja dan logo perusahaan yang menempel di bajunya. Ehm.. bagaimana tidak menggiurkan, uang yang diraup dosen sekali dapat proyek kira kira 50x lipat daripada gaji bulanannya sebagai dosen.

Hmhm.. kali ini kutulis tentang  kunjungan SBY ke kota asalku magetan beberapa waktu lalu.. benar perkiraanku,, semua masyarakat begitu heboh menyambutnya. Ku pantau dari status adik kelas di FB, dari blog orang magetan dan dari media yang lain.. masyarakat kami girang bukan kepalang saat tanahnya dikunjungi orang nomor satu negeri ini. Bahkan sebuah stasiun televisi menyiarkan berita heboh ini.

Bisa sangat ditebak, bagaimana aura SBY mampu membuat magetan simpatik. Semua warga berdiri dijalan, anak anak TK, guru, ramai melambaikan tangan untuk beliau. Hmhm.. engkau berhasil merebut simpati mereka. Seolah olah mereka buta dan enggan tahu diri atas segala kekacauan yang menimpa Indonesia saat ini. Korupsi di partaimu, kebijakan kebijakan yang kadang terkesan lamban seperti penarikan polisi sebagai penyidik KPK dan masih banyak yang lain. Ku dengar, kini engkau sedang bingung menentukan siapa capres untuk 2014 dari Demokrat. Kasihan…

Walau engkau mampu menarik simpati masyarakat kami magetan, tapi tidak untukku. Sama sekali tidak simpati terhadapmu. Masih teringat jelas di ingatan saat engkau SBY mengunjungi kampus kami ITS.. kami mohon maaf karena engkau SBY tidak mendapatkan sambutan hangat seperti yang engkau dapatkan di Magetan, melainkan kami sambut dengan demonstrasi bersama teman teman aktivis lainnya dari Unair. Kami mahasiswa adalah tidak polosseperti mereka..

Magetan.. mengapa kalian begitu polos dan acuh dengan kondisi bangsa saat ini? Jujur, setiap aku mudik berharap ada suatu penambahan infrastruktur, tapi lagi lagi hanya harapan kosong…. Apakah itu artinya memang aku dilahirkan di sekeliling orang orang yang tidak mengerti akan perubahan..Radio- radio masih meneriakkan berita kebohongan, dan kebenaran hanya ada di langit.. dunia hanyalah palsu… palsu… Ku lihat di TV kau juga mendampingi SBY kemarin bersama bapak Gubernur. Aku lihat di foto, tampak muda mudi SMA yang mengenakan jas merah yang tak lain adalah almamaterku tercinta juga menyambut kehadiran SBY, aku yakin, itu semua atas perintahmu (pemerintah magetan) tentunya,, karena aku tahu betul, SMA kami adalah kumpulan orang orang kritis yang berpegang teguh pada prinsipnya. Aku juga melihat bapak Hatta Radjasa mendampingi   SBY, masih ingat betul apa yang Hatta sampaikan , saat aku bertemu beliau di Jakarta kemarin . Semoga yang bapak Hatta perjuangkan disana tidak luntur oleh diplomasi diplomasi dan lobi lobi untuk mempertahankan posisi bapak disana.

Image

Magetan.. ada catatan aneh untuk engkau, aku begitu mengenal banyak orang orang besar dan luar biasa yang lahir di magetan,, yang baru baru ini aku kenal adalah manager OIM site di Pertamina..dosen dosen ITS pun banyak pula yang berasal dari Magetan, atau warek Unair..tapi ketika aku tanya mereka,, mengapa jarang pulang ke magetan ? semuanya sama… Ketika aku pulangpun , semuanya serasa berjalan mundur.  Ada satu dosen di jurusanku yang asalnya juga magetan, kami sangat akrab. Beliau juga sama dengan dosen dosen ITS yang lain, suka koleksi dan gonta ganti mobil. Pernah suatu ketika kutanya “ Ndak pulang ke magetan pak ?” jawabnya :  Males nak, kalau pas pulang ngobrol dengan tetangga tetangga sana, topik pembicaraannya bikin kita pesimis..! Tidak jauh beda denganku, saat masih SMA kelas 2 dan telah menyadari bahwa aku adalah the happy selected few.. sudah merasa tidak betah menjadi warga Magetan dan ingin bersegera menjadi warga Bandung atau Surabaya, menuntut ilmu di ITB atau ITS untuk menjadi insinyur terbaik negeri ini. Benar, saat itu setelah selasai UAN aku lansung berangkat ke Bandung mengikuti bimbel masuk PTN. Dan saat inipun, tidak ada rencana sama sekali untuk kembali menetap di magetan. So sorry ! I couldn’t give what I must give to you..

