jump to navigation

Galau Tugas Akhir July 26, 2013

Posted by semesta in Indonesia (L) ?, Journey, Universe (ity).
add a comment

Oleh: sahabat semesta

Tugas Akhir, semacam penyakit yang masih satu spesies dengan skripsi

Kami mahasiswa Teknik menyebutnya TA

Galau..? Enggak biasa aja…

Aku hanya memaki Surabaya dan mengutuk TA

Meninggalkan nya selama sebulan penuh

Untuk mencari kesenangan palsu

Heuheu.. bunda … ma’afkan nanda ;’)

Image   Image       Image       Image    Image       Image    Image

Image

mengapa asing lebih dicintai June 26, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
6 comments

Oleh: sahabat semesta

Selama Pertamina belum berani menggaji para employee nya lebih tinggi

Dan meningkatkan safety nya

Maka mahasiswa mahaasiswa cerdas prefer ke foreign oil company

Dan aku senang dengan hal tersebut

Masalahnya dua, salary and safety

Aku pernah kerja praktek di salah satu BUMN dan di salah satu perusahaan minyak Amerika, ConocoPhillips

Bukannya tidak nasionalis, tapi saya mendapatkan international standart environment, mutual respect among employee, professionalism, full service, high safety di ConocoPhillips

Lagi lagi dengan embel embel BUMN, perusahaan ini kerjanya agak ngawur dan asal jalan

Kita memang membutuhkan sosok Soekarno. Apa perlu kita menggali kuburnya agar kembali bangun dan menjadi pemimpin negeri ini lagi ?

Agar Indonesia bisa seperti Venezuela.

Kita sama-sama negara kaya minyak. Tapi bedanya negara yang disebut kedua bisa mandiri

Pertamina (NOC)  memang miskin SDM handal jika dibanding foreign oil company.

Ditambah pula konsumsi penduduk Indonesia yang melebihi kemampuan produksi minyak Pertamina, mengakibatkan kita harus impor minyak

Jadi tidak perlu menyalahkan siapa siapa…

Awal mula.. dulu sekali.. Pemerintah mengundang perusahaan minyak asing untuk memilih lahan atau blok di seluruh Indonesia setelah dianalisa geologist engineer. Dan lahirlah perjanjian kontrak untuk beberapa tahun. Pemerintah mempersilakan perusahaan minyak tersebut melakukan eksplorasi di tanah Indonesia selama beberapa tahun sesuai kesepakatan kontrak dan erjanjian yang lain, yang kemudian diatur oleh BP Migas.

Untuk sekedar tahu.. biaya untuk melakukan drilling pertama untuk mengetahui suati titk x,y ada minyak atau tidak. Perlu biaya US 200juta Amerika. Atau setara Rp 2T. Sebuah gambling yang tidak kecil. Sehingga semua perusahaan minyak bermodal kecil ketar – ketir. Termasuk Pertamina. Walau sudah dianalisa misal terdapat liquid oleh para engineer, tapi liquid tersebut bisa berupa air, lumpur atau benar benar minyak. Siapa tahu ?

Kata katanya, Pertamina mulai menggeliat. Kita do’akan saja.

2010 lalu Exxon Mobil habis kontrak untuk blok Cepu yang sangat besar, tapi miskinnya kepercayaan pemerintah kepada Pertamina untuk mengolah blok Cepu yang sangat kaya minyak, menghasilkan keputusan untuk memperpanjang kontrak ke pihak Exxon.

2012 lalu, Dahlan Iskan bertanya kepada Karen, CEO Pertamina. Lebih tinggi mana produksi minyak Pertamina dibanding Petronas (NOC  nya Malaysia). Jawab Karen, tentu lebih tinggi Petronas. Padahal kita tahu sendiri, tahun 70-an Petronas masih belajar ke Pertamina. Dan Karen menimpali bahwa Pertamina untuk kedepannya bisa menyalip Petronas dengan mengakhiri blok Mahakam- Kaltim yang selama ini diakusisi Total EP, Perusahaan minyak asal Perancis. Tapi apa daya, keraguan pemerintah disertai keraguan para menteri lain seperti Jero Wacik terhadap kemampuan Pertamina untuk mengakusisi Mahakam yang sudah habis kontrak 2012 kemarin kembali gagal. Miris bukan. Tapi dengar dengar ada kepentingan politik untuk 2014 dari beberapa menteri asal Demokrat mengapa Total EP tetap dipersilakan untuk me ngebor minyak di Mahakam. Entahlah… Politik tahi kucing, begitu kata Soe Hok Gie.

Saat ini lahan minyak milik  BP, perusahaan minyak asal British, beberapa sudah diakusisi Pertamina Hulu Energi. Walaupun blok terbesar BP, yakni di Tangguh Papua masih sah milik BP. Tapi setidaknya ada kemajuan.

Dan rencana- rencana , beberapa site milik Conocophillips di Jambi atau Natuna, ada beberapa yang mau diakusisi Pertamina. Kita tunggu saja.

Mengapa banyak pihak masih meragukan Pertamina? Katanya waktu kasus WMO (West Madura Offshore) milik HESS waktu itu diambil alih Pertamina, awal- awalnya Pertamina memang tidak siap baik SDM maupun Teknologinya. Hingga sempat berhenti produksi di bulan bulan awal. Hmhm…

Dan jangan salah wahai kalian yang katanya. Jero Wacik mengungkapkan bahwa industri minyak dari perusahaan asing menyumbang APBN per tahun sekitar 360 T. Atau sehari 1 T. Makanya ketika MK membubarkan BP Migas, Presiden SBY segera menugaskan kementerian ESDM agar tidak terjadi gejolak dari perusahaan minyak asing sehingga dana APBN selamat. JW pun rapat dan mengambil keputusan tepat bersama staff ahlinya sd pagi hari. Dan itu menjadi malam terpanjang Jero Wacik selama menjadi Menteri ESDM. Begitu yang saya dengar langsung dari beliau saat acara IBS di Jakarta kemarin.

Lagi lagi masalah SDM dan Teknologi (Pertamina)

Lagi lagi masalah salary dan safety

Contoh sahabat dekatku, Bapak Didik Wibisono dan BapakPangestu

Bapak Didik adalah manager  OEE di ConocoPhillips dengan gaji 110 juta per bulan

Dan bapak Pangestu adalah manager Supply Chain di Pertamina HE dengan gaji hanya 40 juta per bulan

Belum masalah safety. Karena  bagi kaum engineer seperti kami, safety adalah hal terpenting. Apalagi jika di offshore yang memiliki risk sangat tinggi

Ku tahu peliknya dunia minyak saat kuliah

Padahal dulu ketika SMA tergila- gila dengan tambang. Berjuang mati- matian untuk bisa masuk FTTM- ITB. Dan akan memilih jurusan Teknik Pertambangan, bukan jurusan Teknik Geofisika, Teknik Metalurgi atau teknik Perminyakan.

Namun, rencana Allah lebih indah daripada rencanaku, bukan begitu ?

