jump to navigation

Sudah Lama Menunggu September 16, 2014

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Mukjizat Malam [romantisnya rembulan].
15 comments

Oleh: sahabat semesta

Aku sangat menunggu kehadiran malam itu

Lama sekali

Kumohon… cepatlah datang

Aku sangat menunggu kehadiran malam itu

Malam manis semanis rembulan yang hadir di atas sana

Walau.. mungkin keadaannya nanti rembulan tak tampak tertutup mendung hitam

Teap saja manis…

Malam indah dipenuhi bintang – bintang bertebaran

Walau mungkin keadaannya nanti hujan sedang turun dengan lebatnya meredupkan cahayanya

Tetap saja indah…

Kau pasti bertanya

Apa yang membuat malam yang aku tunggu itu manis dan indah jika nantinya mendung lalu hujan ?

Kujawab,” itu adalah malam dimana keesokan harinya aku akan mengucap ikrar suci bersama gadis baik yang telah Tuhan pilihkan untukku”

Asal kau tahu, aku sangat menunggu kehadiran malam itu

Masihkah Kau Sendiri… September 9, 2014

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Mukjizat Malam [romantisnya rembulan].
add a comment

Oleh: sahabat semesta

Siapakah Akhmad

Nama yang kau sebut dalam sebuah tulisan mu…

Terangkan kepadaku, siapakah Akhmad

Lelaki yang kau sebut pernah mengucap cinta pada engkau, gadis yang juga aku suka..

Terangkan kepadaku,,,

Aku tak berniat mundur untuk memperjuangkanmu…

Aku tak berniat mundur untuk mendapatkan

Untuk mendapatkan apa yang kelak akan kita sebut “cinta”

Namun…

Aku takut menumbuhkan harap…

Harapan yang akan mengganggu tidur- tidur malamku

Aku berhati- hati dengan harapan

Karena biasanya berakhir menyakitkan…

Aku tak mau seperti mereka

Yang meronta sembari gelisah ketika malam menjelang

Hanya karena harapan yang tak kunjung datang

Aku tak mau seperti mereka

yang meronta sembari gelisah padahal rembulan hadir dengan cantiknya

Aku hanya mau

Terangkan kepadaku siapa Akhmad

Itu saja…

Mei (bukan) bulan kematian July 26, 2013

Posted by semesta in Buah dari-Nya, Mukjizat Malam [romantisnya rembulan].
add a comment

Oleh: sahabat semesta

Dulu aku menganggap Mei adalah bulan kematian

Anggapan yang sedikit tak berdasar

Perjalanan hidup orang- orang yang aku sayang, harus berhenti di bulan ini

Perjalanan mereka terhenti, tanpa berpamitan kepadaku

Dan akupun harus melanjutkan perjalanan ini sendiri, tanpa engkau temani

Namun setidaknya aku tahu, sejatinya perjalananku juga akan berakhir sepertimu

 

Tapi ketika perjalananku semakin jauh, aku tersadar

Semua bulan adalah bulan kematian….

Apalah yang lebih puitis

Selain berbicara tentang kematian

Berbicara tentang keranda

Atau lubang kubur yang sempit

Tanpa bantal, guling atau selimut yang hangat

Melewatkan malam- malam yang indah

Tanpa bisa melihat tajamnya bulan sabit

Atau menghitung bintang yang redup

Lalu…bagaimana jika kedinginan ?

Tetapkah ibuku akan menyelimutiku seperti saat aku kecil dulu ?

 

Yang akan bisa kita lakukan hanyalah menunggu

Menunggu lama hingga tiba pada sebuah pengadilan

pengadilan milik Yang Maha Adil

 

tribute for my grandpa alm Hadi (mei, 2005) dan my close friends alm M. Auliyaurrahman (mei 2011)