jump to navigation

Senyum July 13, 2015

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Sharing w/ Us.
add a comment

As you know, ini adalah postingan blog saya pertama setelah married. Dan akhirnya istri saya tahu juga tulisan- tulisan saya di blog ini, dan berfikir, betapa gilanya suaminya di masa lalu. Istri saya pun ternyata sudah tahu blog saya diam- diam, setelah saya mengkhitbah nya, Februari lau.

Postingan tulisan kali ini adalah tulisan seorang teman, eh bukan, tapi beliau adalah sahabat saya, sebagai bentuk kado atas pernikahan kami. Dia memang smart, ngasih kado yang special, antimainstream dari kebanyakan yang lain. Dan tulisan ini tanpa saya memintanya. (Karena saya bukan peminta- minta). Ini murni tulisan dari dalam hati seorang sahabat tentang sahabatnya yang lain.

Tulisan yang diberinya judul “Senyum” (Nama panggilan-ku) . Tulisan yang dia sendiri tidak tahu kapan saya akan membacanya, dan pagi ini (13 July, 2015), saat orang- orang hiruk pikuk mudik menyambut Ied Fitri, saat itulah saya masih tetap masuk sebagai karyawan rendahan dengan kebiasaan membuka email setiap datang di kantor. Pagi ini ada notif email baru yang masuk di Inbox. Kubuka, Inilah tulisannya. Dan selamat membaca…

Senyum

Makna kata senyum di atas bukanlah sesungging senyuman, melainkan nama salah seorang kawan. Meski bukan nama asli pemberian orang tuanya, demikianlah saya dan beberapa kawan akrab memanggilnya. Mungkin karena yang bersangkutan kerap kali menebar senyum. Jadilah ia berjuluk demikian. Entah bagaimana dan dari mana julukan itu berasal bukan jadi hal utama di tulisan saya ini. Topik pentingnya adalah sosok seperti apakah Senyum ini.

Sebenarnya ini adalah tulisan iseng. Nama Senyum tiba-tiba menyeruak di antara nama kawan-kawan lama yang ingin saya tulis yang pernah jadi bagian dari masa lalu. Entah dari mana asal muasal munculnya, tapi harus saya akui, Senyum memang sosok yang unik dan berbeda.

Senyum di mata saya adalah orang yang sok, songong, vulgar, dan frontal. Kok jelek-jelek semua ya? Ya memang demikian yang ada di pikiran saya. Mungkin semua karakter itu muncul dari kegigihan dan idealismenya dalam memperjuangkan setiap keinginan yang ada di benaknya.

Sepanjang saya mengenalnya, ia adalah orang yang masa bodoh dengan omongan orang. Kalau hendak dimirip-miripkan dengan public figure, Jose Mourinho sepertinya mirip juga sama Senyum. Big mouth? Maybe yes but it doesn’t mean that he is blank. Because I know well, how persistent Senyum is on everything he does. He always gives his best and full effort.

Cuma terkadang, dia melupakan prinsip keseimbangan. Life must be balance and to make it, be proportional! Kadangkala ambisi yang berlebihan itu membutakan hal-hal positif lainnya. Bukan begitu?

Hal kecil itulah yang kadang tidak bisa dilihat Senyum dengan lebih detail dan teliti. Yeah, you can count it as an advice from me, hehehe, peace :)

Bagi yang tidak mengenal Senyum dengan baik, pasti akan sependapat dengan saya tentang sifatnya di paragraf tiga tulisan ini. Tapi saat mengenalinya lebih dalam lewat kesehariannya, bertukar pikiran dengannya, percayalah, Senyum adalah sosok yang terbuka. Ia tidak sekaku yang dibayangkan. Ia punya banyak jokes sebagai bahan tertawaan bersama. Ia juga menghargai siapapun. He also has ­strong spirit to be a better person. And yes, he is the type who will keep the boundary of friendship ever.

Sejauh ini, itu saya yang saya ketahui tentang seorang Senyum. Dan semua yang saya tulis di atas, sudah tentu berasal dari pikiran saya. Semuanya hanyalah pendapat pribadi tentang seorang kawan.

For me, you are now is enough Nyum. Hopefully the boundary of our friendship stay still.

April, 13th 2014. I don’t know whether to publish it or not but I am sure, I will let you read it one day. Yet don’t’ know when.

My comment :

.:. For Upik

Thanks udah nulis ini. Hmhmhm… spechless. How the time flies so fast. Rasanya baru kemarin, kita masih bocah ingusan pake baju seragam SMA, yang setiap harinya saya (dengan parfum melati) sibuk membujuk teman- teman untuk menempatkan kampus ITB sebagai prioritas pertama tempat pendidikan kita selanjutnya. Yang sayangnya… mimpi besar itu tidak pernah kita barengi dengan bersungguh- sugguh belajar. You know guys.. dimana deretan bangku belakang masih jadi tempat favorit kita tiap moving class, cekikikan saat guru mengajar, curcol, sibuk memecahkan teka- teki sendiri,  dan hal- hal keren lainnya. Dengan anomali, kita tetap saja meraih nilai- nilai ulangan dengan bagus. Itu mungkin yang membuat kita terlena. Dan kecurigaan kita benar, kita terlalu pintar untuk ukuran siswa- siswa di Magetan. Heuheu #kibasin rambut .

.:. Teruntuk istriku

Saya tidak tahu, tulisan ini bakalan engkau baca atau ndak. Tapi melihat sifatmu yang sangat kepo (sampai tahu semua akun medsos saya sebelum hubungan kita halal), Ada pesan singkat yang ingin saya sampaikan kepadamu, sayang….

Bahwa benar adanya yang ditulis Upik. Saya lupa, pernah mengatakannya kepadamu atau belum. Bahwa, ” Resiko yang akan kamu terima sebagai istriku adalah, saya memiliki banyak musuh, dan saya juga memiliki banyak sahabat yang bahkan rela mati untuk saya ” .

Mungkin kalimat diatas terlalu berlebihan, tapi memang benar. Mungkin tulisan diatas adalah jawaban, mengapa saya tidak bisa sangat akrab dengan beberapa orang. Tapi disisi lain saya bisa sangat humoris atau bahkan bercanda gila dengan beberapa yang lainnya. Mungkin itu adalah jawaban, mengapa dulu ustadz- ustadz mu sangat mengkhawatirkanmu, apakah saya calon suami yang tepat untukmu. Kekhawatiran mereka, seperti yang Upik bilang, karena ustadz- ustadz mu tidak begitu mengenal baik saya, sehingga dimata beliau- beliau, saya adalah orang yang sok (sombong), songong, vulgar dan frontal. Tapi… seperti yang Upik bilang, saya adalah orang yang masa bodoh dengan omongan orang. Right.! I don’t really care what people think or say about me. I was not born on this earth to please anyone.

Terima kasih telah mempercayakan pilihanmu pada ku. Uhuk, bentar, batuk dulu-. Dan maaf ya, saya kalau bercanda kadang sampai parah, itu artinya kita ada chemistry. Dan kamu salah satunya, selamat ya… Cie cie… Heuheu…

Seperti tak ada antara, karena saya tak mengenal tengah- tengah atau bersikap biasa. Begitulah saya bersahabat atau berhubungan. Sebagian orang menganggap saya sangat baik, ramah luar biasa, mendukung saya, asyik diajak bercanda, betah diajak ngobrol lama untuk bertukar pikiran. Dan sisanya akan disisi yang berseberangan, muak melihat saya, beranggapan saya pendiam setengah mati, menilai saya  tidak tahu santun, antipati, bajingan atau apalah. So, whos care ?

Istriku, kamupun tahu, aku adalah orang biasa. Tidak lulusan pondok, Tidak hafal banyak juz, tidak hafal banyak hadits, Tidak banyak tahu nama- nama pondok A, B, C, dimana itu, terasa asing mendengarnya. Padahal jika saja engkau mau, banyak pemuda yang ingin menikahimu, yang memenuhi kriteria diatas. Tapi… takdir berkata lain. Sekali lagi, Terima kasih telah mempercayakan pilihanmu pada ku. Aku akan belajar menjadi sebaik- baik suami untukmu.