Jangan pernah menjudge bahwa mereka anak negeri yang bekerja di perusahaan minyak asing adalah para pengkhianat bangsa. Cari tahu mengapa! Dan lihatlah siapa kita ?

Kita punya cara tersendiri untuk mencintai negeri elok ini [Ainun]

I LOVE INDONESIA

Salam !!!

Internship May 5, 2013

Posted by semesta in Buah dari-Nya, Indonesia (L) ?, Journey, Universe (ity).
6 comments

Mei.. bingung mau nulis  apaan

May Day ? Ehmm.. aku belum jadi seorang karyawan … kurang begitu memahami penderitaan mereka

Hardiknas ? Sayang, aku tidak tertarik. Beda jikalau aku kuliah di pendidikan dan calon bakal seorang guru. Tapi saat ini adalah calon Insinyur. Juga udah pusing ngelihat berita UN kemarin…

Hmhm…

Selama 1 bulan full, 1-31 Mei aku menjalankan program magang/ kerja praktek/ internship  ke-2 di salah satu  perusahaan minyak asal Amerika (American Oil Company), exactly : ConocoPhilips Indonesia

Ehmhm.. maybe ada yang bilang  bahwa orang orang yang bekerja disana jadi pengkhianat bangsa  dong, atau jadi budak asing. Eits tunggu dulu, jika kalian ngomong gitu, ada kemungkinan :

  1. Anda tidak begitu mengenal negara kita tercinta, Indonesia
  2. Anda orang yang awam tentang minyak
  3. Atau anda tidak begitu tahu seberapa hebat capability dari NOC kita, Pertamina

Tiap orang kan punya opini berbeda, ya silakan menilai …  Mari belajar lagi,

Stay hungry, Stay foolish..

begitu kata Steve Jobs (Apple founder).

Kantor COPI ada di Jakarta, tepatnya di Gd Ratu Prabu Jl TB Simatupang- Cilandak  Jaksel.

30 April aku bertolak dari Surabaya bersama seorang teman, naik Lion-Air. Semula dikecengin teman2 sihh… hati2 naik Lion, ntar mendaratnya gak di Bandara Soetta lho.., tapi di Laut Jawa (kasus di Bali beberapa bulan kemarin). heheu… Alhamdulillah, penerbangan ku untuk yang kesekian kali ini selamat #safeflight.

Dan dengan ini, ke Jakarta sudah pernah naik bus, naik KA ekonomi, KA bisnis udah, pesawat udah.. :)

Dari bandara Soetta, Cengkareng Tangerang lanjut naik Damri ke P.M, lanjut Commuter Line.

Hari pertama ribet banget mau ke kantor. Berangkat dari tempat inap jam 6.00, nyampe jam 7.30 setelah oper 3x. Huftt, capek di perjalanan. Tapi semuanya terbayar lega saat kami tiba di kantornya yang kalo masuk harus diperiksa 2x.

Image

Hari berikutnya kita naik motor ke kantor, kalo berangkat butuh waktu 60 menit, kalo pulang butuh waktu 50 menit. Iya… kalo jam masuk kerja di Jakarta kan Cuma 2 option, jam 07.00 atau 08.00. kalo pulang udah gak sama, ada yang jam 16, jam 17, jam ,18 atau ada yang nyampe jam 22, 23 di kantor. Jakarta hanya membutuhkan pekerja- pekerja keras..Jakarta hanya membutuhkan orang- orang yang sabar.

Dan di hari kemarin (Sabtu, 4/5/13), aku diajak ke jetty milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE- ONWJ) Marunda Baseshore yang terletak di ujung  Jakarta  Utara (Marunda). 2 jam dari Depok. Padahal itu dah lewat tol. Saking jauhnya, Jakarta ujung selatan ke Jakarta ujung Utara.

Image

senja di Pertamina HE- ONWJ  Marunda Baseshore Jakarta Utara

Pilih Fakultas mu ! April 6, 2013

Posted by semesta in Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
9 comments

Oleh: sahabat semesta

# Apakah Fakultas Teknik merupakan Fakultas terbaik ?

## Belum tentu. Tidak penting membahas mana yang terbaik. Karena negeri ini membutuhkan banyak pilar seperti hakim, ustadz, ekonom, scientist, dokter, perawat, guru, pengusaha dan masih banyak yfang lain termasuk Insinyur.

# Apa perbedaan Insinyur dengan Sarjana Teknik ?

## Insinyur adalah gelar sarjana bagi lulusan Teknik di Indonesia sebelum dan sampai dengan tahun 1992. Setelahnya berganti menjadi S.T (Sarjana Teknik). Sebelum 1992 (gelar Insinyur, jumlah beban SKS minimal untuk mendapat gelar sarjana adalah 200 SKS). Setelah nya 1992 (gelar ST) berkurang menjadi 180 SKS dan akhirnya dipangkas menjadi 144 SKS sampai dengan saat ini. **peralihan Insinyur ke S.T hampir sama dengan gelar Drs. Ke S.Pd

# Dari 6 presiden Republik kita, siapa saja yang merupakan lulusan Teknik ?

## Bapak Soekarno dan Bapak Habibie

# Selebihnya ?

## Bapak Soeharto dan Bapak SBY adalah orang militer (Army), Bu Mega  sempat merasakan kuliah tapi tdk sampai tamat karena adanya diskriminasi dan larangan bagi seluruh keturunan Soekarno untuk mendapatkan pendidikan serta kehidupan yang layak di rezim Orde Baru (Bpk Soeharto). Sedangkan Bpk Abdurrahman Wahid (Gusdur), – anda tahu sendiri

# Bagaimana prospek lulusan Teknik di Indonesia ?

## Sangat cerah, hampir seluruh direktur utama, manager, kadiv, kabag, supervisor, dan para engineer di perusahaan manufaktur(motor, mobil, kapal, kereta, pesawat) , perusahaan inspeksi, perusahaan tambang, perusahaan minyak, perusahaan gas, perusahaan instalasi, perusahaan listrik, perusahaan pupuk, perusahaan semen, perusahaan steel, serta hampir seluruh bidang- dipegang oleh para lulusan teknik.

# Kalo di perusahaan emang dah pasti sih, tapi denger denger juga, banyak menteri yang juga lulusan Teknik. Kok bisa ??

## Yup.. dari dulu sampek sekarang memang banyak posisi strategis pengambil kebijakan negeri ini yang diisi oleh orang teknik. Dan di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini (SBY 2009-2014) ada kurang lebih 11 menteri dari total 37 menteri yang ada (29.7 %). Seperi Hatta, Jero Wacik, Tifatul Sembiring, Muh Nuh, Purnomo Yusgiantoro, Kuntoro M, Fadel Muhammad,  Helmy Faisal, Suharna Supranata dll

Kok bisa ? BISA. Karena kita berkarakter dan tangguh. Kita selalu bangga menjadi seorang engineer sejak hari pertama masuk kuliah/ menjadi mahasiswa Teknik. Berkarakter dan Tangguh. Di field/ lapangan/ site dengan pressure yang besar saja kita selalu solutif, apalagi di kantor dengan meja, kursi, computer dan beberapa buku yang terlihat santai dan membosankan… Sangat bisa kita.