Tapi tenanglah, aku bersama teman teman SMA1 lulusan 09 kini telah menyiapkan pemimpin yang paling pantas untuk mu magetan, saat ini dia menempuh pendidikan di IPDN. Walau sudah tiga tahun lebih kita berpisah tapi setiap mudik selalu berkumpul membahas rencana besar kami bersama kawan kawan yang lain. Dia adalah pemimpin hebat, bapaknya juga seorang pemimpin besar di magetan. Dia tahu apa yang magetan butuhkan, kami teman temannya SMA, calon para insinyur, ekonom, dokter, politisi dan yang lainnya yang saat ini tengah kuliah  siap memberikan dukungan penuh untuknya di waktunya nanti. Tenang saja, karena dia mau kembali ke magetan untuk membuatmu jauh lebih oke..

Para pemimpin magetan, aku begitu menghormati anda, tapi bukankah pemimpin itu harus siap dikuliti media?

Kalau angkaku ditahan oleh pemerintah yang tidak tahan kritik, aku akan mengadakan koreksi habis habisan. Memang demikian kalo dia bukan pemerintah pandai, tentang janji saja dia lupa. Pemerintah yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Pemerintah bukan dewa yang selalu benar, dan masyarakat bukanlah kerbau (Soe Hok Gie)

Magetan, What do you want ? Aku bersama mu orang orang malang…

Mengenal tempat sejarah Dahlan Iskan di Buku “Sepatu Dahlan” November 20, 2012

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Recommended Book, Sharing w/ Us, Universe (ity).
17 comments

Sepatu Dahlan…

Tentu kita mengenal buku yang direlease beberapa bulan yang lalu

Buku yang menceritakan masa kecil Dahlan (Menteri BUMN RI gan…)

Eh,,, ketika mulai membaca beberapa lembar buku ini,, hanya tersipu sipu sambil mengangguk, ..bagaimana tidak.. tempat tempat yang disebutkan di buku “sepatu dahlan” hampir semuanya aku ketahui… lho ?! iya brur.. beliau kan kelahiran magetan, exactly kecamatan takeran.. nah itu mah masih satu kecamatan, desa beliau dengan desaku hanya berjarak 3km (terpisah oleh satu desa yang lain)…

Image

cover buku ” sepatu dahlan”

Imagehalaman pertama

Well done…

Nah kali ini akan mengupas beberapa tempat yang ada di buku ini….

1. Kebon Dalem

Kebon Dalem atau yang lebih dikenal dalem adalah daerah tempat beliau Dahlan… Dalem ini sebenarnya kompleks dari sebuah pondok pesantren di pusat kecamatan Takeran (satu- satunya pondok di Takeran dan pondok tertua se kabupaten Magetan- Jatim)

Image

2. SMP Magetan atau sekarang lebih dikenal dengan SMPn 1 Magetan

Terletak di jalan Kartini kota Magetan (selatan alun- alun)

Dijelaskan bahwa beliau sangat berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di SMP1 Magetan, namun ditentang oleh kedua orang tuanya (dengan alasan mahal #no comment)
Ibunya menyarankan untuk sekolah di MTSn Takeran saja , selain dekat juga murah…

* SMP1 Magetan adalah sekolah yang selalu menghasilkan generasi emas dari masa ke masa.. aku sendiri dulu berkeinginan sekolah disana,, tapi apa daya aku hanya diterima di SMP1 Kawedanan.. SMP terbaik kedua setelah SMP1 Magetan (// bukan pembelaan brow… ciyus..)