Kunjungan Berbeda October 10, 2014

Posted by semesta in Burung bilang itu Cinta, Sharing w/ Us.
Tags:
7 comments

Oleh: sahabat semesta

Entah bagaimana perasaan sahabatku, mungkin  bercampur baur seperti pasir dan air di lautan terbawa derasnya arus. Bagaimana tidak, seminggu setelah di wisuda bukti telah menyelesaikan tugasnya di almamater, dengan gagahnya mengenakan toga dan berfoto ria bersama keluarga, tepat seminggu setelahnya, setelah momen bahagia itu, ibunda tercinta yang seminggu lalu masih tersenyum bangga melihat anaknya lulus, hari ini sang ibunda meninggalkan semuanya untuk selama- lamanya. Tentu kau tahu? Tidak cuma anaknya yang ditinggalkannya, tapi juga suami, keluarga, kerabat bahkan aku yang bukan siapa- siapanya merasa ditinggalkannya.

Pada senja hari ini, aku duduk di pelataran depan rumah sahabatku itu. Rumah nya sepi, tidak seperti biasanya. Lantainya pun berdebu, tidak seperti biasanya. Aku duduk di kursi tua di atas halaman bertanah menunggu sambil berharap ada seseorang dari dalam rumah membukakan pintu untukku. Walau sebenarnya aku tahu, tidak ada siapa- siapa di dalam. Sembari menunggu, mencoba  mengingat- ingat, baru saja tiga minggu yang lalu (13/9) aku barusan dari sini, setelah setahun lebih tidak silaturahim. Padahal dulu, hampir tiap bulan aku main kemari, walau sekedar untuk menemui sahabatku, atau menemui ayah dari sahabatku yang juga sangat dekat denganku. Ayah dari sahabatku adalah guru SMP ku, namun hubunganku dengannya lebih dari sekedar hubungan antar guru dengan murid. Ketika datang kesinipun siapa yang ada di rumah bisa aku ajak ngobrol tanpa ada rasa canggung sedikitpun, aku menganggap keluarga mereka seperti keluarga sendiri, entah juga dengan ibunya ataupun kakaknya. Dulu sekali ketika masih semester awal kuliah, setiap kepulanganku dari Surabaya ke kampung halaman, selalu aku sempatkan untuk bersilaturahim ke rumah ini. Tapi, terhenti ketika kuliah semester akhir apalagi sudah kerja seperti sekarang. Hal yang sebenarnya tidak patut dijadikan alasan memutus silaturahim dengan keluarga dari sahabatku.

Senja ini, persis tiga minggu setelah kedatanganku kesini pula, sangat terasa berbeda dari kedatangan- kedatanganku sebelumnya. Tiga minggu lalu, aku melihat mata sahabat ku dan kakaknya lembam.Terasa pilu lagi melihat ayahnya yang terlihat kuat menahan untuk tidak mengeluarkan setetes air matapun. Tapi sepandai- pandainya beliau terlihat tegar, tidak pernah mampu menutupi hatinya yang teramat sedih. Usaha untuk terlihat tegar hanya malah membuat pilu saja orang yang melihatnya. Termasuk aku saat itu. Aku hanya menunduk karena tak kuat melihat wajah sang ayah yang seringkali mencoba menahan kesedihan. Semakin berusaha kuat menahan, semakin membuat tak kuat siapa yang melihat. Ya… hari itu adalah hari dimana ketika aku datang kerumah sahabatku, yang kulakukan pertama kali adalah menegakkan shalat tapi tanpa ruku’ dan tanpa sujud. Hari yang berbeda dari biasa- biasanya. Selepasnya kami pergi ke makam, dan melihat sahabatku berdiri di samping sang ayah yang terlihat sangat kebingungan, sesekali sang ayah mencabut- cabut rumput di atas pusara orang lain sambil menyaksikan jasad istri tercintanya dibaringkan.

Senja ini, setelah aku menunggu, sang ayah pun datang. Habis dari tempat fotocopy, kata beliau. Setelah dibukakannya pintu, seperti biasa, tanpa disuruh aku langsung duduk di kursi paling pojok sambil menyerahkan beberapa bingkisan makanan. Detik berdetik dengan beliau, tanpa aku meminta karena tak mau membuka luka, beliau bercerita. Dua hari setelah wisuda anaknya, sahabatku, istrinya mengeluh sakit. Kemudian, dilanjutkan bercerita tentang menit- menit menjelang kepergian istrinya. Setengah jam sebelum wafatnya, istrinya merasa kedinginan dan minta ditambah selimut. Seperempat jam sebelumnya, istri memandang tajam suaminya. Dan memegang erat tangan anaknya, sahabatku. Bundanya memegang jemari- jemari anak erat- erat, seolah hendak pergi tak mau berpisah. Merasakan setiap perasaan yang  mengalir melalui pembuluh darah, melintasi saraf peraba di setiap ujung jari, jembatan perasaan yang mengalir kemudian dipahami tanpa kata- kata, dan kemudian berakhir begitu saja, berakhir begitu cepat. Kira- kira begitu aku menggambarkannya. Dan ketika bercerita , suara beliau parau, menambah nuansa duka senja itu, menandakan bahwa luka itu masih tertanam dalam hati sang ayah. Entah sampai kapan, walau keyakinanku mengatakan, kepedihan itu tak akan pernah sembuh selamanya, tapi aku berharap tidak demikian.

Dua hari sebelum wafatnya, ketika dini hari sekitar pukul 02.30, saat aku masih berada di lapangan menyelesaikan pekerjaan karena ada masalah di bagian mesin (turbine), aku menelepon sang ayah. Tapi tak ada jawaban, padahal setahuku jam- jam segitu beliau sudah terjaga dari tidurnya.  Tak lama, kuterima sms dari beliau,

Alhamdulillah nak, bapak masih diberi berkah dengan datangnya ujian dari Allah. Sekarang istri opname di RSI, doakan segera sembuh ya.

Dan sehari setelah wafatnya beliau, malam hari sekitar pukul 21.00 saat perjalanan menuju kota dimana aku kerja, ku kirim sms pada beliau,

Yang menampung kesedihan adalah hati. Kesedihan bertumpuk- tumpuk menjadi cair. Dan, sayangnya, hati hanya sebesar gelas, sementara kesedihan yang kita rasakan seperti es di kutub utara. Tak kuat hati menampungnya, maka mengalirlah ia menjadi air mata. Oleh sebab itu, tidak perlu kita menahan dan membendungnya. Air mata yang jatuh dari seorang laki- laki tidak selamanya menunjukkan bahwa kita lemah.

Malam itu aku benar- benar khawatir terhadap kesehatan beliau dan segala tentang kekhawatiran bagaimana beliau tidak mau melepas air matanya untuk jatuh.

Dan senja ini, masih dengan sang ayah dan cerita- cerita sendunya, cerita tentang suatu pagi, beberapa hari setelah  wafatnya istri, di suatu pagi, sahabatku mencuci beras untuk dimasak, pekerjaan yang sebelumnya biasa dilakukan bundanya. Melihat tingkah anaknya, sahabatku, kau tahu apa yang dilakukan sang ayah? Masuk ke kamar mandi dan menangis, sesenggukan, sang ayah berusaha sembunyi agar tidak terlihat anaknya, sahabatku, kalau ayah menangis.

Sembunyi atau menyembunyikan perasaan. Itulah yang sebenarnya beliau lakukan. Baru kutahu ketika beliau melanjutkan ceritanya, ketika di hari wafatnya, beliau berusaha keras agar tidak menangis. Karena, di benaknya, jika sampai beliau menangis, maka bagaimana dengan anak- anaknya (sahabatku dan kakaknya). Jika beliau menunjukkan tidak kuat, bagaimana dengan anak- anaknya.  Maka ketika dengan menahan air mata agar tak jatuh, berharap disangka kuat, agar anak- anaknya juga kuat. Seperti itulah…

Adzan pun berkumandang. Pembicaraan kita terhenti, dilanjutkan berbuka puasa.

Sepulang maghrib berjamaah di surau dekat rumah dengan imam sang ayah, aku mengajaknya bicara dengan topik lain disertai candaan khas dari ku. Tak lama kemudian, kami dengar deruan suara motor. Rupanya sahabatku dan kakaknya telah datang, dari Malang, setelah aku bersalaman dan menanyakan sedikit hal dengan sahabatku, saat itulah tugasku sore itu selesai. Akupun berpamitan pulang, sengaja membiarkan mereka bercengkerama. Karena sekali lagi, aku bukanlah siapa- siapanya mereka.  Asal kau tahu, kedatanganku sore itu tak lain karena ingin menemani ayahnya, walau sebentar. Sebentar, jika dibandingkan dengan sepinya hari, sepinya rumah ini, dan sepinya masa tua yang akan beliau jalani mulai hari ini, hingga nanti.