# Saat ini, mana saja perguruan tinggi negeri Teknik di Indonesia ?

## Ada 5. ITERA (Institut Teknologi Sumatera- pemekaran dari ITB), ITB (Institut Teknologi Bandung- paling tua), ITS ( Institut Teknologi Sepuluh Nopember), ITK ( Institut Teknologi Kalimantan- pemekaran dari ITS) dan ITG ( Institut Teknologi Goa- Sulawesi Selatan).

Untuk IPB (Institut Pertanian Bogor) lebih cenderung ke pangan(gizi), pertanian, perkebunan dan peternakan. Ada pula jurusan teknik di IPB, tapi juga mengarah ke hal2 diatas

# Apakah hanya di  tempat tersebut kita bisa kuliah Teknik ?

## Tidak, saat ini hampir seluruh universitas ternama di Indonesia memiliki F.T (Fakultas Teknik) dimana semua jurusan yang berbau Teknik dijadikan satu fakultas walaupun sebenarnya berbeda ranah. Contoh: Universitas Syah Kuala–  Aceh, USU(Universita Sumatera Utara), Unand (Universitas Andalas-  Padang), UI, UGM, Undip (Universitas Diponegoro) , UNS (Universitas Sebelas Maret- Surakarta),Univ Udayana, Unibraw( Universita Brawijaya- Malang),  dll. bahkan perguruan tinggi keguruan pun saat ini ada beberapa yang memiliki fakultas Teknik seperti UNM( Universitas Negeri Malang), UPI (Universitas Pendidikan Indonesia- Bandung) dsb.

# Apa ada universitas ternama yang tidak memiliki jurusan teknik ?

## Ada. Yaitu Unpadj (Universitas Padjadjaran) dan Unair (Universitas Airlangga). Hal ini dikarenakan sudah ada Institut Teknik terhandal yang bersebelahan (satu kota) dengan kedua Universitas tersebut. Unpadj dengan ITB adalah saudara dekat di kota Bandung, sedangkan Unair dengan ITS pun juga demikian di kota Surabaya. Untuk Unpadj sebenarnya memiliki jurusan Teknik Geologi. Hanya satu jurusan tersebut.

# Unhas ?

## Unhas (Universitas Hasanuddin- Makassar) dulunya memiliki fakultas Teknik yang sangat hebat. Teknik Terhebat dari Timur. Namun karena sering adanya konflik antara fakultas teknik dan fakultas non- teknik di Unhas maka mulai 2012 dipisahkanlah fakultas Teknik di Unhas untuk mendirikan Insitut baru bernama ITG di Goa. Hal ini juga sebagai pencegahan ospek-kaderisasi yang sangat keras dari senior kepada junior di FT Unhas yang telah berlangsung selama puluhan tahun. aku sendiri pernah menerima curhatan dari teman Teknik Mesin Unhas secara langsung- saat aku ke Unhas– bagaimana pahitnya kaderisasi yang ia jalani sebagai mahasiswa baru dan perlakuan kasar dari seniornya. Dan keren nya lagi, Teknik Mesin Unhas berlambangkan Tengkorak. akumelihat dengan mata kepala sendiri.Keren !!

# Apa maksud dari pernyataan jawaban bahwa di Universitas, semua jurusan yang berbau Teknik dijadikan satu fakultas walaupun berbeda ranah ?

## Karena Universitas (Universal) lebih bersifat umum dan memiliki banyak bidang  seperti Kesehatan(Kedokteran, Keperawatan, Farmasi dll)  , Ekonomi (Akuntansi, Manajemen, Bisnis dll) serta Sosial (Psikologi,  Budaya, Sastra, Hukum, Hub Internasional, Kriminologi dll), maka Teknik pun juga dijadikan satu cluster. Contoh : di kampus UI Depok,  Teknik Sipil dan Teknik Metalurgi dibawah satu bendera Fakultas: Fakultas Teknik (FT).Padahal kedua jurusan teknik ini tidak dalam satu ranah ilmu yang ditekankan untuk dipelajari.  Ini berbeda dengan di Insitut yang memang lebih concern ke Teknologi dan tentunya lebih spesifik dalam pembagian ranah ilmu yang dipelajari kedalam fakultas. Maka di ITB untuk Teknik Sipil masuk FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) sedangkan Teknik Metalurgi masuk FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan) . Sementara di ITS untuk Teknik Sipil masuk  FTSP (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan) dan Teknik Metalurgi masuk FTI (Fakultas Teknologi Industri)

# Lebih enak mana kuliah Teknik di Institut atau Universitas?

## Aku sendiri tidak pernah merasakan kuliah Teknik di Universitas sehingga tidak tahu rasanya. Tapi aku memilki banyak teman2 Teknik dari berbagai Universitas seperti UI, UGM, Undip, UNS, Univ Udayana, Unibraw, USU, Unand. Dan mereka semua asyiik. Dan setiap berkunjung ke Universitas universitas tersebut, aku selalu mengunjungI Fakultas Teknik nya.

# Apa keuntungan kuliah Teknik di Universitas?

## Karena Universitas tidak hanya ada jurusan Teknik, maka kita lebih bisa mengenal cewek cewek cantik dari fakultas lain seperti Farmasi, Kedokteran, Ekonomi. Kalo sumpek, ada objek yang bisa dijadikan untuk cuci mata. Heheheu… #opini

# Apa keuntungan kuliah Teknik di Institut ?

## Feel yang dirasakan. Karena kita berada di satu institusi dan semuanya adalah engineer. Kita berorganisasi/ berinteraksi dengan sesama engineer. Bisa dengan mudah untuk saling memahami. #opini

# Apa benar kuliah di Teknik, ospeknya lama dan keras ?

## Bisa ya bisa tidak. Kalau dulu ya. Untuk Teknik di Universita aku tidak terlalu mengerti. Untuk di ITS semua jurusan Teknik saat ini mengader mahasiswa barunya lebih ke mental- emotions. Sudah jarang dalam bentuk kontak fisik- walaupun masih ada beberapa jurusan. Dan ada pula yang mengader berbasis Laboratorium.
Kalau lama atau tidak, sebenarnya waktu tidak pernah dijadikan parameter. Yang dijadikan parameter adalah perkembangan kepribadian mahasiswa baru seperti attitude, kekompakan angkatan, kedekatan dengan senior dll. Tapi sejauh ini rata- rata ospek/ pengkaderan di ITS berjalan selama 6-11 bulan. Terkadang ada yang melebihi 12 bulan/ sampai di semester ke-3.

