jump to navigation

Menghitung Zakat yang BENAR October 9, 2013

Posted by semesta in Recommended Book, Sharing w/ Us.
6 comments

Oleh: sahabat semesta

Zakat Profesi

Istilah zakat profesi adalah baru, sebelumnya tidak pernah ada seorang ‘ulamapun yang mengungkapkan dari dahulu hingga saat ini, kecuali Syaikh Yusuf Qordhowy menuliskan masalah ini dalam kitab Zakat-nya, kemudian di taklid (diikuti tanpa mengkaji kembali kepada nash yang syar’i) oleh para pendukungnya, termasuk di Indonesia ini.

Menurut kaidah pencetus zakat profesi bahwa orang yang menerima gaji dan lain-lain dikenakan zakat sebesar 2,5% tanpa menunggu haul (berputar selama setahun) dan tanpa nishab (jumlah minimum yang dikenakan zakat). Mereka mengkiyaskan dengan zakat biji-bijian (pertanian). Zakat biji-bijian dikeluarkan pada saat setelah panen. Disamping mereka mengqiyaskan dengan akal bahwa kenapa hanya petani-petani yang dikeluarkan zakatnya sedangkan para dokter, eksekutif, karyawan yang gajinya hanya dalam beberapa bulan sudah melebihi nisab, tidak diambil zakatnya. (more…)

Mengenal tempat sejarah Dahlan Iskan di Buku “Sepatu Dahlan” November 20, 2012

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Recommended Book, Sharing w/ Us, Universe (ity).
17 comments

Sepatu Dahlan…

Tentu kita mengenal buku yang direlease beberapa bulan yang lalu

Buku yang menceritakan masa kecil Dahlan (Menteri BUMN RI gan…)

Eh,,, ketika mulai membaca beberapa lembar buku ini,, hanya tersipu sipu sambil mengangguk, ..bagaimana tidak.. tempat tempat yang disebutkan di buku “sepatu dahlan” hampir semuanya aku ketahui… lho ?! iya brur.. beliau kan kelahiran magetan, exactly kecamatan takeran.. nah itu mah masih satu kecamatan, desa beliau dengan desaku hanya berjarak 3km (terpisah oleh satu desa yang lain)…

Image

cover buku ” sepatu dahlan”

Imagehalaman pertama

Well done…

Nah kali ini akan mengupas beberapa tempat yang ada di buku ini….

1. Kebon Dalem

Kebon Dalem atau yang lebih dikenal dalem adalah daerah tempat beliau Dahlan… Dalem ini sebenarnya kompleks dari sebuah pondok pesantren di pusat kecamatan Takeran (satu- satunya pondok di Takeran dan pondok tertua se kabupaten Magetan- Jatim)

Image

2. SMP Magetan atau sekarang lebih dikenal dengan SMPn 1 Magetan

Terletak di jalan Kartini kota Magetan (selatan alun- alun)

Dijelaskan bahwa beliau sangat berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di SMP1 Magetan, namun ditentang oleh kedua orang tuanya (dengan alasan mahal #no comment)
Ibunya menyarankan untuk sekolah di MTSn Takeran saja , selain dekat juga murah…

* SMP1 Magetan adalah sekolah yang selalu menghasilkan generasi emas dari masa ke masa.. aku sendiri dulu berkeinginan sekolah disana,, tapi apa daya aku hanya diterima di SMP1 Kawedanan.. SMP terbaik kedua setelah SMP1 Magetan (// bukan pembelaan brow… ciyus..)

Ketika aku sekolah di SMAN1 Magetan (SMA terbaik se Magetan– karisidenan Madiun) banyak sekali memiliki teman- teman asal SMP1 Magetan,, mencengangkan… mereka kini kuliah di PTN terbaik negeri ini…

Desyanti (FIK UI) Robi (Elektro ITB), Debi (Mesin ITB), Riska, Gigih (FK UGM) Dama (Fisika UI, Geomatika UGM), Niar (TI UNS) Adhib, Vita (FE Unair) Cendi ,Mukti, Jefri (FK Unair), Ika yuni (TI ITS) Taufiq (Tekpal ITS) Ferio (Mesin ITS) Aang, Bayu, Restu (Elektro ITS) Adhib (Informatika ITS) Wisnu (Sipil ITS) Frengky, Buntet (FK UB) Ratih (Arsitek UB) Engkong, Cimo, Adit (STAN) Reni (Fis Unpadj) Tya (FK UII) Dhea (FK UMS)

mereka semua jebolan SMPN1Magetan..dan masih banyak yang lain… itu hanya mereka yang kukenal,, karena sesama aktivis semasa di SMAN 1 Magetan