Ada alasan tentunya, mengapa Allah telah memanggil ibu dari sahabatku secepat itu. Karena tugasnya di dunia telah usai. Bagaimanapun, engkau telah melahirkan anak yang akan selalu menjadi sahabat baikku. Telah menjadi istri yang setia bagi suamimu. Terima kasih telah menjadi bagian penting dari orang- orang yang aku sayangi dan hormati, suamimu dan anak- anakmu. Dan dariku, terima kasih selalu telah membukakan pintu, menyediakan minuman dan makanan ringan, dan mengajakku bicara sebelum orang yang aku cari, suamimu atau anakmu keluar, di setiap kunjungan- kunjunganku kesini dulu. Seperti yang aku bilang diawal, rumah ini sudah berbeda. Malam itu sebelum aku meninggalkan rumahmu, kulihat redup lampu teras depan yang berbeda dari biasanya, udara malam di sekitar yang berbeda dari biasanya, dan debu- debu lantai yang berbeda dari biasanya.

Menjelang isya’, akupun beranjak pergi, diiringi gema suara takbir idul adha yang bersahutan, dari masjid- masjid, mengagungkan Nya

.:. Tribute for my best friends Dharma, dan ayahnya

Menghitung Zakat yang BENAR October 9, 2013

Posted by semesta in Recommended Book, Sharing w/ Us.
6 comments

Oleh: sahabat semesta

Zakat Profesi

Istilah zakat profesi adalah baru, sebelumnya tidak pernah ada seorang ‘ulamapun yang mengungkapkan dari dahulu hingga saat ini, kecuali Syaikh Yusuf Qordhowy menuliskan masalah ini dalam kitab Zakat-nya, kemudian di taklid (diikuti tanpa mengkaji kembali kepada nash yang syar’i) oleh para pendukungnya, termasuk di Indonesia ini.

Menurut kaidah pencetus zakat profesi bahwa orang yang menerima gaji dan lain-lain dikenakan zakat sebesar 2,5% tanpa menunggu haul (berputar selama setahun) dan tanpa nishab (jumlah minimum yang dikenakan zakat). Mereka mengkiyaskan dengan zakat biji-bijian (pertanian). Zakat biji-bijian dikeluarkan pada saat setelah panen. Disamping mereka mengqiyaskan dengan akal bahwa kenapa hanya petani-petani yang dikeluarkan zakatnya sedangkan para dokter, eksekutif, karyawan yang gajinya hanya dalam beberapa bulan sudah melebihi nisab, tidak diambil zakatnya. (more…)

menjadi sarjana July 17, 2013

Posted by semesta in Sharing w/ Us, Universe (ity).
add a comment

Oleh:  sahabat semesta

Nak… satu malam satu lembar saja!

diam dan mulailah menuliskannya!

bukankah janjimu ingin jadi SARJANA?

janganlah membuat kami meneteskan air mata!

bukankah harapan kami tidak mengada-ngada?

hanya ingin melihat kamu menjadi SARJANA!

baju toga itu, mengeringkan semua keringat kami!

Menghapuskan air mata kami!

membayar semua pengorbanan kami!

ingat..! bukan emas dan permata sebagai bentuk balas jasa!

hanya kata-kata sederhana!

SARJANA saja!!!

lupakah kau waktu kami mengantarmu ke kota?

kami pulang lalu bercerita kepada siapa saja bahwa anak kami sekarang kuliah dan menjadi calon SARJANA!

kami lalu menjual apapun yang ada!

kami mulai menghemat uang belanja!

harus pergi kerja walaupun hujan belum reda…

Kau tentu tahu kan nak, betapa sulitnya menjadi kami…

 

mengapa asing lebih dicintai June 26, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
6 comments

Oleh: sahabat semesta

Selama Pertamina belum berani menggaji para employee nya lebih tinggi

Dan meningkatkan safety nya

Maka mahasiswa mahaasiswa cerdas prefer ke foreign oil company

Dan aku senang dengan hal tersebut

Masalahnya dua, salary and safety

Aku pernah kerja praktek di salah satu BUMN dan di salah satu perusahaan minyak Amerika, ConocoPhillips

Bukannya tidak nasionalis, tapi saya mendapatkan international standart environment, mutual respect among employee, professionalism, full service, high safety di ConocoPhillips

Lagi lagi dengan embel embel BUMN, perusahaan ini kerjanya agak ngawur dan asal jalan

Kita memang membutuhkan sosok Soekarno. Apa perlu kita menggali kuburnya agar kembali bangun dan menjadi pemimpin negeri ini lagi ?

Agar Indonesia bisa seperti Venezuela.

Kita sama-sama negara kaya minyak. Tapi bedanya negara yang disebut kedua bisa mandiri

Pertamina (NOC)  memang miskin SDM handal jika dibanding foreign oil company.

Ditambah pula konsumsi penduduk Indonesia yang melebihi kemampuan produksi minyak Pertamina, mengakibatkan kita harus impor minyak

Jadi tidak perlu menyalahkan siapa siapa…

Awal mula.. dulu sekali.. Pemerintah mengundang perusahaan minyak asing untuk memilih lahan atau blok di seluruh Indonesia setelah dianalisa geologist engineer. Dan lahirlah perjanjian kontrak untuk beberapa tahun. Pemerintah mempersilakan perusahaan minyak tersebut melakukan eksplorasi di tanah Indonesia selama beberapa tahun sesuai kesepakatan kontrak dan erjanjian yang lain, yang kemudian diatur oleh BP Migas.

Untuk sekedar tahu.. biaya untuk melakukan drilling pertama untuk mengetahui suati titk x,y ada minyak atau tidak. Perlu biaya US 200juta Amerika. Atau setara Rp 2T. Sebuah gambling yang tidak kecil. Sehingga semua perusahaan minyak bermodal kecil ketar – ketir. Termasuk Pertamina. Walau sudah dianalisa misal terdapat liquid oleh para engineer, tapi liquid tersebut bisa berupa air, lumpur atau benar benar minyak. Siapa tahu ?

Kata katanya, Pertamina mulai menggeliat. Kita do’akan saja.

2010 lalu Exxon Mobil habis kontrak untuk blok Cepu yang sangat besar, tapi miskinnya kepercayaan pemerintah kepada Pertamina untuk mengolah blok Cepu yang sangat kaya minyak, menghasilkan keputusan untuk memperpanjang kontrak ke pihak Exxon.

2012 lalu, Dahlan Iskan bertanya kepada Karen, CEO Pertamina. Lebih tinggi mana produksi minyak Pertamina dibanding Petronas (NOC  nya Malaysia). Jawab Karen, tentu lebih tinggi Petronas. Padahal kita tahu sendiri, tahun 70-an Petronas masih belajar ke Pertamina. Dan Karen menimpali bahwa Pertamina untuk kedepannya bisa menyalip Petronas dengan mengakhiri blok Mahakam- Kaltim yang selama ini diakusisi Total EP, Perusahaan minyak asal Perancis. Tapi apa daya, keraguan pemerintah disertai keraguan para menteri lain seperti Jero Wacik terhadap kemampuan Pertamina untuk mengakusisi Mahakam yang sudah habis kontrak 2012 kemarin kembali gagal. Miris bukan. Tapi dengar dengar ada kepentingan politik untuk 2014 dari beberapa menteri asal Demokrat mengapa Total EP tetap dipersilakan untuk me ngebor minyak di Mahakam. Entahlah… Politik tahi kucing, begitu kata Soe Hok Gie.

Saat ini lahan minyak milik  BP, perusahaan minyak asal British, beberapa sudah diakusisi Pertamina Hulu Energi. Walaupun blok terbesar BP, yakni di Tangguh Papua masih sah milik BP. Tapi setidaknya ada kemajuan.

Dan rencana- rencana , beberapa site milik Conocophillips di Jambi atau Natuna, ada beberapa yang mau diakusisi Pertamina. Kita tunggu saja.