# Di ITS, mana jurusan yang paling keras ospeknya?

## Aku pernah menjadi mahasiswa baru, memiliki teman di semua jurusan se ITS, aku juga memilki banyak kakak kelas ataupun adik kelas dari berbagai jurusan di ITS dan sangat sering (bosan dan hafal) mendengar cerita selama dikader saat masih mahasiswa baru. Teknik Mesin. Hal ini terbukti bahwa selama ini Teknik Mesin sangatlah solid/ kompak baik dalam satu angkatan, lintas angkatan dan ikatan dengan alumninya (kompak dan rapi). Mahasiswa baru Mesin sangat disegani oleh mahasiswa- mahasiswa baru dari jurusan lain. Saat prosesi wisuda, sejauh ini hanya Teknik Elektro yang berani konsisten meladeni tantangan Teknik Mesin.Aku kira- kira memiliki tiga puluhan teman dari Teknik Mesin . Dan mereka semua sangaar ! Cerdas tapi Macho. #ndak banci, ndak melambai, atau ndak over melankolis.
*definisi keras sebenarnya cenderung subjektif

# Di ITB, mana jurusan yang paling keras ospeknya ?

## Dari penuturan teman- temanku yang kuliah di ITB jurusan Teknik Kimia, Teknik Perminyakan, Teknik Geologi, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Pertambangan, Teknik Metalurgi, Teknik Elektro, Teknik Geofisika, Fisika, mereka rata- rata menjawab : Teknik Pertambangan.

# Apa kesamaan Teknik Mesin ITS dan Teknik Pertambangan ITB ?

## Sama sama memilki jaket himpunan berwarna : MERAH

# Terakhir, apa ciri mahasiswa Teknik yang baik ?

## Lebih suka hidup di LAB. Praktek di Lab, ngerjain tugas di Lab, Makan di Lab, nge- game di Lab, tidur di Lab, nge-net di Lab dll

#106 Happy Graduation March 26, 2013

Posted by semesta in Buah dari-Nya, Indonesia (L) ?, Universe (ity).
add a comment

Oleh: sahabat semesta

Happy…
red lips, enjoy face
breathing in warmflakes
Burnt spirit, sweet taste
Light’s come, days start
Struggling to better life
Long nights, attractive person
Happy Graduation…
and they say
we’re in the class A team
Stuck in our daydream
Been this way since 18
Slowly shaping, closing
Hotter than a fantasy, like a highway longer
So bright, Better look the other way

Happy Graduation 106…
The best things in life come free to us
And we’re all under the uperhand
Go pleasure for a couple harmonious

Open eye
and hoping for a proper life
This time, we’ll fade out tonight
Straight up the line
We can try but we’ll never forget our name
We’re on top of the world

Happy…
Happy Graduation..
Happy Graduation 106

aku akan menyusulmu kawan…

Lampu Neon Ibukota February 2, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Journey, Sharing w/ Us, Universe (ity).
5 comments

Oleh: sahabat semesta

Jakarta, 29 Januari 2013

Pagi ini, Menulis sambil sesekali tertidur…

Setelah semalam lelah mengerjai dua adik kelas kampus…

Berkeliling Jakarta dengan dua mobil , menikmati Jakarta tanpa macet dan tanpa banjir

Mengelilingi bundaran HI sampai tiga kali seperti orang bego, Mengecek tempat pijat plus plus (teman teman gw bejat), check in di RS persalinan, keliling blok M melihat kupu kupu malam mencari pelanggan di tengah malam tepi jalan.. #semuanya dalam rangka meng-isengi salah satu dari kami

22 Jan 13

Jakarta…gw sudah tidak hafal, sudah berapa kali gw ke Jakarta,. Bosan? Maybe..  setelah suffer 18 jam di dalam kereta dari Surabaya, kami berdelapan dari kampus ITS menuju ibukota untuk training “oil&gas pipe stress analyse” selama 5 hari di salah satu perusahaan bidang training migas di Jatipadang, Ragunan Jaksel. Datang disaat banjir menenggelamkan ruas ruas jalan ibukota. Satu-satunya alasan kenapa kami berangkat adalah informasi bahwa KRL dari Manggarai menuju Bogor masih beroperasi. It means, Jaksel tidak banjir. Apalagi Depok. Masih aman. Dan exactly, kekhawatiran kami terjadi,, planning awal kita turun di St Jakarta kota, GAGAL ! Kereta hanya bisa sampai St Senen karena jalur ke barat rel masih tergenang banjir. Dengan terpaksa kita turun di St Senen, St jalur susah karena dari kita ingin menuju Jakarta Selatan …Metromini 17 kita naiki sambil menelusuri jalan Kramat Sentiong dan Salemba. Yap,, st Cikini di depan mata. Segera kita memesan tiket KRL jurusan Depok. Setelah berdesak-desakan khas KRL ekonomi, kita berdelapan terpisah menjadi empat. Ada yang ke Pasar Minggu, ada yang ke Ragunan, dan gw sama Fahmi baru turun di Stasiun Universitas Indonesia menuju sekretariat beasiswa KSE cabang UI. Mandi,, makan,, dan tidur sampai sore. Malamnya Fahmi sibuk megunjungi pacarnya karena kebetulan pacar dia memang mahasiswa UI. Ah,, sudah banyak sekali mahasiswa ITS yang punya pacar di UI. Of course, semuanya LDR-an.. apalagi di KSE,, wuuuuh,, LDR adalah jalan terbaik. Pasangan pasangan UI-ITS, ITS-ITB, ITS-IPB, ITS- Udayana bahkan ada yang pasangan ITS-USU (Medan).. gila dunia ini…..Gw sendiri dulu pernah punya hubungan khusus dengan anak UI, walau akhirnya semuanya berakhir kandas. Tapi, kata temen gw, don’t be sad ! Emang cewe cantik cuma dia doank…haha

Hari hari berikutnya di Jakarta selalu gw isi dengan rutinitas pagi naik KRL St Depok turun di St Pasar Minggu. Hanya berbekal seribu perak udah nyampek. Lanjut menyusuri pasar minggu Jakarta yang kumuh gila. Jalanan sempit tak ayal membuat macet. Belum ditambah tanpa tatanan pedagang pedagang liar yang memenuhi sisi jalan.  Berjalan menuju arah Robinson- Ramayana, selanjutnya naik angkot S15A dan turun di Koperasi Jati Padang. Begitu juga dengan sore harinya selama seminggu penuh. Ehm walau kadang gw curang hanya dengan tiket seribu tapi ndak naik KRL, naiknya Commuter Line. Haha.. ya maklumlah, kan mahasiswa, Lagian toh gw juga berdiri di Commuter. Deket lagi, Cuma melewati 4 stasiun. Pasar Minggu- Tanjung Barat- Lenteng Agung- Univ Pancasila. He.. he… Ketika gw tiap hari harus PP Ragunan- Depok, maka teman teman gw yang lain lebih memilih nge-kos di depan tempat training. Kadang sebelum pulang ke Depok gw juga mampir. Apalagi dua hari terakhir. Gw tidur sana gan.. Bayangin, sekamar berisi 9 orang. Mahasiswa gila.. Untung ada Air Conditioner nya.. jadi adem deh. Sontak beberapa dari kami berubah menjadi maho- mahasiswa homo. Hmhm…Kata Edo “ kalo sebulan disini, gw yakin kita semua bakal berubah jadi maho”.. Untung setelah di cek di RS, semuanya tidak ada yang hamil .. Hehe…

Soal makan, jelas lebih murahan Depok daripada Jaksel,, gw pernah sekali menerima ajakan temen temen untuk makan malam bareng. Makan di Hok- Ben sama makan di warung pinggir jalan harganya samee. Ya kita pilih Hok- Ben lah… Dan malam- malam selanjutnya gw jalan bareng sama teman teman semua menikmati malamnya ibukota yang penuh kemunafikan. Hal yang harus lu sadari tiap ke Jakarta adalah : Lu tidak perlu khawatir jika lu miskin se miskin apapun. Gembel atau ndak punya rumah. Its not important ! Yang paling penting adalah bagaimana lu bisa berpenampilan layaknya orang gedongan. Dari sisi pakaian yang selalu up to date dan ndak nora. Terus jangan lupa pegang gadget atau i- pad. Ditambah make-up sedikit aja. Lu udah kaya orang yang berduit. Semua manusia yang lu lihat di Jakarta hampir semuanya demikian. So.. please take own conclusion ? You must use mask in there !!