Ketika aku sekolah di SMAN1 Magetan (SMA terbaik se Magetan– karisidenan Madiun) banyak sekali memiliki teman- teman asal SMP1 Magetan,, mencengangkan… mereka kini kuliah di PTN terbaik negeri ini…

Desyanti (FIK UI) Robi (Elektro ITB), Debi (Mesin ITB), Riska, Gigih (FK UGM) Dama (Fisika UI, Geomatika UGM), Niar (TI UNS) Adhib, Vita (FE Unair) Cendi ,Mukti, Jefri (FK Unair), Ika yuni (TI ITS) Taufiq (Tekpal ITS) Ferio (Mesin ITS) Aang, Bayu, Restu (Elektro ITS) Adhib (Informatika ITS) Wisnu (Sipil ITS) Frengky, Buntet (FK UB) Ratih (Arsitek UB) Engkong, Cimo, Adit (STAN) Reni (Fis Unpadj) Tya (FK UII) Dhea (FK UMS)

mereka semua jebolan SMPN1Magetan..dan masih banyak yang lain… itu hanya mereka yang kukenal,, karena sesama aktivis semasa di SMAN 1 Magetan

Image

da_is akhirnya melanjutkan sekolah ke MTSn Takeran

Image

3 Gorang gareng adalah nama kecamatan sebelah baratnya Takeran.. sekarang lebih dikenal dengan nama kecamatan Kawedanan
Sumur tua Soco… Soco adalah nama desa di kecamatan Bendo.. ada semacam sumur yang dijadikan wisata disana

Image

4. Nama kecil Dahlan Iskan adalah Muhammad Dahlan

Image

5. Cigrok adalah nama desa di Takeran,, di buku dikisahkan bapak Dahlan sering pergi ke cigrok hanya untuk sekedar main dan melihat tempat yang konon dijadikan PKI untuk membantai warga Takeran dengan sadis
Sebagai catatan bahwa pusat PKI adalah di kota Madiun

Image

6. di dekat kampung dahlan .. ada dua nama pabrik gula, pabrik gula redjo agung yang ada di kota madiun (Takeran adalah kecamatan paling timur se kabupaten Magetan..so.. lebih deket ke Madiun daripada harus ke kota Magetan) dan pabrik gula redjosari yang ada di kawedanan

Image

7. “dalem” sebutan untuk daerah kompleks pesantren dimana dahlan dilahirkan dan tumbuh.. pesantren itu bernama PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN atau lebih dikenal PSM Takeran…berikut gambar PSM kala itu ….tagline PSM dari awal berdiri sampai detik ini masih sama ‘Ilmu Amal Taqwa”

Aku sendiri suka sekali duduk duduk didepan gerbang ini menghabiskan sore setiap mudik ke kampung,, karena banyak sekali teman- temanku yang menuntut ilmu disana,,

Image

gerbang masa kini…

Image

8. Sungai Kanal

Sungai ini terletak di ujung timur Takeran.. jika kita dari Magetan menuju Madiun lewat jalur Takeran pasti melewati jembatan sungai Kanal… dari masyarakat, banyak cerita mistis yang mewarnai sejarah sungai kanal dari dulu hingga kini

Image

9. Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan

Image

10. Desa Waduk- Desa Sawojajar… kedua desa ini sebelah timurnya pas desa (kelurahan) Takeran

Image

Image

11. Pasar Madiun dan Pasar Magetan… pasar tradisional nan murah yang ada di kota madiun dan kota magetan.. keberadaanya hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh pemda/ pemkot setempat walau   mall mulai menjamur di kedua kota tercintaku ini…

Image

12. SMP Bendo atau sekarang dikenal SMPN1 Bendo, SMP satu- satunya di kecamatan Bendo (Bendo adalah nama kecamatn sebelah utaranya kecamatan Takeran)… menurut buku ini Tim Voli Dahlan Iskan (Tim dari MTSn Takeran) dengan mudah mengalahkan tim voli SMPN 1 Bendo # dahlan tuh jagonya voli