Mengapa banyak pihak masih meragukan Pertamina? Katanya waktu kasus WMO (West Madura Offshore) milik HESS waktu itu diambil alih Pertamina, awal- awalnya Pertamina memang tidak siap baik SDM maupun Teknologinya. Hingga sempat berhenti produksi di bulan bulan awal. Hmhm…

Dan jangan salah wahai kalian yang katanya. Jero Wacik mengungkapkan bahwa industri minyak dari perusahaan asing menyumbang APBN per tahun sekitar 360 T. Atau sehari 1 T. Makanya ketika MK membubarkan BP Migas, Presiden SBY segera menugaskan kementerian ESDM agar tidak terjadi gejolak dari perusahaan minyak asing sehingga dana APBN selamat. JW pun rapat dan mengambil keputusan tepat bersama staff ahlinya sd pagi hari. Dan itu menjadi malam terpanjang Jero Wacik selama menjadi Menteri ESDM. Begitu yang saya dengar langsung dari beliau saat acara IBS di Jakarta kemarin.

Lagi lagi masalah SDM dan Teknologi (Pertamina)

Lagi lagi masalah salary dan safety

Contoh sahabat dekatku, Bapak Didik Wibisono dan BapakPangestu

Bapak Didik adalah manager  OEE di ConocoPhillips dengan gaji 110 juta per bulan

Dan bapak Pangestu adalah manager Supply Chain di Pertamina HE dengan gaji hanya 40 juta per bulan

Belum masalah safety. Karena  bagi kaum engineer seperti kami, safety adalah hal terpenting. Apalagi jika di offshore yang memiliki risk sangat tinggi

Ku tahu peliknya dunia minyak saat kuliah

Padahal dulu ketika SMA tergila- gila dengan tambang. Berjuang mati- matian untuk bisa masuk FTTM- ITB. Dan akan memilih jurusan Teknik Pertambangan, bukan jurusan Teknik Geofisika, Teknik Metalurgi atau teknik Perminyakan.

Namun, rencana Allah lebih indah daripada rencanaku, bukan begitu ?

Jangan pernah menjudge bahwa mereka anak negeri yang bekerja di perusahaan minyak asing adalah para pengkhianat bangsa. Cari tahu mengapa! Dan lihatlah siapa kita ?

Kita punya cara tersendiri untuk mencintai negeri elok ini [Ainun]

I LOVE INDONESIA

Salam !!!

Pilih Fakultas mu ! April 6, 2013

Posted by semesta in Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
9 comments

Oleh: sahabat semesta

# Apakah Fakultas Teknik merupakan Fakultas terbaik ?

## Belum tentu. Tidak penting membahas mana yang terbaik. Karena negeri ini membutuhkan banyak pilar seperti hakim, ustadz, ekonom, scientist, dokter, perawat, guru, pengusaha dan masih banyak yfang lain termasuk Insinyur.

# Apa perbedaan Insinyur dengan Sarjana Teknik ?

## Insinyur adalah gelar sarjana bagi lulusan Teknik di Indonesia sebelum dan sampai dengan tahun 1992. Setelahnya berganti menjadi S.T (Sarjana Teknik). Sebelum 1992 (gelar Insinyur, jumlah beban SKS minimal untuk mendapat gelar sarjana adalah 200 SKS). Setelah nya 1992 (gelar ST) berkurang menjadi 180 SKS dan akhirnya dipangkas menjadi 144 SKS sampai dengan saat ini. **peralihan Insinyur ke S.T hampir sama dengan gelar Drs. Ke S.Pd

# Dari 6 presiden Republik kita, siapa saja yang merupakan lulusan Teknik ?

## Bapak Soekarno dan Bapak Habibie

# Selebihnya ?

## Bapak Soeharto dan Bapak SBY adalah orang militer (Army), Bu Mega  sempat merasakan kuliah tapi tdk sampai tamat karena adanya diskriminasi dan larangan bagi seluruh keturunan Soekarno untuk mendapatkan pendidikan serta kehidupan yang layak di rezim Orde Baru (Bpk Soeharto). Sedangkan Bpk Abdurrahman Wahid (Gusdur), – anda tahu sendiri

# Bagaimana prospek lulusan Teknik di Indonesia ?

## Sangat cerah, hampir seluruh direktur utama, manager, kadiv, kabag, supervisor, dan para engineer di perusahaan manufaktur(motor, mobil, kapal, kereta, pesawat) , perusahaan inspeksi, perusahaan tambang, perusahaan minyak, perusahaan gas, perusahaan instalasi, perusahaan listrik, perusahaan pupuk, perusahaan semen, perusahaan steel, serta hampir seluruh bidang- dipegang oleh para lulusan teknik.

# Kalo di perusahaan emang dah pasti sih, tapi denger denger juga, banyak menteri yang juga lulusan Teknik. Kok bisa ??

## Yup.. dari dulu sampek sekarang memang banyak posisi strategis pengambil kebijakan negeri ini yang diisi oleh orang teknik. Dan di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini (SBY 2009-2014) ada kurang lebih 11 menteri dari total 37 menteri yang ada (29.7 %). Seperi Hatta, Jero Wacik, Tifatul Sembiring, Muh Nuh, Purnomo Yusgiantoro, Kuntoro M, Fadel Muhammad,  Helmy Faisal, Suharna Supranata dll

Kok bisa ? BISA. Karena kita berkarakter dan tangguh. Kita selalu bangga menjadi seorang engineer sejak hari pertama masuk kuliah/ menjadi mahasiswa Teknik. Berkarakter dan Tangguh. Di field/ lapangan/ site dengan pressure yang besar saja kita selalu solutif, apalagi di kantor dengan meja, kursi, computer dan beberapa buku yang terlihat santai dan membosankan… Sangat bisa kita.

# Saat ini, mana saja perguruan tinggi negeri Teknik di Indonesia ?

## Ada 5. ITERA (Institut Teknologi Sumatera- pemekaran dari ITB), ITB (Institut Teknologi Bandung- paling tua), ITS ( Institut Teknologi Sepuluh Nopember), ITK ( Institut Teknologi Kalimantan- pemekaran dari ITS) dan ITG ( Institut Teknologi Goa- Sulawesi Selatan).

Untuk IPB (Institut Pertanian Bogor) lebih cenderung ke pangan(gizi), pertanian, perkebunan dan peternakan. Ada pula jurusan teknik di IPB, tapi juga mengarah ke hal2 diatas

# Apakah hanya di  tempat tersebut kita bisa kuliah Teknik ?

## Tidak, saat ini hampir seluruh universitas ternama di Indonesia memiliki F.T (Fakultas Teknik) dimana semua jurusan yang berbau Teknik dijadikan satu fakultas walaupun sebenarnya berbeda ranah. Contoh: Universitas Syah Kuala–  Aceh, USU(Universita Sumatera Utara), Unand (Universitas Andalas-  Padang), UI, UGM, Undip (Universitas Diponegoro) , UNS (Universitas Sebelas Maret- Surakarta),Univ Udayana, Unibraw( Universita Brawijaya- Malang),  dll. bahkan perguruan tinggi keguruan pun saat ini ada beberapa yang memiliki fakultas Teknik seperti UNM( Universitas Negeri Malang), UPI (Universitas Pendidikan Indonesia- Bandung) dsb.

# Apa ada universitas ternama yang tidak memiliki jurusan teknik ?

## Ada. Yaitu Unpadj (Universitas Padjadjaran) dan Unair (Universitas Airlangga). Hal ini dikarenakan sudah ada Institut Teknik terhandal yang bersebelahan (satu kota) dengan kedua Universitas tersebut. Unpadj dengan ITB adalah saudara dekat di kota Bandung, sedangkan Unair dengan ITS pun juga demikian di kota Surabaya. Untuk Unpadj sebenarnya memiliki jurusan Teknik Geologi. Hanya satu jurusan tersebut.