# Malam sebelum malam terakhir

Setelah diskusi ringan, kita sepakat untuk menuju Blok M? Ngapain? Cari gule,, Itu alasan yang kedua sob !! Alasan pertama adalah “ cuci mata”. Di Blok M ( sekitar depan SMAN 6 Jakarta—SMA ini terkenal banget dengan tawuran nya- Kalo lu lihat di TV, tuh kemarin sampe makan korban jiwa musuh SMAN 10).. Nah disitu tiap malam udah lo nongkrong aja. Di Sevel juga boleh.. Sevel? Bagi yang belum tahu, nih gw jelasin . Sevel atau Seven Eleven, Adalah sejenis minimarket tapi untuk kalangan hig- class. Sama kaya Circle K, Indomaret atau Alfamart. Tapi di Sevel ada tempat duduk di dalam, ada Wi- Fi dan di depan Sevel selalu berjajar kursi- meja untuk nongkrong. Semua yang di jual di Sevel adalah impor product. So, jangan ngharap di sana lu bakal nemuin Sari Roti, Vegeta, Indomie, QTela dan lain- lain. Sevel (7-11) identik dengan cewe cantik Jakarta yang nongkrong tiap malam. Kita seolah- olah adalah orang berduit jika udah nongkrong di Sevel. Dari Jatipadang kita lebih milih naik Trans Jakarta (Busway Vehicle) arah Kuningan Barat, transfer ke Kuningan Timur menuju arah Semanggi. Dari Semanggi kita transfer lagi ke arah Blok M. Total 1.5 jam kira- kira waktu yang kita butuhin dari Jaksel menuju Jakpus ini. GBK dan Balai Sarbini adalah saksi bisu perjalanan bodoh kami malam itu.  Pulangnya kita naek Metro Mini75

# Bapak Djoko Purwanto Pangestu –  Pak Pang !!

26 Jan 13

Hari ini hari Sabtu, khusus hari ini training dimulai pukul 13, tidak pukul 8 pagi. Hari ini adalah hari dimana tepat gw brumur 22 tahun. :). Ga nyangka, udah tuwa banget gw. 22 ! Usia dimana gw akan dapat gelar Insinyur dari kampus teknik ternama negeri ini, ITB !! Eh salah.. ITS.. hehe. Insya Allah.. Di hari ini gw silaturahim ke rumah Pak Pang. Beliau asli orang Candirejo, Magetan. Kita satu almamater, SMAN1 Magetan. Beliau S1 di ITB Teknik Perminyakan. Wuiih keren. Beliau sekarang menjabat sebagai salah satu manager di Pertamina Hulu Energi. Istrinya kerja di Pemkot Depok. Juga asli SMAN1 Magetan. Beliau punya 2 anak cewek, kebetulan saat gw kesana karena hari Sabtu, mereka pada libur. Yang sulung kuliah di Jerman, yang kedua sekolah di SMA yang masuk 25 SMA terbaik se- Indonesia, SMAN 1 Depok. Dari St. UI gw naik KRL jurusan Bogor. Melewati St Pondok Cina- St Depok Baru dan St Depok,, sampai deh di St Citayam. Selanjutnya gw naik angkot 5A ke Permata Depok. Sesampai disana sambutan hangat gw terima. Cerita cerita, ketawa, makan rawon dsb. Kaya udah lama kenal. Padahal ya ini baru pertama kali kami bertemu setelah sebelumnya hanya saling SMS-a. Hem.. Pak Pang sekeluarga orangnya supel banget dan Hebring. Kedua anak dan istrinya juga cepet banget akrab sama gw. Selanjutnya sekitar jam 11 kita meninggalkan Citayam, dan gw diantar sama mereka sekeluarga menuju tempat training gw pake mobilnya sekalian berkeliling Jaksel. Uhhh… Baik bangeeet sih kalian…. Makasih bapak…” See u next time “, kata beliau sebelum gw turun dari mobilnya.

# Ap-Greid Oil&Gas Design Course

Thanks banyak sudah ngasih kita banyak ilmu selama seminggu di Jakarta. All about Caesar ! All about Piping !! All about Design of Piping !! All about Oil&Gas Piping!! All about Pipe Stress Analyse !! Kita akan terus belajar. Thanks atas Karir Migas nya, share pertanyaan saat wawancara kerja, CV versi Migas, FGD, expected position, expected salary, jenis jenis company migas dari mulai KKKS, GeoSurvey, Drilling, Inspection, Safety sampe akar- akarnya. Singkat kata, Oil& Migas adalah harga mati.. Masih ada final task yang harus gw kerjakan dan bawa pulang,, sebelum itu kelar dan benar.. kita belum dapat sertifikat…KeepSpirit.
— Engineering in my blood –

# Sekre Paguyuban KSE UI –  Masjid Al- Ikhlas Jati Padang

Thanks buat kawan kawan KSE- UI, ketemu lagi kapan ya..? TM IPB ga jadi, huhu.. TM UGM lah, Insya Allah.. Buat kang isa, kang fian, neng icu, neng april, kang yaqqin , kang zuko, neng ria, neng reni, dan defiq ( Switzerland man) dan semua orang yang gw temui di sekre termasuk adik adik bisma dari usu medan- unand –padang  udayana- unsrat manado dan unmul samarinda batch v

Thanks buat masjid Al Ikhlas.. huh,, adem gw setiap shalat disitu.. hafalan imamnya pada bagus,,suratnya yang dibaca saat jamaah selalu panjang. Alhamdulillah…