Image

13. PSM (Pesantren Sabilil Muttaqin) Takeran… pe-es-em— pe-es-em /////yel yel,,

Image

14. Lapangan volley

Image

15. Stasiun Madiun

Stasiun terbesar… di stasiun ini kereta selalu berhenti lama.. baik kA eksekutif,, apalagi ekonomi.. penumpang dari sini sangat padat..

yap… karena warga Magetan, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Trenggalek,  jika ingin naik kereta harus ke stasiun ini.. stasiun ini termasuk stasiun jalur selatan.. jika dari Surabaya atau dari Banyuwangi mau ke Bandung, Jogja atau Jakarta lewat selatan pasti melalui St Madiun

Image

16. Nih dia author dari buku keren ini….

Image

17. Ehmm… bagi lo yang belum punya buku ini buruan serbu di gramedia gramedia…karena akan segera terbit lagi… terusan trilogi dari buku ini… keren gila…

Image

18. Finally, I say that ” Im pride be a NATIVE’s magetan…

I love magetan…

 

ayah November 16, 2012

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Disekitar Kita, Sharing w/ Us, Universe (ity).
15 comments

Oleh: sahabat semesta

Ayah… begitulah kami memanggilnya

Orang paling hebat yang pernah ada

Keluarga kami memang sederhana, rumah kecil, motor bekas, dan tak banyak yang lain

Hanya berjumlah hitungan jari, mahasiswa ITS yang mengenal ayah, ayah begitu biasa diluar sana

Tapi tidak di mata Allah, tidak di mata keluarga

Setiap selepas shubuh setiap hari  kami selalu berkumpul bersama keluarga, membahas al- qur’an , ayat per ayat beserta tafsir nya

Selalu lengkap, ayah, ibu, mbak, adek dan alfat

Di situ pula ayah selalu curhat, mengenai rencana keluarga kedepan, pendidikan kami anak- anaknya, perselisihan yang kadang muncul ditengah keluarga dan masih banyak hal yang lain

Kebiasaan lain adalah selalu mengajak alfat 10 tahun, satu- satu nya anak laki- laki nya dan yang paling bungsu untuk selalu sholat berjamaah ke masjid. Selalu kompak warna baju yang mereka kenakan

Ah, pantas saja si alfat sudah bisa melakukan gerakan sholat dengan benar dan sesuai sunnah, anak sekecil itu juga kini sudah hafal 2 juz

Ayah pun berkeinginan, dan keinginan itu beliau sampaikan kepada kami sekeluarga, “ ayah punya target SMP SMA alfat mondok di sragen atau gontor, dan  alfat harus sudah hafal 30 juz, terus ntar nyari beasiswa kuliah keluar negeri. Amiin..

Jika engkau datang terlambat ketika jamaah, tidak sulit unyuk menemukan ayah, lihatlah kedepan, ke shaf pertama atau kedua, carilah dia  yang rambutnya hitam agak memutih, dan disampingnya seperti ada sela antara ayah dan makmum di sebelahnya, nah.. di sela itulah ternyata alfat berdiri, maklum, alfat masih kecil dan tentu tidak setinggi ayah.

Ayah yang tidak mebiarkan anaknya yang pertama pergi sendirian ke pulau Madura untuk menyelesaikan tugas kuliahnya, saat itu teman- teman sekelompok anaknya tidak bisa, ayah pun rela menemani anaknya walau kondisi letih dan pulang harus kehujanan

Ayah yang cerdas ketika memilih anaknya yang pertama yang selalu di ajaknya ta’lim di masjid al- amin, karena sadar anaknya yang pertama memang tidak pernah duduk di bangku sekolah background islam, tidak seperti adek dan alfat yang pernah merasakan pondok dan duduk di sekolah Islam terbaik

Kebiasaan lain adalah selalu mengajak kami sekeluarga untuk ke pengajian bersama setiap minggunya

Tanya lah pada ayah, apakah tidak lelah dalam seminggu selalau ta’lim kemana- mana ? Maka ayah akan menjawab “ Mumpung masih hidup “