# Unhas ?

## Unhas (Universitas Hasanuddin- Makassar) dulunya memiliki fakultas Teknik yang sangat hebat. Teknik Terhebat dari Timur. Namun karena sering adanya konflik antara fakultas teknik dan fakultas non- teknik di Unhas maka mulai 2012 dipisahkanlah fakultas Teknik di Unhas untuk mendirikan Insitut baru bernama ITG di Goa. Hal ini juga sebagai pencegahan ospek-kaderisasi yang sangat keras dari senior kepada junior di FT Unhas yang telah berlangsung selama puluhan tahun. aku sendiri pernah menerima curhatan dari teman Teknik Mesin Unhas secara langsung- saat aku ke Unhas– bagaimana pahitnya kaderisasi yang ia jalani sebagai mahasiswa baru dan perlakuan kasar dari seniornya. Dan keren nya lagi, Teknik Mesin Unhas berlambangkan Tengkorak. akumelihat dengan mata kepala sendiri.Keren !!

# Apa maksud dari pernyataan jawaban bahwa di Universitas, semua jurusan yang berbau Teknik dijadikan satu fakultas walaupun berbeda ranah ?

## Karena Universitas (Universal) lebih bersifat umum dan memiliki banyak bidang  seperti Kesehatan(Kedokteran, Keperawatan, Farmasi dll)  , Ekonomi (Akuntansi, Manajemen, Bisnis dll) serta Sosial (Psikologi,  Budaya, Sastra, Hukum, Hub Internasional, Kriminologi dll), maka Teknik pun juga dijadikan satu cluster. Contoh : di kampus UI Depok,  Teknik Sipil dan Teknik Metalurgi dibawah satu bendera Fakultas: Fakultas Teknik (FT).Padahal kedua jurusan teknik ini tidak dalam satu ranah ilmu yang ditekankan untuk dipelajari.  Ini berbeda dengan di Insitut yang memang lebih concern ke Teknologi dan tentunya lebih spesifik dalam pembagian ranah ilmu yang dipelajari kedalam fakultas. Maka di ITB untuk Teknik Sipil masuk FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) sedangkan Teknik Metalurgi masuk FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan) . Sementara di ITS untuk Teknik Sipil masuk  FTSP (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan) dan Teknik Metalurgi masuk FTI (Fakultas Teknologi Industri)

# Lebih enak mana kuliah Teknik di Institut atau Universitas?

## Aku sendiri tidak pernah merasakan kuliah Teknik di Universitas sehingga tidak tahu rasanya. Tapi aku memilki banyak teman2 Teknik dari berbagai Universitas seperti UI, UGM, Undip, UNS, Univ Udayana, Unibraw, USU, Unand. Dan mereka semua asyiik. Dan setiap berkunjung ke Universitas universitas tersebut, aku selalu mengunjungI Fakultas Teknik nya.

# Apa keuntungan kuliah Teknik di Universitas?

## Karena Universitas tidak hanya ada jurusan Teknik, maka kita lebih bisa mengenal cewek cewek cantik dari fakultas lain seperti Farmasi, Kedokteran, Ekonomi. Kalo sumpek, ada objek yang bisa dijadikan untuk cuci mata. Heheheu… #opini

# Apa keuntungan kuliah Teknik di Institut ?

## Feel yang dirasakan. Karena kita berada di satu institusi dan semuanya adalah engineer. Kita berorganisasi/ berinteraksi dengan sesama engineer. Bisa dengan mudah untuk saling memahami. #opini

# Apa benar kuliah di Teknik, ospeknya lama dan keras ?

## Bisa ya bisa tidak. Kalau dulu ya. Untuk Teknik di Universita aku tidak terlalu mengerti. Untuk di ITS semua jurusan Teknik saat ini mengader mahasiswa barunya lebih ke mental- emotions. Sudah jarang dalam bentuk kontak fisik- walaupun masih ada beberapa jurusan. Dan ada pula yang mengader berbasis Laboratorium.
Kalau lama atau tidak, sebenarnya waktu tidak pernah dijadikan parameter. Yang dijadikan parameter adalah perkembangan kepribadian mahasiswa baru seperti attitude, kekompakan angkatan, kedekatan dengan senior dll. Tapi sejauh ini rata- rata ospek/ pengkaderan di ITS berjalan selama 6-11 bulan. Terkadang ada yang melebihi 12 bulan/ sampai di semester ke-3.

# Di ITS, mana jurusan yang paling keras ospeknya?

## Aku pernah menjadi mahasiswa baru, memiliki teman di semua jurusan se ITS, aku juga memilki banyak kakak kelas ataupun adik kelas dari berbagai jurusan di ITS dan sangat sering (bosan dan hafal) mendengar cerita selama dikader saat masih mahasiswa baru. Teknik Mesin. Hal ini terbukti bahwa selama ini Teknik Mesin sangatlah solid/ kompak baik dalam satu angkatan, lintas angkatan dan ikatan dengan alumninya (kompak dan rapi). Mahasiswa baru Mesin sangat disegani oleh mahasiswa- mahasiswa baru dari jurusan lain. Saat prosesi wisuda, sejauh ini hanya Teknik Elektro yang berani konsisten meladeni tantangan Teknik Mesin.Aku kira- kira memiliki tiga puluhan teman dari Teknik Mesin . Dan mereka semua sangaar ! Cerdas tapi Macho. #ndak banci, ndak melambai, atau ndak over melankolis.
*definisi keras sebenarnya cenderung subjektif

# Di ITB, mana jurusan yang paling keras ospeknya ?

## Dari penuturan teman- temanku yang kuliah di ITB jurusan Teknik Kimia, Teknik Perminyakan, Teknik Geologi, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Pertambangan, Teknik Metalurgi, Teknik Elektro, Teknik Geofisika, Fisika, mereka rata- rata menjawab : Teknik Pertambangan.

# Apa kesamaan Teknik Mesin ITS dan Teknik Pertambangan ITB ?

## Sama sama memilki jaket himpunan berwarna : MERAH

# Terakhir, apa ciri mahasiswa Teknik yang baik ?

## Lebih suka hidup di LAB. Praktek di Lab, ngerjain tugas di Lab, Makan di Lab, nge- game di Lab, tidur di Lab, nge-net di Lab dll

Lampu Neon Ibukota February 2, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Journey, Sharing w/ Us, Universe (ity).
5 comments

Oleh: sahabat semesta

Jakarta, 29 Januari 2013

Pagi ini, Menulis sambil sesekali tertidur…

Setelah semalam lelah mengerjai dua adik kelas kampus…

Berkeliling Jakarta dengan dua mobil , menikmati Jakarta tanpa macet dan tanpa banjir

Mengelilingi bundaran HI sampai tiga kali seperti orang bego, Mengecek tempat pijat plus plus (teman teman gw bejat), check in di RS persalinan, keliling blok M melihat kupu kupu malam mencari pelanggan di tengah malam tepi jalan.. #semuanya dalam rangka meng-isengi salah satu dari kami

22 Jan 13

Jakarta…gw sudah tidak hafal, sudah berapa kali gw ke Jakarta,. Bosan? Maybe..  setelah suffer 18 jam di dalam kereta dari Surabaya, kami berdelapan dari kampus ITS menuju ibukota untuk training “oil&gas pipe stress analyse” selama 5 hari di salah satu perusahaan bidang training migas di Jatipadang, Ragunan Jaksel. Datang disaat banjir menenggelamkan ruas ruas jalan ibukota. Satu-satunya alasan kenapa kami berangkat adalah informasi bahwa KRL dari Manggarai menuju Bogor masih beroperasi. It means, Jaksel tidak banjir. Apalagi Depok. Masih aman. Dan exactly, kekhawatiran kami terjadi,, planning awal kita turun di St Jakarta kota, GAGAL ! Kereta hanya bisa sampai St Senen karena jalur ke barat rel masih tergenang banjir. Dengan terpaksa kita turun di St Senen, St jalur susah karena dari kita ingin menuju Jakarta Selatan …Metromini 17 kita naiki sambil menelusuri jalan Kramat Sentiong dan Salemba. Yap,, st Cikini di depan mata. Segera kita memesan tiket KRL jurusan Depok. Setelah berdesak-desakan khas KRL ekonomi, kita berdelapan terpisah menjadi empat. Ada yang ke Pasar Minggu, ada yang ke Ragunan, dan gw sama Fahmi baru turun di Stasiun Universitas Indonesia menuju sekretariat beasiswa KSE cabang UI. Mandi,, makan,, dan tidur sampai sore. Malamnya Fahmi sibuk megunjungi pacarnya karena kebetulan pacar dia memang mahasiswa UI. Ah,, sudah banyak sekali mahasiswa ITS yang punya pacar di UI. Of course, semuanya LDR-an.. apalagi di KSE,, wuuuuh,, LDR adalah jalan terbaik. Pasangan pasangan UI-ITS, ITS-ITB, ITS-IPB, ITS- Udayana bahkan ada yang pasangan ITS-USU (Medan).. gila dunia ini…..Gw sendiri dulu pernah punya hubungan khusus dengan anak UI, walau akhirnya semuanya berakhir kandas. Tapi, kata temen gw, don’t be sad ! Emang cewe cantik cuma dia doank…haha