# Malam terakhir

Bejat… Dari awal kita udah ngerjain dua adik kelas kami untuk menjemput kami ber-9 pake mobilnya. Sebenarnya temen temen kami seangkatan asal Jakarta yang kuliah di jurusan kami juga banyak. Tapi mereka ga pada pulang. Ya kita kan udah mahasiswa paling tua. Persiapan skripsi…
Tak lama kemudian dua mobil menjemput kami,, pertama kita makan sate di daerah Panglima Polam. Selanjutnya…
Kita menuju tempat pijat plus- plus.. parkir di depan lokasi, Cuma kita diam aja di dalam mobil.. Sang germo sudah mengode kita untuk segera masuk.. Tapi dasar arek arek teman gw berkelakuan bejat, kita cuma senyum senyum dr dalam mobil, Kira kira lima menit baru kita cabut. Kegilaan selanjutnya kita check-in di RS persalinan. Buat? Cuma numpang kencing doing… C****k.. Ga waras. Selanjutnya kita begitu leluasa mengelilingu jalanan ibukota. Malam sudah larut, Jakarta udah ga macet. Juga udah ga banjir. Wuih.. kita seperti orang gila mengelilingi bundaran HI sampe tiga kali, ke Tugu Monas, ke gedung UOB ( masih terlihat PMK di sana) , melewati beberapa gedung gedung Kementrian RI tempat para menteri dan seluruh pegawainya bekerja, Senayan, GBK dan masih banyak yang lain. Kita juga ke blok M untuk melihat kupu kupu malam berdiri di tepi jalan menunggu pelanggan. Lagi lagi teman teman menunjukkan kebangsatan nya. Kita ngasih PHP ke kupu kupu malam. Sesaat di depan mereka, mobil kita pelankan dan di rem seakan mau berhenti. Tepat didepannya kita tancap gas..

Kita berkeliling Jakarta sampai hari berganti… kita adalah pemilik sah jalanan ibu kota. Kerlap kerlip lampu neon ibu kota memanjakan mata gw. Lampu Neon ibu kota…..
Pagi harinya sebelum gw benar benar pulang, masih gw sempatkan melihat Monas sekali lagi, Masjid Istiqlal, Kemeterian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM dan lainnya

 

Maybe I know, somewhere deep in my soul

That love never lasts

And we’ve got to find other ways to make it alone

Or keep a straight face

And I’ve always lived like this

Keeping a comfortable distance

And up until now I had sworn to myself that I’m content with loneliness

Because none of it was ever worth the risk

 

#you are the only exception

and I’m on my way to believing

 

versi jakarta, boleh kan nulis pake “gw” ?

mihihi…

Bapak Bapak di BNI tadi Pagi January 15, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?.
7 comments

Oleh: sahabat semesta

Malam yang dingin adalah waktu yang tepat untuk kita isi dengan menulis disaat luang..

Malam ini baru saja aku pulang dari pengajian di masjid Al- Amin,
Prinsip yang selalu kupegang, akan selalu berusaha hadir mendengar siraman rohani dari ustadz, akan selalu berusaha sholat fardlu di awal waktu..Insya Allah

Malam ini yang penuh guyuran hujan di luar sana, membanjiri jalan jalan di kota Surabaya, 3.5 tahun merantau di Surabaya, hafal lah mana jalan yang biasa banjir, mana jalan yang berlubang, mana jalan yang rawan macet, mana jalanan favorit para pembalap liar, mana jalan tikus, mana jalan yang sesak dengan etnis tionghoa, mana jalanan yang dipenuhi suku Madura, dan….  (walaupun sebenarnya aku dulu lebih tertarik menghafal jalanan di kota Bandung atau kota Depok,,bukan jalan jalan di kota Pahlawan)

Tulisanku ini tentang kejadian di (bank) BNI cabang ITS tadi pagi.. karena bank ini di dalam kampus, seperti biasa selalu dipenuhi dengan mahasiswa, karyawan maupun dosen ITS..

Datang sekitar pukul 08.00 pagi, padahal pukul 10.00 aku harus menghadapi ujian mata kuliah “Statistics and Experimental Planning”. Biasanya,, tiga jam sebelum ujian aku baru belajar, tapi tidak untuk kali ini.. aku sudah sangat faham dengan materi :-) ya.. akuadalah typical siswa yang cepat faham namun juga cepat lupa.. ya maklum kalo belajar selalu H- beberapa jam sebelum ujian.. sifat yang umum dimiliki oleh mahasiswa teknik (engineer), artinya aku adalah engineer yang baik. Ciri engineer baik yang lain adalah kuliah jarang mandi, penampilan berantakan, hidup di Lab dan santun,, heheu

Kudapat antre nomor A013, sedangkan LCD screen masih menunjukkan A003, artinya giliran ku masih 9 orang lagi, aku pun duduk di kursi empuk bank BNI sambil menunggu,, Stasiun TV One yang diset sama operator sedang menyajikan berita hasil undi nomor urut 10 partai peserta Pemilu 2014. Disaat yang bersamaan pun nasabah lain terus berdatangan dan mendapat nomor antri di belakangku. Tiba tiba datang seorang bapak yang baru saja datang dan mendekat padaku serta berkata “ mas.. bisa geser.. oh ya silakan bapak, timpalku. Kami berdua tidak banyak bicara, beliau sibuk dengan handphone nya,, tapi dari bagaimana beliau berpenampilan,, serta mimik mukanya,, sudah bisa dipastikan beliau adalah seorang dosen, dosen yang baik (aku rasa terkadang kita bisa menilai dari paras wajah dan aura seseorang, apakah dia orang baik atau bukan)..

Cukup lama kami berdua menunggu, sudah lebih 20 menit, sementara disaat yang bersamaan nasabah lain terus berdatangan dan tentunya mendapat nomor antri jauh dibelakangku.

Tiba tiba datang seorang satpam bank dan mendekat ke kami, “bapak sudah dilayani?” Tanya satpam “Belum, “jawab si dosen. “Mau transaksi apa bapak” , “ Mau transfer mas”, “ Ok, mana bapak form nya, aku bantu”

Akhirnya satpam maju menuju salah satu teller, berbincang sebentar dan kembali lagi mendekat ke kami. “Silakan bapak langsung ke teller 02” “Oh, makasih mas…. Si dosen langsung bergegas ke teller yang dimaksud si satpam. #

Gumam ku, “what the fucking hell moment” tapi aku cepat tersadar bahwa sekarang aku berada di Indonesia. Seandainya aku jadi bapak, aku akan mengatakan : Oh.. tidak mas, aku menunggu saja seperti yang lain” Tapi sepertinya dosen ingin menghargai effort sang satpam untuk memberikan service? yang memuaskan terhadap (beberapa) customer nya.

Akhirnya giliranku tiba, cukup lama dan beragam transaksi yang aku lakukan dan ada satu form yang belum lupa aku ambil, aku menuju tempat pengambilan form sementara si mbak teller masih processing melayaniku, di tempat pengambilan form, kuisi sebentar kolom kolom yang harus diisi, datang lagi seorang bapak (kelihatannya juga dosen), bapak yang berbeda dengan tadi, yang baru saja masuk ke bank ini dan mendekat ke arahku dan menanyakan mana form penarikan itu.. setelah kujawab langsung kembali ke teller untuk melanjutkan transaksi yang belum selesai. Beberapa saat sebelum selesai, aku menoleh ke teller samping dan kudapati bapak yang baru saja datang dan menanyakan mana form penarikan tadi kini sudah mendapat pelayanan.. lha… ? Kejadian yang sama terulang kembali..