Coba, hitung keluarga di Indonesia ini yang seharmonis mereka.. yang setiap pagi berkumpul bersama membahas agama ini, membahas kitabullah .. maka engkau tidak akan banyak dapati

Adek pun juga merasa spesial di mata ayah, saat adek operasi, ayah pertama kali menangis di depan istri dan anak- anaknya hanya karena adek tidak keluar keluar dari ruangan operasi, saat adek sekolah di Solo dan sedang akan menempuh ujian keesokan harinya, ayah rela ke Solo untuk memberi dukungan moral walau hanya beberapa jam dan tidak mau disuruh menginap,

Di jaman seperti ini, siapa yang tidak punya HP ? Ayah adalah orang sibuk yang  memilih untuk tidak punya HP karena tidak mau diperbudak dengan HP, memang benar, dalam sejam , berapa menit HP memperbudak kita, untuk membuka nya, selalu, sebelum , bangun, saat, akan dan setelah atau ditengah apapun HP memperbudak kita agar kita melayaninya

Tapi ayah juga bukan lah orang yang gaptek

Walaupun sederhana, tapi ayah dan ibu sudah pergi haji lho,, sudah ke Thailand, Lombok dan yang lain

Ayah janji, kalau mbak lulus ntar kami sekeluarga wisata ke Jakarta naik pesawat, kalau ada uang berlebih ayah juga janji kami sekeluarga bisa Umroh.. amiin

Kadang juga, ayah dan alfat pergi ke masjid sama- sama bersepeda..

Sungguh bahagianya kita

Ayah mengajarkanku, untuk menjadi orang besar, tidak perlu berpenghasilan besar, tidak harus berumah besar,

Atau Bekerja di perusahaan minyak seperti yang saya pikirkan, atau menjadi orang yang dikenal banyak orang

Bukan itu..

Tapi kita sudah menjadi besar ketika kita mampu mendidik keluarga kita, istri kita , anak- anak kita di jalan yang diridhai Allah, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah

Memiliki anak – anak yang sholih, sholihah, dan sang penghafal

Dan seperti Ramadlan saat ini,  saat sore ayah selalu menyuruh anak –anaknya bergantian mengirim ta’jil ke masjid. Ayah melatih kami untuk berbagi dengan sesama. Namun ayah juga tidak mau mengantarkan karena takut diketahui orang saat dia bersedekah, ayah juga tidak mau daftar dalam list penyumbang tajil/ makanan yang biasanya di data oleh takmir masjid. Ayah malu sama Allah. Ayah spontan, jika ada rezeki hari itu maka ayah akan langsung bersedekah

Kami yang terasing dan tidak dikenal, tapi kami punya penguat, Ayah..

Dan pagi ini,..  lagi,  ayah membuat kami sekeluarga menangis bersama, di Jum’at pagi ini, 21 Ramadhan 1433 H

Kata- kata yang ayah sampaikan sebelum menutup ngaji pada pagi tadi :

Harapannya ibu, mbak , adek, alfat ikhlas ikut ngaji nya ayah ini. Ayah gak akan pernah berhenti untuk membagikan ilmu ayah yang masih sedikit ini. Beri kesempatan pada sisa umur ayah untuk selalu mengadakan momen ini. Meskipun anak- anak ayah nanti sudah menikah dan tidak serumah lagi, sempatkan lah menjenguk ayah dan tetap mengaji dengan ayah. Ini adalah kewajiban ayah selaku kepala keluarga untuk mengajak kebaikan pada kalian semua. …….… Ayah pengen momen kumpul keluarga seperti ini jangan sampai putus sampai ayah meninggal…. [ayah]

Ibu, mbak, adek langsung menangis …

Hanya alfat kecil yang malah bobok sambil duduk …

Nothing father else in this world, my best father just Ayah

[quote from his 2nd daughter]

 

* Ayah,, alumnus UI – pustakawan ITS – Perumdos blok U 129. Ayah dari 3 anak bersaudara, nama anak bungsunya Alfat

Alfat sang penghafal yang cuek dan memiliki senyum khas yang membunuh

Mas selalu kangen senyum mu fat..