Hari hari berikutnya di Jakarta selalu gw isi dengan rutinitas pagi naik KRL St Depok turun di St Pasar Minggu. Hanya berbekal seribu perak udah nyampek. Lanjut menyusuri pasar minggu Jakarta yang kumuh gila. Jalanan sempit tak ayal membuat macet. Belum ditambah tanpa tatanan pedagang pedagang liar yang memenuhi sisi jalan.  Berjalan menuju arah Robinson- Ramayana, selanjutnya naik angkot S15A dan turun di Koperasi Jati Padang. Begitu juga dengan sore harinya selama seminggu penuh. Ehm walau kadang gw curang hanya dengan tiket seribu tapi ndak naik KRL, naiknya Commuter Line. Haha.. ya maklumlah, kan mahasiswa, Lagian toh gw juga berdiri di Commuter. Deket lagi, Cuma melewati 4 stasiun. Pasar Minggu- Tanjung Barat- Lenteng Agung- Univ Pancasila. He.. he… Ketika gw tiap hari harus PP Ragunan- Depok, maka teman teman gw yang lain lebih memilih nge-kos di depan tempat training. Kadang sebelum pulang ke Depok gw juga mampir. Apalagi dua hari terakhir. Gw tidur sana gan.. Bayangin, sekamar berisi 9 orang. Mahasiswa gila.. Untung ada Air Conditioner nya.. jadi adem deh. Sontak beberapa dari kami berubah menjadi maho- mahasiswa homo. Hmhm…Kata Edo “ kalo sebulan disini, gw yakin kita semua bakal berubah jadi maho”.. Untung setelah di cek di RS, semuanya tidak ada yang hamil .. Hehe…

Soal makan, jelas lebih murahan Depok daripada Jaksel,, gw pernah sekali menerima ajakan temen temen untuk makan malam bareng. Makan di Hok- Ben sama makan di warung pinggir jalan harganya samee. Ya kita pilih Hok- Ben lah… Dan malam- malam selanjutnya gw jalan bareng sama teman teman semua menikmati malamnya ibukota yang penuh kemunafikan. Hal yang harus lu sadari tiap ke Jakarta adalah : Lu tidak perlu khawatir jika lu miskin se miskin apapun. Gembel atau ndak punya rumah. Its not important ! Yang paling penting adalah bagaimana lu bisa berpenampilan layaknya orang gedongan. Dari sisi pakaian yang selalu up to date dan ndak nora. Terus jangan lupa pegang gadget atau i- pad. Ditambah make-up sedikit aja. Lu udah kaya orang yang berduit. Semua manusia yang lu lihat di Jakarta hampir semuanya demikian. So.. please take own conclusion ? You must use mask in there !!

# Malam sebelum malam terakhir

Setelah diskusi ringan, kita sepakat untuk menuju Blok M? Ngapain? Cari gule,, Itu alasan yang kedua sob !! Alasan pertama adalah “ cuci mata”. Di Blok M ( sekitar depan SMAN 6 Jakarta—SMA ini terkenal banget dengan tawuran nya- Kalo lu lihat di TV, tuh kemarin sampe makan korban jiwa musuh SMAN 10).. Nah disitu tiap malam udah lo nongkrong aja. Di Sevel juga boleh.. Sevel? Bagi yang belum tahu, nih gw jelasin . Sevel atau Seven Eleven, Adalah sejenis minimarket tapi untuk kalangan hig- class. Sama kaya Circle K, Indomaret atau Alfamart. Tapi di Sevel ada tempat duduk di dalam, ada Wi- Fi dan di depan Sevel selalu berjajar kursi- meja untuk nongkrong. Semua yang di jual di Sevel adalah impor product. So, jangan ngharap di sana lu bakal nemuin Sari Roti, Vegeta, Indomie, QTela dan lain- lain. Sevel (7-11) identik dengan cewe cantik Jakarta yang nongkrong tiap malam. Kita seolah- olah adalah orang berduit jika udah nongkrong di Sevel. Dari Jatipadang kita lebih milih naik Trans Jakarta (Busway Vehicle) arah Kuningan Barat, transfer ke Kuningan Timur menuju arah Semanggi. Dari Semanggi kita transfer lagi ke arah Blok M. Total 1.5 jam kira- kira waktu yang kita butuhin dari Jaksel menuju Jakpus ini. GBK dan Balai Sarbini adalah saksi bisu perjalanan bodoh kami malam itu.  Pulangnya kita naek Metro Mini75

# Bapak Djoko Purwanto Pangestu –  Pak Pang !!

26 Jan 13

Hari ini hari Sabtu, khusus hari ini training dimulai pukul 13, tidak pukul 8 pagi. Hari ini adalah hari dimana tepat gw brumur 22 tahun. :). Ga nyangka, udah tuwa banget gw. 22 ! Usia dimana gw akan dapat gelar Insinyur dari kampus teknik ternama negeri ini, ITB !! Eh salah.. ITS.. hehe. Insya Allah.. Di hari ini gw silaturahim ke rumah Pak Pang. Beliau asli orang Candirejo, Magetan. Kita satu almamater, SMAN1 Magetan. Beliau S1 di ITB Teknik Perminyakan. Wuiih keren. Beliau sekarang menjabat sebagai salah satu manager di Pertamina Hulu Energi. Istrinya kerja di Pemkot Depok. Juga asli SMAN1 Magetan. Beliau punya 2 anak cewek, kebetulan saat gw kesana karena hari Sabtu, mereka pada libur. Yang sulung kuliah di Jerman, yang kedua sekolah di SMA yang masuk 25 SMA terbaik se- Indonesia, SMAN 1 Depok. Dari St. UI gw naik KRL jurusan Bogor. Melewati St Pondok Cina- St Depok Baru dan St Depok,, sampai deh di St Citayam. Selanjutnya gw naik angkot 5A ke Permata Depok. Sesampai disana sambutan hangat gw terima. Cerita cerita, ketawa, makan rawon dsb. Kaya udah lama kenal. Padahal ya ini baru pertama kali kami bertemu setelah sebelumnya hanya saling SMS-a. Hem.. Pak Pang sekeluarga orangnya supel banget dan Hebring. Kedua anak dan istrinya juga cepet banget akrab sama gw. Selanjutnya sekitar jam 11 kita meninggalkan Citayam, dan gw diantar sama mereka sekeluarga menuju tempat training gw pake mobilnya sekalian berkeliling Jaksel. Uhhh… Baik bangeeet sih kalian…. Makasih bapak…” See u next time “, kata beliau sebelum gw turun dari mobilnya.