Terkadang praktek kecurangan bisa datang ke kita walau hati dan perangai kita lurus, karena system dan culture yang begitu buruk di sekitar.. hal yang patut kita wapadai.

Teringat kata professorku lulusan UTC Perancis saat menyampaikan intermezzo sebelum kuliah Composite Mechanics di kelas beberapa minggu kemarin

“Tanda negara mau maju adalah maraknya KKN di negara tersebut, seperti China, Singapura dan beberapa negara lain, dulu sebelum mereka maju juga seperti Indonesia saat ini”
— Believe it or not, depend on your insight —

Et qu’aurions-nous à ne pas placer notre confiance Allah, alors qu’Il nous guidés sur les sentiers [que nous devions suivre]? Nous endurerons sûrement la persécution que vous nous infligez. Et ceux qui ont confiance Allah s’en remittent entirément à Lui.  (Q.S Ibrahim : 12)

Indonesia, Aku Ingin Mengajar ! January 7, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us.
9 comments

Oleh: sahabat semesta

Cerita dari Rene Suhardono ( sahabat Anis Baswedan, keduanya sama sama penggagas Indonesia Mengajar )

Angkatan 1 di tahun 2009 (November) mereka khawatir kalo sepi pendaftar,

Cukup wajar, kita mendaftar untuk dikirim mengajar anak anak SD di pelosok nusantara, kita dikirim ketempat dimana kita sendiri tidak tahu, mendengar nama daerahnya mungkin juga saat sebelum diberangkatkan, di daerah nusantara yang tidak ada listrik dan signal

Kita tinggalkan kemewahan dan kemapanan hidup di tengah kota, untuk Indonesia ! Karena hidup adalah pilihan, dan pengorbanan, jangan berharap dikenang jika tidak ada pengorbanan ikhlas yang mulia..

Dan diluar ekspektasi, Indonesia Mengajar wave 1 (2009) mendapat pendaftar sebanyak 1383, dan hanya di ambil 50. Amazing…

Ternyata masih banyak orang di negara ini yang masih peduli akan nasib Indonesia,,,

Kontribusi yang konkret,, tidak sekedar aktif sana sini, sok kritis, suka demo dan sebagainya,,, Cara- cara Klasik dan Tolol..

Kita tidak butuh orang yang tiap hari menghiasi Koran, TV atau media yang lain,,, dengan kasus- kasus yang ada [Pak Dodit ]

 

Berikan aku kesempatan, bukan belas kasihan ! Biarkan aku berkarya untuk Negara dan Bangsa Indonesia

! INDONESIA BISA MENJADI NEGARA ADIDAYA !, asal kita mau berkorban,

Tidak sekedar berfikir untuk perut, bagaimana saya kaya, bagaimana saya sukses, bagaimana keluarga saya bahagia banyak harta, bagaimana saya berpangkat tinggi berpenghasilan besar…

see this video !

Klik disini 

Mendidik bukanlah hanya tugas seorang guru Tapi mendidik adalah tugas setiap orang yang terdidik [Anies Baswedan]

Gigi- Gigi Gerigi December 21, 2012

Posted by semesta in Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
add a comment

Oleh: sahabat semesta

aku adalah sebuah gerigi. Karena aku gerigi, tentunya aku terdiri dari beberapa gigi. Bulan lalu, usiaku sudah 52 tahun. Cukup tua bukan? Iya jika ukuran manusia, tapi aku bukanlah manusia. Ehm,, memang Gerigi bukan manusia kan? 52 bukanlah angka untuk ukuran udzur bagiku. Karena aku berkeyakinan, usia sebuah gerigi adalah nanti hingga kelak hari kiamat datang.

Gigi- gigiku sangat banyak. Tanpanya, aku bukanlah apa. Dan tanpa satu gigipun, aku tidak akan menjadi sebuah gerigi yang baik. Aku sangat bangga dengan gigi- gigi yang ku miliki ini. Yaah, walau kadang harus bersedih. Lho, kenapa?

Ya, karena ketajaman dari gigi- gigiku sudah mulai tidak sama. Bahkan sempat terjadi clash antar gigi.  Salah satu alasan mengapa ketajaman gigi- gigi ku tidak sama, karena bahan material yang digunakan untuk membuat gigi tidak sama. Bahan bahan gigiku berasal dari seluruh penjuru nusantara. Dari Aceh hingga Papua, lengkap bukan !

Gigi- gigiku ada yang sangat tajam, ada yang tajam, ada yang mulai sedikit tumpul.

Gigi yang sangat tajam dibuat oleh mereka yang pernah ke luar negeri. Ke Jepang, ke Thailand, ke Ukraina, ke Bulgaria, ke UK, ke Aussie, ke US, atau ke Singapura. Tentu saja mereka tajam. Tapi sayang, gigi tajam ini sangat sedikit kumiliki

Kemudian, yang kedua, Gigi yang tajam. Gigi yang tajam dibuat oleh mereka yang pernah memenangi kejuaraan nasional, entah kejuaraan karya tulis, robot, mobil, it atau kelas kelas lain. Gigi tajam ini membuka cakrawala dengan memiliki networking teman teman dari seluruh Indonesia. Gigi tajam berteman akrab dengan gajah, dengan makara, dengan songkok majapahit, dengan  padi dan dengan benda benda lain. Walau tidak setajam gigi yang sangat tajam, tapi kedua gigiku ini memiliki kesamaan. Selalu open mind dan membuka diri, peduli dengan  persoalan persoalan negeri ini.

Lanjut ke gigi yang mulai sedikit tumpul. Gigi ini dibuat oleh mereka yang hanya sibuk didalam. Selalu membesar besarkan masalah yang ada. Mereka yang close mind. Mereka yang bangga dengan level lokalnya. Gigi tumpul hanya berteman dengan sesama gigi saja. Dia tidak punya teman diluar sana. Jago kandang, istilahnya begitu. Gigi ini hanya mengisi hari harinya dengan teman  teman nyamannya. Gigi ini lebih sibuk mengurus nilai, tidak berputar melihat kondisi sosial yang memprihatinkan.

Gigi yang sedikit tumpul selalu sibuk membanding bandingkan antara aku sendiri (gerigi), dengan gajah di barat sana, dengan makara, dengan padi dan dengan songkok majapahit. Gigi tumpul mengutuk ketumpulannya sendiri. Gigi ini tidak memiliki cukup confidence ketika bertemu dengan  benda benda lain. Ya, benar ! karena dia tumpul, apa yang bisa dia andalkan untuk melukai benda lain ?

Tapi aku selalu bersyukur ditakdirkan menjadi sebuah gerigi, setidaknya aku tidak memiliki  gigi tumpul, terparah hanyalah gigi yang sedikit tumpul. Karena aku yakin, gigi gigiku ini adalah kumpulan gigi- gigi terbaik yang dimiliki oleh negaraku.

Gigi yang baik tidak pernah mengaangggap gajah, makara, padi, songkok atau benda benda antik lain di negeri ini sebagai competitor. Kita memang bersaing, tapi sekeras apapun persaingan diantara kita, toh visi kita tetaplah sama bukan? Menjadikan Indonesia Berjaya.