Image

da_is akhirnya melanjutkan sekolah ke MTSn Takeran

Image

3 Gorang gareng adalah nama kecamatan sebelah baratnya Takeran.. sekarang lebih dikenal dengan nama kecamatan Kawedanan
Sumur tua Soco… Soco adalah nama desa di kecamatan Bendo.. ada semacam sumur yang dijadikan wisata disana

Image

4. Nama kecil Dahlan Iskan adalah Muhammad Dahlan

Image

5. Cigrok adalah nama desa di Takeran,, di buku dikisahkan bapak Dahlan sering pergi ke cigrok hanya untuk sekedar main dan melihat tempat yang konon dijadikan PKI untuk membantai warga Takeran dengan sadis
Sebagai catatan bahwa pusat PKI adalah di kota Madiun

Image

6. di dekat kampung dahlan .. ada dua nama pabrik gula, pabrik gula redjo agung yang ada di kota madiun (Takeran adalah kecamatan paling timur se kabupaten Magetan..so.. lebih deket ke Madiun daripada harus ke kota Magetan) dan pabrik gula redjosari yang ada di kawedanan

Image

7. “dalem” sebutan untuk daerah kompleks pesantren dimana dahlan dilahirkan dan tumbuh.. pesantren itu bernama PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN atau lebih dikenal PSM Takeran…berikut gambar PSM kala itu ….tagline PSM dari awal berdiri sampai detik ini masih sama ‘Ilmu Amal Taqwa”

Aku sendiri suka sekali duduk duduk didepan gerbang ini menghabiskan sore setiap mudik ke kampung,, karena banyak sekali teman- temanku yang menuntut ilmu disana,,

Image

gerbang masa kini…

Image

8. Sungai Kanal

Sungai ini terletak di ujung timur Takeran.. jika kita dari Magetan menuju Madiun lewat jalur Takeran pasti melewati jembatan sungai Kanal… dari masyarakat, banyak cerita mistis yang mewarnai sejarah sungai kanal dari dulu hingga kini

Image

9. Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan

Image

10. Desa Waduk- Desa Sawojajar… kedua desa ini sebelah timurnya pas desa (kelurahan) Takeran

Image

Image

11. Pasar Madiun dan Pasar Magetan… pasar tradisional nan murah yang ada di kota madiun dan kota magetan.. keberadaanya hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh pemda/ pemkot setempat walau   mall mulai menjamur di kedua kota tercintaku ini…

Image

12. SMP Bendo atau sekarang dikenal SMPN1 Bendo, SMP satu- satunya di kecamatan Bendo (Bendo adalah nama kecamatn sebelah utaranya kecamatan Takeran)… menurut buku ini Tim Voli Dahlan Iskan (Tim dari MTSn Takeran) dengan mudah mengalahkan tim voli SMPN 1 Bendo # dahlan tuh jagonya voli

Image

13. PSM (Pesantren Sabilil Muttaqin) Takeran… pe-es-em— pe-es-em /////yel yel,,

Image

14. Lapangan volley

Image

15. Stasiun Madiun

Stasiun terbesar… di stasiun ini kereta selalu berhenti lama.. baik kA eksekutif,, apalagi ekonomi.. penumpang dari sini sangat padat..

yap… karena warga Magetan, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Trenggalek,  jika ingin naik kereta harus ke stasiun ini.. stasiun ini termasuk stasiun jalur selatan.. jika dari Surabaya atau dari Banyuwangi mau ke Bandung, Jogja atau Jakarta lewat selatan pasti melalui St Madiun

Image

16. Nih dia author dari buku keren ini….

Image

17. Ehmm… bagi lo yang belum punya buku ini buruan serbu di gramedia gramedia…karena akan segera terbit lagi… terusan trilogi dari buku ini… keren gila…

Image

18. Finally, I say that ” Im pride be a NATIVE’s magetan…

I love magetan…