# Ap-Greid Oil&Gas Design Course

Thanks banyak sudah ngasih kita banyak ilmu selama seminggu di Jakarta. All about Caesar ! All about Piping !! All about Design of Piping !! All about Oil&Gas Piping!! All about Pipe Stress Analyse !! Kita akan terus belajar. Thanks atas Karir Migas nya, share pertanyaan saat wawancara kerja, CV versi Migas, FGD, expected position, expected salary, jenis jenis company migas dari mulai KKKS, GeoSurvey, Drilling, Inspection, Safety sampe akar- akarnya. Singkat kata, Oil& Migas adalah harga mati.. Masih ada final task yang harus gw kerjakan dan bawa pulang,, sebelum itu kelar dan benar.. kita belum dapat sertifikat…KeepSpirit.
— Engineering in my blood –

# Sekre Paguyuban KSE UI –  Masjid Al- Ikhlas Jati Padang

Thanks buat kawan kawan KSE- UI, ketemu lagi kapan ya..? TM IPB ga jadi, huhu.. TM UGM lah, Insya Allah.. Buat kang isa, kang fian, neng icu, neng april, kang yaqqin , kang zuko, neng ria, neng reni, dan defiq ( Switzerland man) dan semua orang yang gw temui di sekre termasuk adik adik bisma dari usu medan- unand –padang  udayana- unsrat manado dan unmul samarinda batch v

Thanks buat masjid Al Ikhlas.. huh,, adem gw setiap shalat disitu.. hafalan imamnya pada bagus,,suratnya yang dibaca saat jamaah selalu panjang. Alhamdulillah…

# Malam terakhir

Bejat… Dari awal kita udah ngerjain dua adik kelas kami untuk menjemput kami ber-9 pake mobilnya. Sebenarnya temen temen kami seangkatan asal Jakarta yang kuliah di jurusan kami juga banyak. Tapi mereka ga pada pulang. Ya kita kan udah mahasiswa paling tua. Persiapan skripsi…
Tak lama kemudian dua mobil menjemput kami,, pertama kita makan sate di daerah Panglima Polam. Selanjutnya…
Kita menuju tempat pijat plus- plus.. parkir di depan lokasi, Cuma kita diam aja di dalam mobil.. Sang germo sudah mengode kita untuk segera masuk.. Tapi dasar arek arek teman gw berkelakuan bejat, kita cuma senyum senyum dr dalam mobil, Kira kira lima menit baru kita cabut. Kegilaan selanjutnya kita check-in di RS persalinan. Buat? Cuma numpang kencing doing… C****k.. Ga waras. Selanjutnya kita begitu leluasa mengelilingu jalanan ibukota. Malam sudah larut, Jakarta udah ga macet. Juga udah ga banjir. Wuih.. kita seperti orang gila mengelilingi bundaran HI sampe tiga kali, ke Tugu Monas, ke gedung UOB ( masih terlihat PMK di sana) , melewati beberapa gedung gedung Kementrian RI tempat para menteri dan seluruh pegawainya bekerja, Senayan, GBK dan masih banyak yang lain. Kita juga ke blok M untuk melihat kupu kupu malam berdiri di tepi jalan menunggu pelanggan. Lagi lagi teman teman menunjukkan kebangsatan nya. Kita ngasih PHP ke kupu kupu malam. Sesaat di depan mereka, mobil kita pelankan dan di rem seakan mau berhenti. Tepat didepannya kita tancap gas..

Kita berkeliling Jakarta sampai hari berganti… kita adalah pemilik sah jalanan ibu kota. Kerlap kerlip lampu neon ibu kota memanjakan mata gw. Lampu Neon ibu kota…..
Pagi harinya sebelum gw benar benar pulang, masih gw sempatkan melihat Monas sekali lagi, Masjid Istiqlal, Kemeterian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM dan lainnya

 

Maybe I know, somewhere deep in my soul

That love never lasts

And we’ve got to find other ways to make it alone

Or keep a straight face

And I’ve always lived like this

Keeping a comfortable distance

And up until now I had sworn to myself that I’m content with loneliness

Because none of it was ever worth the risk

 

#you are the only exception

and I’m on my way to believing

 

versi jakarta, boleh kan nulis pake “gw” ?

mihihi…

Indonesia, Aku Ingin Mengajar ! January 7, 2013

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us.
9 comments

Oleh: sahabat semesta

Cerita dari Rene Suhardono ( sahabat Anis Baswedan, keduanya sama sama penggagas Indonesia Mengajar )

Angkatan 1 di tahun 2009 (November) mereka khawatir kalo sepi pendaftar,

Cukup wajar, kita mendaftar untuk dikirim mengajar anak anak SD di pelosok nusantara, kita dikirim ketempat dimana kita sendiri tidak tahu, mendengar nama daerahnya mungkin juga saat sebelum diberangkatkan, di daerah nusantara yang tidak ada listrik dan signal

Kita tinggalkan kemewahan dan kemapanan hidup di tengah kota, untuk Indonesia ! Karena hidup adalah pilihan, dan pengorbanan, jangan berharap dikenang jika tidak ada pengorbanan ikhlas yang mulia..

Dan diluar ekspektasi, Indonesia Mengajar wave 1 (2009) mendapat pendaftar sebanyak 1383, dan hanya di ambil 50. Amazing…

Ternyata masih banyak orang di negara ini yang masih peduli akan nasib Indonesia,,,

Kontribusi yang konkret,, tidak sekedar aktif sana sini, sok kritis, suka demo dan sebagainya,,, Cara- cara Klasik dan Tolol..

Kita tidak butuh orang yang tiap hari menghiasi Koran, TV atau media yang lain,,, dengan kasus- kasus yang ada [Pak Dodit ]

 

Berikan aku kesempatan, bukan belas kasihan ! Biarkan aku berkarya untuk Negara dan Bangsa Indonesia

! INDONESIA BISA MENJADI NEGARA ADIDAYA !, asal kita mau berkorban,

Tidak sekedar berfikir untuk perut, bagaimana saya kaya, bagaimana saya sukses, bagaimana keluarga saya bahagia banyak harta, bagaimana saya berpangkat tinggi berpenghasilan besar…

see this video !

Klik disini 

Mendidik bukanlah hanya tugas seorang guru Tapi mendidik adalah tugas setiap orang yang terdidik [Anies Baswedan]

Gigi- Gigi Gerigi December 21, 2012

Posted by semesta in Indonesia (L) ?, Sharing w/ Us, Universe (ity).
add a comment

Oleh: sahabat semesta

aku adalah sebuah gerigi. Karena aku gerigi, tentunya aku terdiri dari beberapa gigi. Bulan lalu, usiaku sudah 52 tahun. Cukup tua bukan? Iya jika ukuran manusia, tapi aku bukanlah manusia. Ehm,, memang Gerigi bukan manusia kan? 52 bukanlah angka untuk ukuran udzur bagiku. Karena aku berkeyakinan, usia sebuah gerigi adalah nanti hingga kelak hari kiamat datang.

Gigi- gigiku sangat banyak. Tanpanya, aku bukanlah apa. Dan tanpa satu gigipun, aku tidak akan menjadi sebuah gerigi yang baik. Aku sangat bangga dengan gigi- gigi yang ku miliki ini. Yaah, walau kadang harus bersedih. Lho, kenapa?

Ya, karena ketajaman dari gigi- gigiku sudah mulai tidak sama. Bahkan sempat terjadi clash antar gigi.  Salah satu alasan mengapa ketajaman gigi- gigi ku tidak sama, karena bahan material yang digunakan untuk membuat gigi tidak sama. Bahan bahan gigiku berasal dari seluruh penjuru nusantara. Dari Aceh hingga Papua, lengkap bukan !

Gigi- gigiku ada yang sangat tajam, ada yang tajam, ada yang mulai sedikit tumpul.

Gigi yang sangat tajam dibuat oleh mereka yang pernah ke luar negeri. Ke Jepang, ke Thailand, ke Ukraina, ke Bulgaria, ke UK, ke Aussie, ke US, atau ke Singapura. Tentu saja mereka tajam. Tapi sayang, gigi tajam ini sangat sedikit kumiliki

Kemudian, yang kedua, Gigi yang tajam. Gigi yang tajam dibuat oleh mereka yang pernah memenangi kejuaraan nasional, entah kejuaraan karya tulis, robot, mobil, it atau kelas kelas lain. Gigi tajam ini membuka cakrawala dengan memiliki networking teman teman dari seluruh Indonesia. Gigi tajam berteman akrab dengan gajah, dengan makara, dengan songkok majapahit, dengan  padi dan dengan benda benda lain. Walau tidak setajam gigi yang sangat tajam, tapi kedua gigiku ini memiliki kesamaan. Selalu open mind dan membuka diri, peduli dengan  persoalan persoalan negeri ini.

Lanjut ke gigi yang mulai sedikit tumpul. Gigi ini dibuat oleh mereka yang hanya sibuk didalam. Selalu membesar besarkan masalah yang ada. Mereka yang close mind. Mereka yang bangga dengan level lokalnya. Gigi tumpul hanya berteman dengan sesama gigi saja. Dia tidak punya teman diluar sana. Jago kandang, istilahnya begitu. Gigi ini hanya mengisi hari harinya dengan teman  teman nyamannya. Gigi ini lebih sibuk mengurus nilai, tidak berputar melihat kondisi sosial yang memprihatinkan.