Indonesia bisa menjadi negara adidaya (my close friends, Amir Hamzah, Law Faculty, UI)

 

Magetan, What do you want ? December 16, 2012

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?.
14 comments

Oleh: sahabat semesta

Kesibukan sebagai mahasiswa teknik di Lab membuat lama tidak menulis, Ehm.. tapi kali ini aku menulis dengan sedikit kesal,, karena banyaknya materi sebagai bahan ujian besok sangat tidak masuk akal. Memang dosen yang kurang sadar diri. Jarang sekali ngajar, sekali ujian semua materi dibebankan. Untung diskusi kecil dengan teman teman membuat kami memahami semua materi ini. Ya.. semua tahu, sama dengan kebanyakan dan mayoritas dosen se ITS.. Lebih suka mroyek daripada ngajar di kelas.. Apalagi sebagai institusi teknik, semua perusahaan (industri) selalu berbondong mengajak dosen dosen kami untuk mroyek. Sering sekali tiap hari kulihat dijurusanku berkeliaran orang orang asing dengan baju kerja dan logo perusahaan yang menempel di bajunya. Ehm.. bagaimana tidak menggiurkan, uang yang diraup dosen sekali dapat proyek kira kira 50x lipat daripada gaji bulanannya sebagai dosen.

Hmhm.. kali ini kutulis tentang  kunjungan SBY ke kota asalku magetan beberapa waktu lalu.. benar perkiraanku,, semua masyarakat begitu heboh menyambutnya. Ku pantau dari status adik kelas di FB, dari blog orang magetan dan dari media yang lain.. masyarakat kami girang bukan kepalang saat tanahnya dikunjungi orang nomor satu negeri ini. Bahkan sebuah stasiun televisi menyiarkan berita heboh ini.

Bisa sangat ditebak, bagaimana aura SBY mampu membuat magetan simpatik. Semua warga berdiri dijalan, anak anak TK, guru, ramai melambaikan tangan untuk beliau. Hmhm.. engkau berhasil merebut simpati mereka. Seolah olah mereka buta dan enggan tahu diri atas segala kekacauan yang menimpa Indonesia saat ini. Korupsi di partaimu, kebijakan kebijakan yang kadang terkesan lamban seperti penarikan polisi sebagai penyidik KPK dan masih banyak yang lain. Ku dengar, kini engkau sedang bingung menentukan siapa capres untuk 2014 dari Demokrat. Kasihan…

Walau engkau mampu menarik simpati masyarakat kami magetan, tapi tidak untukku. Sama sekali tidak simpati terhadapmu. Masih teringat jelas di ingatan saat engkau SBY mengunjungi kampus kami ITS.. kami mohon maaf karena engkau SBY tidak mendapatkan sambutan hangat seperti yang engkau dapatkan di Magetan, melainkan kami sambut dengan demonstrasi bersama teman teman aktivis lainnya dari Unair. Kami mahasiswa adalah tidak polosseperti mereka..

Magetan.. mengapa kalian begitu polos dan acuh dengan kondisi bangsa saat ini? Jujur, setiap aku mudik berharap ada suatu penambahan infrastruktur, tapi lagi lagi hanya harapan kosong…. Apakah itu artinya memang aku dilahirkan di sekeliling orang orang yang tidak mengerti akan perubahan..Radio- radio masih meneriakkan berita kebohongan, dan kebenaran hanya ada di langit.. dunia hanyalah palsu… palsu… Ku lihat di TV kau juga mendampingi SBY kemarin bersama bapak Gubernur. Aku lihat di foto, tampak muda mudi SMA yang mengenakan jas merah yang tak lain adalah almamaterku tercinta juga menyambut kehadiran SBY, aku yakin, itu semua atas perintahmu (pemerintah magetan) tentunya,, karena aku tahu betul, SMA kami adalah kumpulan orang orang kritis yang berpegang teguh pada prinsipnya. Aku juga melihat bapak Hatta Radjasa mendampingi   SBY, masih ingat betul apa yang Hatta sampaikan , saat aku bertemu beliau di Jakarta kemarin . Semoga yang bapak Hatta perjuangkan disana tidak luntur oleh diplomasi diplomasi dan lobi lobi untuk mempertahankan posisi bapak disana.

Image

Magetan.. ada catatan aneh untuk engkau, aku begitu mengenal banyak orang orang besar dan luar biasa yang lahir di magetan,, yang baru baru ini aku kenal adalah manager OIM site di Pertamina..dosen dosen ITS pun banyak pula yang berasal dari Magetan, atau warek Unair..tapi ketika aku tanya mereka,, mengapa jarang pulang ke magetan ? semuanya sama… Ketika aku pulangpun , semuanya serasa berjalan mundur.  Ada satu dosen di jurusanku yang asalnya juga magetan, kami sangat akrab. Beliau juga sama dengan dosen dosen ITS yang lain, suka koleksi dan gonta ganti mobil. Pernah suatu ketika kutanya “ Ndak pulang ke magetan pak ?” jawabnya :  Males nak, kalau pas pulang ngobrol dengan tetangga tetangga sana, topik pembicaraannya bikin kita pesimis..! Tidak jauh beda denganku, saat masih SMA kelas 2 dan telah menyadari bahwa aku adalah the happy selected few.. sudah merasa tidak betah menjadi warga Magetan dan ingin bersegera menjadi warga Bandung atau Surabaya, menuntut ilmu di ITB atau ITS untuk menjadi insinyur terbaik negeri ini. Benar, saat itu setelah selasai UAN aku lansung berangkat ke Bandung mengikuti bimbel masuk PTN. Dan saat inipun, tidak ada rencana sama sekali untuk kembali menetap di magetan. So sorry ! I couldn’t give what I must give to you..

Tapi tenanglah, aku bersama teman teman SMA1 lulusan 09 kini telah menyiapkan pemimpin yang paling pantas untuk mu magetan, saat ini dia menempuh pendidikan di IPDN. Walau sudah tiga tahun lebih kita berpisah tapi setiap mudik selalu berkumpul membahas rencana besar kami bersama kawan kawan yang lain. Dia adalah pemimpin hebat, bapaknya juga seorang pemimpin besar di magetan. Dia tahu apa yang magetan butuhkan, kami teman temannya SMA, calon para insinyur, ekonom, dokter, politisi dan yang lainnya yang saat ini tengah kuliah  siap memberikan dukungan penuh untuknya di waktunya nanti. Tenang saja, karena dia mau kembali ke magetan untuk membuatmu jauh lebih oke..

Para pemimpin magetan, aku begitu menghormati anda, tapi bukankah pemimpin itu harus siap dikuliti media?

Kalau angkaku ditahan oleh pemerintah yang tidak tahan kritik, aku akan mengadakan koreksi habis habisan. Memang demikian kalo dia bukan pemerintah pandai, tentang janji saja dia lupa. Pemerintah yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Pemerintah bukan dewa yang selalu benar, dan masyarakat bukanlah kerbau (Soe Hok Gie)

Magetan, What do you want ? Aku bersama mu orang orang malang…