Gigi yang sedikit tumpul selalu sibuk membanding bandingkan antara aku sendiri (gerigi), dengan gajah di barat sana, dengan makara, dengan padi dan dengan songkok majapahit. Gigi tumpul mengutuk ketumpulannya sendiri. Gigi ini tidak memiliki cukup confidence ketika bertemu dengan  benda benda lain. Ya, benar ! karena dia tumpul, apa yang bisa dia andalkan untuk melukai benda lain ?

Tapi aku selalu bersyukur ditakdirkan menjadi sebuah gerigi, setidaknya aku tidak memiliki  gigi tumpul, terparah hanyalah gigi yang sedikit tumpul. Karena aku yakin, gigi gigiku ini adalah kumpulan gigi- gigi terbaik yang dimiliki oleh negaraku.

Gigi yang baik tidak pernah mengaangggap gajah, makara, padi, songkok atau benda benda antik lain di negeri ini sebagai competitor. Kita memang bersaing, tapi sekeras apapun persaingan diantara kita, toh visi kita tetaplah sama bukan? Menjadikan Indonesia Berjaya.

Indonesia bisa menjadi negara adidaya (my close friends, Amir Hamzah, Law Faculty, UI)

 

Mengenal tempat sejarah Dahlan Iskan di Buku “Sepatu Dahlan” November 20, 2012

Posted by semesta in Disekitar Kita, Indonesia (L) ?, Recommended Book, Sharing w/ Us, Universe (ity).
17 comments

Sepatu Dahlan…

Tentu kita mengenal buku yang direlease beberapa bulan yang lalu

Buku yang menceritakan masa kecil Dahlan (Menteri BUMN RI gan…)

Eh,,, ketika mulai membaca beberapa lembar buku ini,, hanya tersipu sipu sambil mengangguk, ..bagaimana tidak.. tempat tempat yang disebutkan di buku “sepatu dahlan” hampir semuanya aku ketahui… lho ?! iya brur.. beliau kan kelahiran magetan, exactly kecamatan takeran.. nah itu mah masih satu kecamatan, desa beliau dengan desaku hanya berjarak 3km (terpisah oleh satu desa yang lain)…

Image

cover buku ” sepatu dahlan”

Imagehalaman pertama

Well done…

Nah kali ini akan mengupas beberapa tempat yang ada di buku ini….

1. Kebon Dalem

Kebon Dalem atau yang lebih dikenal dalem adalah daerah tempat beliau Dahlan… Dalem ini sebenarnya kompleks dari sebuah pondok pesantren di pusat kecamatan Takeran (satu- satunya pondok di Takeran dan pondok tertua se kabupaten Magetan- Jatim)

Image

2. SMP Magetan atau sekarang lebih dikenal dengan SMPn 1 Magetan

Terletak di jalan Kartini kota Magetan (selatan alun- alun)

Dijelaskan bahwa beliau sangat berkeinginan untuk melanjutkan sekolah di SMP1 Magetan, namun ditentang oleh kedua orang tuanya (dengan alasan mahal #no comment)
Ibunya menyarankan untuk sekolah di MTSn Takeran saja , selain dekat juga murah…

* SMP1 Magetan adalah sekolah yang selalu menghasilkan generasi emas dari masa ke masa.. aku sendiri dulu berkeinginan sekolah disana,, tapi apa daya aku hanya diterima di SMP1 Kawedanan.. SMP terbaik kedua setelah SMP1 Magetan (// bukan pembelaan brow… ciyus..)

Ketika aku sekolah di SMAN1 Magetan (SMA terbaik se Magetan– karisidenan Madiun) banyak sekali memiliki teman- teman asal SMP1 Magetan,, mencengangkan… mereka kini kuliah di PTN terbaik negeri ini…

Desyanti (FIK UI) Robi (Elektro ITB), Debi (Mesin ITB), Riska, Gigih (FK UGM) Dama (Fisika UI, Geomatika UGM), Niar (TI UNS) Adhib, Vita (FE Unair) Cendi ,Mukti, Jefri (FK Unair), Ika yuni (TI ITS) Taufiq (Tekpal ITS) Ferio (Mesin ITS) Aang, Bayu, Restu (Elektro ITS) Adhib (Informatika ITS) Wisnu (Sipil ITS) Frengky, Buntet (FK UB) Ratih (Arsitek UB) Engkong, Cimo, Adit (STAN) Reni (Fis Unpadj) Tya (FK UII) Dhea (FK UMS)

mereka semua jebolan SMPN1Magetan..dan masih banyak yang lain… itu hanya mereka yang kukenal,, karena sesama aktivis semasa di SMAN 1 Magetan

Image

da_is akhirnya melanjutkan sekolah ke MTSn Takeran

Image

3 Gorang gareng adalah nama kecamatan sebelah baratnya Takeran.. sekarang lebih dikenal dengan nama kecamatan Kawedanan
Sumur tua Soco… Soco adalah nama desa di kecamatan Bendo.. ada semacam sumur yang dijadikan wisata disana

Image

4. Nama kecil Dahlan Iskan adalah Muhammad Dahlan

Image

5. Cigrok adalah nama desa di Takeran,, di buku dikisahkan bapak Dahlan sering pergi ke cigrok hanya untuk sekedar main dan melihat tempat yang konon dijadikan PKI untuk membantai warga Takeran dengan sadis
Sebagai catatan bahwa pusat PKI adalah di kota Madiun

Image

6. di dekat kampung dahlan .. ada dua nama pabrik gula, pabrik gula redjo agung yang ada di kota madiun (Takeran adalah kecamatan paling timur se kabupaten Magetan..so.. lebih deket ke Madiun daripada harus ke kota Magetan) dan pabrik gula redjosari yang ada di kawedanan

Image

7. “dalem” sebutan untuk daerah kompleks pesantren dimana dahlan dilahirkan dan tumbuh.. pesantren itu bernama PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN atau lebih dikenal PSM Takeran…berikut gambar PSM kala itu ….tagline PSM dari awal berdiri sampai detik ini masih sama ‘Ilmu Amal Taqwa”

Aku sendiri suka sekali duduk duduk didepan gerbang ini menghabiskan sore setiap mudik ke kampung,, karena banyak sekali teman- temanku yang menuntut ilmu disana,,

Image

gerbang masa kini…

Image

8. Sungai Kanal

Sungai ini terletak di ujung timur Takeran.. jika kita dari Magetan menuju Madiun lewat jalur Takeran pasti melewati jembatan sungai Kanal… dari masyarakat, banyak cerita mistis yang mewarnai sejarah sungai kanal dari dulu hingga kini

Image

9. Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan

Image

10. Desa Waduk- Desa Sawojajar… kedua desa ini sebelah timurnya pas desa (kelurahan) Takeran

Image

Image

11. Pasar Madiun dan Pasar Magetan… pasar tradisional nan murah yang ada di kota madiun dan kota magetan.. keberadaanya hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh pemda/ pemkot setempat walau   mall mulai menjamur di kedua kota tercintaku ini…

Image

12. SMP Bendo atau sekarang dikenal SMPN1 Bendo, SMP satu- satunya di kecamatan Bendo (Bendo adalah nama kecamatn sebelah utaranya kecamatan Takeran)… menurut buku ini Tim Voli Dahlan Iskan (Tim dari MTSn Takeran) dengan mudah mengalahkan tim voli SMPN 1 Bendo # dahlan tuh jagonya voli

Image

13. PSM (Pesantren Sabilil Muttaqin) Takeran… pe-es-em— pe-es-em /////yel yel,,

Image

14. Lapangan volley

Image

15. Stasiun Madiun

Stasiun terbesar… di stasiun ini kereta selalu berhenti lama.. baik kA eksekutif,, apalagi ekonomi.. penumpang dari sini sangat padat..

yap… karena warga Magetan, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Trenggalek,  jika ingin naik kereta harus ke stasiun ini.. stasiun ini termasuk stasiun jalur selatan.. jika dari Surabaya atau dari Banyuwangi mau ke Bandung, Jogja atau Jakarta lewat selatan pasti melalui St Madiun

Image

16. Nih dia author dari buku keren ini….

Image

17. Ehmm… bagi lo yang belum punya buku ini buruan serbu di gramedia gramedia…karena akan segera terbit lagi… terusan trilogi dari buku ini… keren gila…

Image

18. Finally, I say that ” Im pride be a NATIVE’s magetan…

I love magetan…